Lahirnya Sang Penguasa

Lahirnya Sang Penguasa
menara alkemis & Gu Hua


__ADS_3

Qiu lalu pergi ke kota bunga yaitu kota terdekat dari hutan cahaya, dia bisa saja pergi ke kota kuil dewa yaitu kota yang berada dibawah perlindungan sekte kuil dewa tetapi pasti para penjaga tidak akan membiarkan Qiu masuk begitu saja


"aku harus secepatnya pergi ke menara alkemis" ucap Qiu


Qiu lalu melihat menara yang memiliki tiga lantai dengan lambang tungku pil dengan 4 bintang yang menandakan alkemis terhebat di cabang itu berada di tingkat 4


"tuan tolong tanda pengenal anda" ucap penjaga


Qiu lalu lalu menunjukkan lencana klan Tang


"tuan mari saya antar anda kedalam" ucap seorang pelayan


"jika pelayan ini boleh tahu tuan sedang mencari pil apa?" tanya pelayan itu


"aku membutuhkan pil es abadi" ucap Qiu


pelayan yang mendengar itu mematung mendengarkan perkataan Qiu yang menurutnya sangat gila


"tuan pil es abadi adalah pil yang sangat langka, dan jika anda menginginkan pil itu maka ikutilah pelelangan di kota pil" ucap pelayan


"kapan pelelangan itu dimulai?" tanya Qiu


"pelelangan dimulai 1 Minggu yang akan datang tuan" ucap pelayan itu


"itu sangat lama"


"jika pil es abadi tidak ada jadi apakah pil yin ada?" tanya Qiu


"orang ini sangat gila, pil es abadi saja sangat langka apalagi pil yin, apa dia berniat mempermalukan menara alkemis" ucap pelayan itu membatin


"tuan anda pasti tahu tentunya jika pil yin bahkan lebih langka dari pil es abadi" ucap pelayan


"cihh pil es abadi tidak ada dan sekarang pil yin juga tidak ada, apakah ini adalah menara alkemis atau menara sampah" ucap Qiu terang terangan

__ADS_1


"tuan tolong jaga sikap anda jika tidak" ucap pelayan itu geram


"jika tidak maka kenapa? kau bisa apa memangnya?" ucap Qiu


"tuan jaga sikap anda di menara alkemis kami jika tidak maka anda tidak diperbolehkan untuk membeli pil dari kami lagi selamanya" ucap orang yang baru turun dari lantai dua


"untuk apa aku membeli pil dari kalian yang bahkan pil es abadi saja tidak ada" ucap Qiu


"kamu berasal dari klan mana sampai berani berkata seperti itu?" ucap orang itu


"aku berasal dari klan Tang" ucap Qiu


"apakah klan Tang ingin hancur dari dunia ini" ucap orang itu dengan sangat marah


"menghancurkan klan kami? kamu tidak layak untuk mengatakan hal itu" ucap Qiu


"baiklah jika begitu aku akan melaporkannya ke pusat menara alkemis" ucap orang itu


"hanya bila petir sekecil itu kau sudah sangat sombong" ucap orang itu


"jika begitu matilah" ucap Qiu lalu menghilang


tanpa mereka semua sadari langit menghitam dan angin bertiup dengan sangat kencang


"duar...duar..duar... "petir menyambar menara alkemis dan menghancurkannya hingga tidak ada yang tersisa itu bukanlah akhir tapi awal dari bencana yang akan membuat semua orang ketakutan


Long Ruo yang berada di hutan cahaya sampai ketakutan melihat fenomena yang disebabkan oleh Qiu


"ini adalah perbuatan senior Qiu, kenapa bisa klan iblis ini ada di sini" ucap Long Ruo berdigik ngeri


sementara itu Qiu tidak memperdulikan apa yang telah dia perbuat dan malah mendatangi rumah bordil


"tuan sekarang nyonya tidak "

__ADS_1


"diamlah" ucap Qiu memotong perkataan perempuan itu


" Gu Hua dimana kau?" Qiu berteriak memanggil orang yang bernama Gu Hua


"Gege Qiu akhirnya kau datang, aku sangat merindukanmu" ucap Gu Hua sambil memeluk Qiu


"Hua aku ingin berbicara empat mata" tanpa persetujuan dari Hua Qiu telah menggendongnya ke kamar milik Hua


"Gege apakah kau sudah sangat tidak sabar?" tanya Hua


"aku kesini hanya untuk berbicara" ucap Qiu


"hmmp Gege baru kemari setelah tiga bulan, aku juga mempunyai hasrat untuk disalurkan" ucap Hua


"pembicaraan kita lebih penting dari apapun" ucap Qiu


"ayolah Gege puaskan birahiku dulu baru kita berbicara" ucap Hua


"baiklah sayang aku akan membuatmu teriak sangat kencang" ucap Qiu sambil melempar Hua ke ranjang


Qiu lalu membuka baju bagian atas milik Hua lalu meremas buahnya lalu mulai mencium Hua mulai dari bibir ke leher lalu ke buahnya, Qiu lalu membuka baju bagian bawah Hua lalu mencium goa itu sampai membuat Hua merinding keenakan lalu Qiu membuka bajunya dan mulai melakukan hal tersebut, setelah bertempur kurang lebih 2 jam Qiu lalu bertanya kepada Gu Hua


"Hua apakah ada orang yang masih perawan di sini?" tanya Qiu


"tidak ada Gege memangnya ada apa?, apa aku kurang memuaskan?" tanya Gu Hua dengan mata yang berkaca-kaca


"bukan begitu tetapi ini untuk seseorang" ucap Qiu


"sangat susah mencari orang yang masih perawan" ucap Gu Hua


"baiklah jika begitu aku akan pergi, dan ingat jangan sampai engkau melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain selain diriku" ucap Qiu


"aku tentu saja mengerti Gege" ucap Hua

__ADS_1


__ADS_2