Lahirnya Sang Penguasa

Lahirnya Sang Penguasa
sekarat


__ADS_3

trang suara benturan antara pedang Tang Liu dan juga pedang yang terbuat dari petir milik panda berbenturan


"kau terlalu fokus dengan musuh yang kamu hadapi nona sampai sampai kau tidak melihat sekitarmu" ucap Tang Liu


tapi bukannya gadis itu berterima kasih gadis itu malahan seperti tidak menghargai bantuan Tang Liu


"aku tidak butuh bantuan dari dirimu" ucap gadis itu dengan dingin


"cihh... jika bukan karena aku kamu sudah mati" ucap Tang Liu


tapi bukannya digubris gadis itu malah melanjutkan pertarungannya


"dasar gadis aneh" ucap Tang Liu


"badai angin pedang" seketika badai angin ****** beliung mengurung panda dan menggores tubuh panda itu "boom" suara tubuh panda yang meledak dihancurkan oleh Tang Liu


"teratai es" ucap gadis itu dan setelah itu banyak bunga teratai yang turun dari langit, setiap bunga teratai itu menyentuh tanah maka tanah itu akan membeku


"elemen es yang sangat kuat" ucap Tang Liu menatap tajam kearah gadis itu


"kenapa kau terus menatapku dasar pria cabul" ucap gadis itu

__ADS_1


"siapa juga yang menatap dirimu nona es" ucap Tang Liu, nona es adalah panggilan Tang Liu kepada gadis itu


"jika begitu jangan sampai aku melihat wajah cabul milikmu lagi jika tidak aku pasti akan membunuhmu" ucap gadis itu


"siapa juga yang ingin bertemu denganmu dasar nona es" ucap Tang Liu


setelah dia berpisah dengan nona es Tang Liu bukannya tinggal di tempat itu dan mencari burung petir dia malah pergi ke arah wilayah tengah hutan cahaya karena merasa kesal dengan nona es


"dasar nona es padahal aku membantunya tetapi bukannya dia berterima kasih dia malah marah kepadaku" ucap Tang Liu


Tang Liu tidak menyadari dia telah berada di wilayah dalam hutan cahaya dan bahkan yang Liu telah di awasi saat dia berada di wilayah dalam hutan cahaya


"perasaan ini lagi, apakah aku benar benar sedang di awasi, tetapi siapa?" ucap Tang Liu membatin


"anak muda engkau telah sangat lancang hingga berani datang kemari" ucap suara menggema


Tang Liu yang mendengar suara itu kaget karena mengetahui bahwa orang yang membuat suara itu pastilah berkemampuan lebih kuat dari dia


"maafkan aku senior aku tidak tau jika aku telah menggangu anda" ucap Tang Liu


"tidak ada kata maaf yang ada hanya kata mati" ucap suara itu

__ADS_1


"wushh" angin bertiup sangat kuat dan petir menyambar dimana-mana


"matilah nak" ucap suara itu menggema


setelah itu cahaya turun dari atas langit dan mengenai Tang Liu sangking kuatnya serangan itu Tang Liu bahkan hampir mati


"phuff... kenapa aku muntah darah saat menyerang anak itu" ucap suara itu


"celaka jangan-jangan dia adalah..."


*****


"kenapa aku merasa tuan muda sedang dalam bahaya, lebih baik aku mengeceknya sekarang juga" ucap orang itu


wushh... "darah ini adalah darah tuan muda" ucap orang itu


"apakah ada yang berniat membunuh tuan muda" ucap orang itu membatin


"tuan muda" ucap orang itu saat melihat orang yang berada di atas batu dalam keadaan sekarat


"apakah kau yang membuat tuan muda saya seperti ini dasar ular busuk" ucap orang itu dan orang yang di panggil ular busuk diam dan berkeringat dingin karena mengetahui bahwa orang yang didepannya dapat membunuh dirinya hanya menggunakan jari kelingking miliknya

__ADS_1


__ADS_2