
"Happy birthday Zelda.. happy birthday Zelda.. happy birthday happy birthday.. happy birthday Zelda" Ucap semua teman yang saat itu ikut memberi surprise kepada Zelda. Salah satu mahasiswi semester 3 yang ada di universitas ternama.
Zelda segera meniup lilin yang tertancap di kue itu sambil diiringi lagu tiup lilin yang dinyanyikan teman-temannya
"Selamat ulang tahun sayang.. i will love you forever" ujar Vito, kekasih Zelda semenjak duduk di bangku SMA
"Terimakasih semuanyaa.. aku nggk nyangka kalian bakal ngasih surprise ke aku.. aku sayang kalian semua" . Zelda kemudian memeluk teman-temannya
"Tadaaa... Nihh kado buat kamuu semuanyaa, silahkan nikmatiin yaa" ujar Nesya, salah satu sahabat Zelda
"Aaa... Terimakasih semuanyaa". Mata Zelda mulai berkaca-kaca karena terharu.
"Eehh potong kue laahh, udah laper niihh. Jangan lupaa first cake nya. Kira-kira buaat sapa yaaa" celetuk Arin, sahabat Zelda yang satunya lagi
"Ya buaat sii pacar lah, sapa lagii ya gak hahahah" ucap Aldan, sahabat Vito sejak SMP
Setelah selesai potong kue dan memakan habis kue itu, Zelda segera membuka satu persatu kado yang diberikan teman-temannya
Satu persatu surat yang terselip di kado itu dibacanya. Tak terasa air mata menetes karena doa-doa tulus yang tertulis di lembaran surat dan membuat Zelda selalu mengucap Aamiin dalam hatinya
*Hingga tiba-tiba....
Ada seseorang yang mendobrak pintu kelas. Suasana kelas mendadak hening, semua terdiam menatap heran orang misterius itu
Orang itu berteriak "Hentikan semua ini" sambil melotot ke arah Zelda.
"Zelda, ini adalah hari terakhir kamu untuk hidup. Kemarilah, ikut aku ke alam barumu" lanjutnya
Hal itu membuat Zelda takut dan berlari keluar kelas sambil mendorong orang tersebut. Sampai pisau yang ada ditangan orang misterius itu tak sengaja menggores lengan Zelda.
Zelda terus berlari, dan tiba-tiba Vito menghadang larinya lalu mendekap Zelda dengan kuat, sampai Zelda tak mampu melepas dekapan nya
"Vit awas, orang itu ngejar aku"
"Jangan lari dong, ini kan hal yang menyenangkan" ucap Vito sambil tersenyum
"Sudah gila kamu ya" sahut Zelda dengan raut wajah ketakutan campur kemarahan pada Vito
__ADS_1
Vito dan Zelda terus berdebat dengan gelagat Zelda yang mencoba melepaskan dekapan Vito
Di sisi lain orang misterius itu terus berjalan menuju ke arah Zelda sambil mengayunkan tangannya yang memegang pisau dilengkapi bekas darah dari lengan Zelda yang tergores
Di sisi lain Zelda terus mencoba untuk melepas dekapan Vito yang sangat erat
*Sampai akhirnyaa......
"Jleb.." pisau itu menusuk punggung Zelda
"Aawww..." Ucap Zelda menahan sakit karena tusukan pisau
"Maaf sayang, memang sudah saatnya kamu berpindah ke alam barumu" ujar Vito sambil menjatuhkan tubuh Zelda
*Dan...
"Kriiinggg......." Suara alarm Zelda berbunyi keras
Zelda langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tak beraturan serta tubuh bercucuran keringat. Zelda sangat ketakutan dengan mimpi itu
"Zeldaa banguunn, sholat shubuh dulu sayang" teriak mama Zelda
"Iya maa... Zelda sudah bangun"
Zelda bergegas menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu. Kemudian melaksanakan sholat fardhu 2 rakaat
*Setelah selesai sholat
Zelda kembali terdiam dan memikirkan mimpinya itu. Ia sangat takut mimpi tersebut akan menjadi kenyataan di hari ulang tahunnya yang sudah tinggal 14 hari lagi.
Jantung nya kembali berdetak kencang, nafasnya jadi tak beraturan, keringat membahasi dahinya lagi ketika dia mengingat mimpi itu
"Ya allah.. apa Zelda semalam lupa berdoa ya, sampai-sampai Zelda mimpi seburuk ini"
Zelda bergegas mengangkat kedua tangannya dan berdoa meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa. Dan ia percaya bahwa umur manusia hanya Allah yang tau.
*Setelah itu...
__ADS_1
Zelda segera melepas mukenahnya dan kemudian merapikan tempat tidurnya.
Setelah selesai, Zelda mengambil gawai nya sambil bergumam "hhmm.. aku cerita nggak ya ke Vito"
Kemudian dia membuka room chat dirinya dengan Vito dan mulai menceritakan mimpinya. Tetapi sampai di tengah cerita, dia menghapus kembali ketikan itu. "Lebih baik, nggak usah cerita ajalah"
"Cerita ke si Nesya sama Arin aja kali ya" gumam Zelda
"Aahh udahlah nggak usah, hal itu malah membuat aku semakin kepikiran dengan mimpiku"
"Huffhh... Lupakan... lupakaan Zel lupakaan, itu cuma mimpi, mimpi kan cuma bunga tidur aja" ucap Zelda dengan nada pelan
"Zeldaa, kok nggak keluar kamar. Biasanyaa habis sholat langsung bantu mama" ujar mama Zelda yang tiba-tiba membuka pintu kamar
Zelda menengok ke arah pintu sambil mengusap wajahnya yang masih terlihat pucat
"Ehh mama.. hehe iya maa, Zelda masih capek, apa mungkin karena semalam Zelda begadang mengerjakan tugas ya ma" alasan Zelda agar mamanya tak mecurigainya karena wajah Zelda yang masih pucat akibat memikirkan mimpi itu
"Yaudaa, Kamu tiduran aja dulu kalau memang masih capek. Wajah kamu sampai pucat gitu"
"Nggak usah deh ma, Zelda bantuin mama aja" ujar Zelda
"Beneran nih Zelda mau bantuin mama? hari ini pesenan kue mama lagi banyak loh. Maafin mama yaa, hari libur gini malah buat kamu sibuk bantuin mama" tangan mama mengusap rambut Zelda
"Maa... Itu sudah kewajiban Zelda buat bantuin mama. Kalau bukan Zelda yang bantuin, siapa lagi cobak. Masak iya si tukang jagal sebelah rumah yang mau bantu. Kan serem, nanti pisau yang biasanya buat motong hewan malah dipakai buat motong kue mama heheheh" canda Zelda
"Sayaang... Kamu itu bisa aja bikin mama jadi senyum pagi-pagi. Yaudah ayuk bantuin mama"
"Siaap komandan" pungkas Zelda
Zelda merupakan anak tunggal. Kedua orang tua nya berpisah semenjak Zelda masih SMP. Hal itulah yang membuat mamanya sangat sayang kepada Zelda. Begitupun Zelda yang sangat menyayangi mamanya. Bahkan saking sayangnya, Zelda tak mengizinkan mamanya untuk menikah lagi dengan alasan dia tidak mau melihat mamanya disakiti lagi oleh seorang lelaki.
Ayah Zelda seorang direktur sebuah perusahaan, sehingga dulu Zelda tinggal di rumah yang mewah serta fasilitas yang serba ada. Tetapi semenjak orang tuanya berpisah, mama Zelda dan Zelda memilih untuk pindah rumah dan memulai kehidupan baru menjadi jauh lebih sederhana dari kehidupan sebelumnya
Untung nya Zelda mempunyai pacar yang selalu menghibur dan menyemangatinya ketika dia kembali mengingat kejadian yang menimpa rumah tangga kedua orang tuanya. Zelda merasa beruntung karena Vito (anak seorang pengusaha terkenal di daerahnya) masih mau menerima Zelda apa adanya, dengan kondisi sekarang yang hidupnya hanya bergantung pada jualan kue kering online milik mamanya.
Zelda juga dikelilingi sahabat-sahabatnya yang sangat baik dan sering membantu Zelda apabila sedang dalam kesusahan. Zelda benar-benar merasa bersyukur karena dibalik kejadian buruk dalam keluarganya, masih ada orang sekelilingnya yang tulus menyayanginya.
__ADS_1