
*Keesokan harinya
Zelda, Vito, Aldan, Arin, dan Nesya sudah berada di kelas. Mereka membicarakan tentang rencana liburan ke Jogja
"Gimana? Kita jadi kan berangkat Rabu besok?" tanya Nesya
"Ya jadi dong.. soal rumah warisan itu. Aku udah ijin ke orang tua aku dan mereka sudah mengijinkan kita untuk tinggal disana selama kita di Jogja" ujar Aldan
"Alhamdulillah deh kalau gitu" ucap Zelda
"Tapii... aku mau ngejelasin sesuatu sama kalian" ujar Aldan
Semua teman menatap heran Aldan. Hingga kemudian Aldan meneruskan ceritanya
"Yaa namanya jugaa papa aku dulu tinggal di pelosok desa jadi sudah bisa ditebak kalau rumah nenek aku ada di pedalaman, yaa nggak dalem-dalem banget sih. Kita cuma harus ngelewatin hutan yaaa kurang lebih 30 menit lah" lanjut Aldan
"Terus, kalau untuk lingkungan rumah nya gimana? maksudnya ada tetangga nya kan?" tanya Arin
"Iyaa ada lah, tapi yaa gitu. Jaraknya setiap rumah tuh agak jauh" kata Aldan
"Itu hutaan nggak bahaya kan Al? Soalnya aku parno aja gitu. Setiap lihat film horor itu pastii ada aja adegan horor di hutan" tanya Zelda
"Insyaallah selama kita berdoa, semua pasti bakal aman-aman aja kok. Yang penting kita nggak nglakuin yang aneh-aneh dan tetap bertindak positif. Insyaallah nggak akan ada apa-apa" ujar Vito
"Tapii kalian nggak usah khawatir, karena jalannya sudah bukan tanah lagi kok, sudah di aspal semenjak 3 tahun yang lalu. Jadi sudah bisa dilewatin sama mobil-mobil gitu" sahut Aldan
"Hhmmm.... yayayay nggapapa lah. Setidaknya kita nggak usah nyewa penginapan. Itu juga bisa menghemat pengeluaran kita" ucap Arin
Disisi lain, Nesya hanya terdiam sambil menoleh-noleh mengikuti pembicaraan teman-teman. Dia sama sekali tidak mengeluarkan kalimat saat berbincang-bincang. Zelda yang menyadari nya jadi bertanya-tanya
"Nees.. kok diem aja? kenapa? laper? beli jajan dulu sana wkwkwk" celetuk Zelda
"Haaa.... enggak kok enggak, cuma lagi nggak mood aja" kata Nesya
"Wihh tumben-tumbenan seorang Nesya bisa nggak mood. Biasanya mood kamu paling tinggi diantara kita. Sampai-sampai orang diem yang nggak ada salah aja kamu jailin hahaha" goda Aldan
"Aku juga nggak tau, semenjak pulang dari klinik itu. Aku merasa capek aja. Dalam arti bukan capek fisik tapi juga capek yang lainnya" ucap Nesya
__ADS_1
Zelda kemudian memegang tangan Nesya "Kamu kalau ada apa-apa curhat aja ke kita. Kan kita itu best friend forever. Jadi jangan ada yang disembunyikan"
Nesya hanya membalas dengan anggukan dan senyuman
Dalam batin Zelda, dia merasa ada yang aneh dari Nesya, seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tetapi Zelda tak terlalu menghiraukan anggapan itu.
Mereka masih berbincang-bincang membahas hal yang lain. Sampai akhirnya dosen memasuki kelas mereka
*Setelah selesai matkul
"Zel ikut aku ke apotek dulu ya. Mau beli obat buat kak Nia(kakak Vito)" ajak Vito
"Kak Nia sakit apa emang?" tanya Zelda
"Batuk pilek pusing gitu sih, mungkin habis hujan-hujan kemarin sama pacarnya hahaha" ujar Vito sambil tertawa
Mereka segera menuju parkiran mobil dan kemudian Vito menjalankan mobilnya menuju apotek yang jaraknya tidak jauh dari kampus mereka
*10 menit kemudian
Mereka sampai di apotek. Karena apotek itu tidak terlalu besar halamannya. Akhirnya Vito meletakkan mobilnya dipinggir jalan dan membiarkan Zelda untuk menunggu di dalam mobil
Zelda sangat terkejut melihat seseorang dengan rambut gimbal tidak terawat, baju compang camping serta menggendong karung yang berisi sampah di pundaknya. Orang itu juga membawa wadah bekas kue kering yang mungkin dia temukan di sampah. Didalam wadah itu terisi beberapa uang kertas dan uang recehan
"Ooohh pengemis toh.. aku kira siapa" gumam Zelda
Zelda segera mengambil uang kecil untuk diberikan kepada pengemis itu. Saat Zelda membuka kaca mobil dan memberikan uang kepada pengemis itu, anehnya pengemis itu justru menolak pemberian Zelda
"Saya tidak mau uang itu" kata pengemis itu
"Kenapa tidak diterima pak?" tanya Zelda
"Saya tidak meminta uang pada kamu. Saya hanya ingin mengatakan (wajah pengemis yang awalnya tertunduk berubah menjadi tatapan tajam ke Zelda) bahwa jangan pernah kalian bermain dengan kematian. Kematian bukan sesuatu hal yang harus kalian jadikan lelucon. Ingat.. lelucon kalian terkadang akan menjadi petaka bagi kalian sendiri" ujar si pengemis
Zelda yang ketakutan mendengar kalimat itu segera menutup kaca mobil dan kemudian mengambil gadget. Zelda berpura-pura sedang mengetik pesan, dan akhirnya pengemis itu pergi dadi mobil Vito
"Huuffhh akhirnya dia pergi"
__ADS_1
"Apa ya maksud dia bilang kayak gitu? bermain dengan kematian? lelucon? petaka?" gumam Zelda bertanya-tanya maksud dari perkataan pengemis itu
"Tuh orang horor banget sih.. Bikin orang jadi kepikiran aja" ucap Zelda
Tiba-tiba Vito membuka mobil dan hal itu membuat Zelda terkejut
"Eh Vitoo... aku kira siapa tadi"
"Laahh... kamu kok aneh siihh. Emang siapa yang mau masuk mobil kalau bukan aku" kata Vito sambil tertawa melihat tingkah Zelda
"Haa... enggak... ya aku kiraa ada orang lain gitu hehehe" ujar Zelda
"Akuu udah ngantri lama buat beli obat, ternyata obatnya nggak ada. Biar nanti cari di apotek lain aja lah" kata Vito
"Eehh dii daerah selatan kampus kita. Disitu ada apotek baru buka deh. Cobak aja cari disitu, siapa tau masih ada" saran Zelda
"Aku anterin pulang kamu aja dulu. Biar nanti aku yang cari sendiri" ujar Vito
"Apaan sih Vito. Malah makin jauh kalau kamu nganterin aku dulu. Mending sekarang kita langsung kesitu aja" ucap Zelda
"Bukannya kamu disuruh bantuin mama kamu bikin kue kering?" tanya Vito
"Aku udah bilang mama kalau pulang agak telat" kata Zelda
"Eem.. okedee kalau gitu. Siap boss" pungkas Vito
Mereka kemudian menuju apotek yang baru buka di sebelah selatan kampus.
Zelda masih kepikiran dengan kalimat pengemis tadi. Dia ingin sekali menceritakan kepada Vito tapi dia takut kalau Vito akan ikut berpikir yang tidak-tidak
*Setelah sampai di apotek
Apotek itu masih baru, jadi tidak terlalu banyak orang yang beli. Halaman apotek ini juga luas Jadi Vito bisa memarkirkan mobilnya di halaman apotek. Setelah itu Vito segera keluar mobil dan membeli obat untuk kakaknya. Selesai membeli obat, Vito langsung mengantarkan Zelda pulang ke rumah
"Makasih yaa Zel udah nemenin aku beli obat. Hehe kamu jadi telat pulang. Padahal kan harusnya kamu bantu mama kamu bikin kue kering buat dijual besok" ujar Vito
"Ya ampun Vitoo.. kamu itu kayak baru pacaran sama aku sehari aja wkwkwk" ucap Zelda
__ADS_1
"Yaa aku merasa nggak enak aja sama kamu" pungkas Vito
30 menit kemudian. Mereka sudah sampai di rumah Zelda