Last Birthday

Last Birthday
Eps 9


__ADS_3

"Ariinnn... tolong akuu, dia ngejar aku Riinn toloongg" teriak Zelda


"Zel maaf Zel aku nggak bisa tolongin kamu" teriak Arin


"Teman-teman kita sudah mati semuaa, dan aku nggak mau mati Zel. Maaf Zel" lanjut Arin


"Iyaa Rin aku tauu tapi tolongin aku. Ariin kaki ku sakit, aku nggak bisa lari kencang. Ariinn please jangan tinggalin aku" Zelda menangis


"Mungkin itu sudah waktunya kamu Zel. Aku minta maaf ya nggak bisa nolongin kamu" teriak Arin sambil terus berlari meninggalkan Zelda


"Riinn tolongg... Arrghhhh" teriak Zelda yang dada nya tertancap anak panah milik orang yang mengejar mereka


"Astaghfirullah Zeldaaa......" teriak Arin lagi


*Tiba-tibaa....


"Zeldaa......" Arin terbangun dari tidurnya


"Hufh ya ampun ya ampun ya ampun... mimpi apa inii, Astaghfirullah... Ya allah... Zeldaa... mana Zeldaa" ucap Arin gelagapan


Arin langsung mengambil gadget nya dan segera menghubungi Zelda


"Angkat Zel.. angkat Zel please please"


"Halo assalamualaikum, ada apa Rin?" jawab Zelda


"Waalaikumsalam. Zel kamu nggapapa kaann.. aku mimpi kamu dibunuhh Zel.. aku takuutt" ucap Arin yang matanya berkaca-kaca


"Udah ya Ariinn.. jangan dipikirin, itu kan cuma mimpi. Aku baik-baik aja kok sekarang. Mungkin karena kamu lupa baca doa, jadinya mimpi buruk deh.. Udah yaa, mending sekarang kamu mandi terus sholat berdoa minta perlindungan sama Allah biar nggak terjadi apa-apa kedepannya" ujar Zelda


"Oiyaa Zel.. kamu tau nggak. Tadi ada burung gagak di pohon mangga sebelah kamarku tuh. Kamu tau kan tentang mitos yang bilang kalau burung gagak lambang kematian?" tanya Arin


"Iyaa aku tau kok. Tapi kan itu cuma mitos. berarti belum tentu dia benar. Udah dong jangan bahas yang aneh-aneh hehehe" jawab Zelda


"Yaudaa kalau gitu aku matikan telfonnya ya. Mau mandi, udah gerah banget. Daahh Assalamualaikum" ucap Arin


"Iyaa sonoo, bau nya udah sampe sini wkwkwk. Waalaikumsalam" ujar Zelda

__ADS_1


Arin sudah jauh lebih tenang setelah menelpon sahabat nya itu. Zelda benar-benar bisa membuat Arin jadi berpikir positif tentang hal yang terjadi tadi. Setelah meletakkan gadget nya di meja. Arin segera menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah


*Di rumah Zelda


Setelah Zelda ditelfon Arin dan diceritakan tentang mimpinya. Hal itu benar-benar membuat Zelda menjadi kepikiran


"Inii sebenarnya ada apa sih, kenapa semua jadi aneh gini. Sumpah aku nggak ngerti" ujar Zelda sambil memegang kepalanya


Zelda menjadi pusing karena memikirkan segala hal yang terjadi pada dirinya dan teman-teman lainnya.


Sampai akhirnya, Zelda memilih untuk menghampiri mamanya dan membantu mamanya menyiapkan makan malam agar bisa melupakan pikiran-pikiran buruknya


"Kamu capek banget ya? sampek lama banget di kamar" tanya Mama Zelda


"Iyaa maa... Zelda capek banget, rasanya pengen berhenti" ujar Zelda dengan spontan


"Berhenti maksudnya gimana?" tanya Mama Zelda kebingungan


"Eemm ituu berhenti tugas-tugasnya maa. Masak berhenti hidup hehehe serem dong" ucap Zelda


"Hussh bercandanya nggak lucu aah" pungkas mama Zelda


Hari sudah beranjak malam. Zelda dan mamanya segera menikmati makan malam bersama.


"Maa.. Rabu besok Zelda sama temen-temen mau ke Jogja. Boleh ya maa boleh yaaa" Zelda meminta izin kepada mamanya


"Rabu? itu kan hari biasa? memangnya kamu nggak kuliah?" tanya mama Zelda


"Oiya Zelda lupa bilang. Jadi sebentar lagi Zelda mau ada ujian akhir semester ma. Nah sebelum ada ujian akhir itu ada yang namanya minggu tenang. Minggu tenang ini selama 2 minggu. Mangkanya itu Zelda sama yang lainnya mau main-main ke Jogja" ujar Zelda


"Kamu itu gimana sih sayaang... sayaang.. Minggu tenang itu dibuat belajar. Bukannya malah dibuat main" ucap mama Zelda sambil memotong lauk yang ada di piringnya


"Iih mama kayak nggak pernah muda aja hehe... kalau masalah belajar maahh bisa waktu sebelum ujian. Zelda nggak lama kok ma, Selasa minggu berikutnya Zelda pulang kesini. Nah itu masih ada waktu 5 hari buat Zelda belajar" rayu Zelda


"Kenapa perasaan aku nggak enak gini ya. Ah sudahlah" batin mama Zelda


"Yaudaa iyaa mama ijinin dehh kamu buat ke Jogja" kata mama Zelda

__ADS_1


"Yeeesss... Sayaang mama" ujar Zelda sambil berdiri dari kursinya dan berjalan menuju tempat duduk mamanya, lalu kemudian memeluk mamanya


"Inget yaa. Disana nggak boleh aneh-aneh, apalagi Jogja yang masih kental dengan adat jawanya. Jadi kamu harus bisa menjaga kesopanan kamu disana" pesan mama Zelda


"Pokoknya mama nggak mau denger ada sesuatu buruk terjadi sama kamu dan teman-teman kamu cuma karena kalian melakukan hal yang sudah diluar batas"


Deg (jantung Zelda tiba-tiba berdetak)


"ii..iiyaa ma.. Zelda nggak aneh-aneh kok" pungkas Zelda


*Selesai makan


Zelda kembali menuju kamarnya dan kemudian duduk di kursi belajarnya


"Kenapa ya waktu mama bilang gitu, kok jantung aku langsung berdetak keras. Seakan-akan mama punya firasat buruk tentang Zelda dan teman-teman" gumam Zelda


"Cukupp Zell.. Udaahhh... semakin kamu kepikiran, semakin banyak kejadian aneh nyaa" celoteh Zelda sambil memukul-mukul kepalanya


Akhirnya Zelda merebahkan diri di kasurnya dan kemudian mengambil gadget serta headset miliknya. Zelda mendengarkan musik untuk menenangkan pikirannya


Saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Zelda segera melepas headset nya dan kemudian dia ke kamar mandi untuk mencuci muka setelah itu dia kembali lagi ke kamar dan bergegas untuk tidur.


*Keesokan paginya


Zelda segera bangun, sholat, dan kemudian membantu mama nya membuat kue kering.


Dia membantu mamanya hingga pukul sembilan pagi. Setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi dengan Vito


Tak lama kemudian Vito sudah ada di depan rumah Zelda. Dan setelah berpamitan, mereka berdua segera berangkat menuju ke salah satu tempat makan fast food


"Kamu tumben banget ngajak aku makan aja pakek nelfon segala" ujar Zelda


"Sebenarnya aku nelfon kamu bukan karena ngajak makan. Tapi aku merasa kalau aku ngomong ditelfon, rasa-rasanya kurang enak. Jadi aku ajak kamu keluar deh" kata Vito


"Emang mau ngomong apa?" tanya Zelda


"Iya biar nanti aja aku jelasin pas kita sudah sampai di tempat makan" ujar Vito

__ADS_1


"Okedee kalau begitu" pungkas Zelda


Sepanjang jalan, kondisi di dalam mobil hanya terdengar suara musik dari kaset yang diputar, karena Vito dan Zelda yang sama-sama tidak berbicara satu kata pun.


__ADS_2