Last Birthday

Last Birthday
Eps 8


__ADS_3

Setelah sampai rumah Zelda, Vito segera berapamitan kepada Zelda


"Aku langsung pulang ya Zel, keburu kak Nia nungguin obat ini. Salam juga buat mama kamu, bilangin maaf Vito nggak bisa pamitan langsung" ujar Vito


"Oke siyap" Zelda keluar mobil Vito dan berjalan menuju pintu rumahnya


"Eeh sudah pulang. Vito mana?" tanya mama Zelda


"Vito pulang duluan ma, katanya keburu ngasih obat ke kak Nia. Kak Nia lagi sakit" ucap Zelda


Setelah itu, Zelda bergegas menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju.


Setelah semua beres. Zelda menuju ke dapur dan membantu mamanya


"Gimana kuliahnya hari ini? lancar kan sayang?" tanya mama Zelda sambil mengaduk adonan


"Alhamdulillah lancar ma" jawab Zelda singkat


Zelda tidak banyak bicara saat membantu mamanya. Dan mama Zelda merasa aneh dengan sikap anaknya akhir-akhir ini, tetapi mama Zelda berpikir mungkin Zelda lelah karena di semester ini tugas dari dosennya semakin banyak


*Hingga tiba-tiba


"Praangg" suara mangkok kaca terjatuh


"Astaghfirullah Zeldaa... hati-hatii sayaanng" ujar mama Zelda


"Maaf maa maaf. Tadi kesenggol tangan Zelda. Biar Zelda bersihkan dulu ya"


Zelda bergegas mengambil sapu dan kemudian membersihkannya.


"Kamu kenapa? kalau memang capek istirahat aja. Mama bisa kok bikin kue nya sendirian. Pesanan besok juga nggak terlalu banyak" kata mama Zelda


"Iyaa ma. Nggak tau kenapa Zelda capek banget. Rasanya kepingin tidur" ujar Zelda


"Yasudaah kamu istirahat dulu gih. Nunggu adzan dhuhur. Setelah itu kamu baru tidur" kata mama Zelda


"Zelda minta maaf ya ma. Nggk bisa bantuin mama" ucap Zelda


"Nggapapa sayang" pungkas mama Zelda sambil mengelus pipi Zelda


Zelda akhirnya pergi menuju kamarnya setelah kejadian itu


*Di dalam kamar


Zelda terdiam mengahadap kaca. Tak terasa tiba-tiba air mata menetes melewati pipi nya


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zelda sambil menangis

__ADS_1


"Semenjak mimpi aku di hari itu. Semua hal jadi semakin aneh sekarang" gumam Zelda


"Aku yang tiba-tiba berhalusinasi bertemu dengan orang misterius dalam mimpiku, aku juga yang hampir kejatuhan pot bunga dari balkon kampus, perubahan sikap Nesya, Arin yang kecelakaan karena kucing hitam, dan yang terakhir aku bertemu dengan sosok pengemis yang mengingatkan aku tentang kematian"


"Kejadian apa lagi yang akan terjadi besok. Pleasee pleasee aku nggak mau mikirin ini. Tapi kenapa yang terpikir di dalam benakku adalah kejadian buruk yang akan datang di kemudian hari"


Air mata Zelda semakin banyak menetes. Matanya sudah mulai terlihat sembab, hidungnya mulai memerah


"Enggak-enggak Zel.. Istighfar Istighfar... nggak akan ada sesuatu hal buruk yang terjadi kalau kita berpikiran positif" ucap Zelda sambil mengusap air matanya yang masih tersisa di pipi


Tiba-tiba gadget Zelda bergetar. Dia mendapat panggilan telepon dari pacarnya


"Halo assalamualaikum" kata Zelda


"Waalaikumsalam" jawab Vito diujung telpon


"Besok kan sudah libur. Emm kita keluar yuk, aku pengen kita makan-makan lagii. Mauu kan?" ajak Vito


"Hhmm.. iyadeh iyaa" jawab Zelda


"Naah sipp. yauda aku cuma mau ngomong gitu aja. Bye sayang assalamualaikum" ucap Vito


"Ihh kenapa nggk chat aja cobak. Yauda waalaikumsalam" pungkas Zelda sambil menutup panggilan itu


"Sumpaahh.. Vito gk penting banget, telfon cuma bilang gitu" celoteh Zelda


Zelda segera menuju kamar mandi, berwudhu, dan kemudian segera menunaikan sholat dhuhur


Setelah selesai sholat. Zelda merebahkan tubuhnya di atas kasur yang nyaman


"Ya Allah, cukup sampai hari ini aja semua kejadian aneh itu terjadi di keliling Zelda" ucap Zelda sambil menatap langit-langit kamar


"Huuffhhh.. capek nyaa badan ini" ucap Zelda sambil memiringkan tubuhnya ke kanan


Jendela kamar Zelda mengarah ke jalanan samping rumah nya. Lagi dan lagi saat memiringkan tubuhnya ke kanan, orang misterius itu muncul dan bediri tegap menatap Zelda


Zelda sangat terkejut melihat hal itu. Zelda yakin bahwa ini hanya halusinasi nya saja.


"Ya allaahh sadar Zel sadaar.. jangan halusinasi muluu" celoteh Zelda sambil menutup matanya


Saat Zelda membuka mata, tiba-tiba orang itu berdiri semakin dekat dengan kamar Zelda


"Hwaaa... Mama... Zeldaa takuutt... huffh huffh huufhh gimanaa nihh" Zelda malah menangis terisak-isak karena ketakutan


Akhirnya Zelda memberanikan diri untuk menutup jendela nya. Kakinya gemetar melihat orang itu


Dan akhirnya Zelda berhasil menutup jendela kamarnya

__ADS_1


"Fix ini mah halunasi doang. Gak mungkin orang itu beneran ada di dunia nyata" gumam Zelda


Bayangan orang itu masih terlihat di balik gorden yang menutup jendela kamar Zelda


Setelah berdiri cukup lama, orang misterius itu mengeluarkan pisau dari dalam celananya dan berjalan mendekati kamar Zelda


"Astaghfirullah Astaghfirullah..." Zelda lari menuju ke lemari dan kemudian terduduk sambil menutup matanya


Zelda terus beristighfar dan berusaha untuk tidak teriak. Dia tidak mau mamanya mengetahui masalahnya ini.


Cukup lama Zelda menutup mata. Akhirnya dia memberanikan diri membuka matanya. Orang misterius yang tadi berjalan ke arah kamar Zelda, kini sudah tidak ada.


Zelda bergegas berdiri dan mengecek ke dekat jendela. Dengan detak jantung yang kencang serta nafas yang tidak beraturan, Zelda memberanikan diri untuk membuka jendela itu


"Sreekk" gorden dibuka dengan keras oleh Zelda


Kemudian Zelda membuka jendela nya, dan melihat ke arah kanan dan kiri. Tidak ada orang pun yang lewat disitu. Zelda merasa lebih lega


Akhirnya Zelda membaringkan tubuhnya dan mencoba untuk menenangkan diri. Lama kelamaan Zelda pun terlelap dalam tidurnya


*Sedangkan di rumah Arin


"Kucing hitam itu.. " Arin masih memikirkannya


"Kenapa dia bisa hilang secara tiba-tiba ya, masak iya itu kucing ngumpet di pot bunga pembatas jalan. Yaaa masuk akal juga sih kata-kata Aldan" gumam Arin


"Kejadian itu memang sudah lama, tapi kenapa masih terbayang-bayang yaa. Aah sudahlah nggak penting" gumam Arin


Saat Arin hendak mengambil novel untuk dia baca, tiba-tiba terdengar suara burung gagak di area luar dekat kamar Arin


"Ngak ngak ngak" suara burung gagak itu


"Laah... kok ada suara gagak sih" Arin beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan ke arah jendela


"Ngaak ngak ngaak" suara gagak kembali terdengar


"Benar-bentar. Burung gagak bukannya pertanda kematian ya" gumam Arin


"Ahh enggak-enggak. Mitos itu mah mitos" ujar Arin menenangkan diri sendiri


Arin segera menutup jendela dan kembali duduk di kasurnya


Arin kemudian mengambil novel yang tadi mau dibacanya. Tak lama kemudian suara burung gagak itu muncul lagi. Dan saat dilihat, ternyata burung gagak itu hinggap di pohon mangga yang ada disamping kamar Arin


"Itu burung gagak kenapa hinggap di situ sih. Bikin jadi takut aja" gumam Arin


"Aah udahlah, tidur aja. Ngerii denger suara gagak" ucap Arin

__ADS_1


Arin pun langsung tidur untuk menghilangkan rasa takutnya


__ADS_2