
*Hari Rabu pagi
Vito sudah menjemput Zelda dari rumahnya. kini mereka berdua menuju rumah Aldan untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jogja
Setelah sampai di rumah Aldan. mereka segera bersiap-siap memasukkan barang ke bagasi mobil. Saat jam menunjukkan pukul delapan pagi, barulah mereka berangkat ke tempat yang akan dituju.
Selama di jalan mereka bersenda gurau, menyanyi mengikuti lagu yang diputar lewat CD, tertawa bersama seakan melepas beban tugas-tugas kuliah yang selama ini mereka rasakan
Setelah 6 jam diperjalanan. Kini mereka sudah sampai di area hutan sebagai jalan menuju rumah milik orang tua Aldan. Tidak ada satupun kendaraan yang melewati hutan itu kecuali mobil yang mereka kendarai
Hutan itu masih sangat asri, pohon-pohon tinggi yang berada di kanan kiri jalan membuat sinar matahari tak bisa menembus seutuhnya. Dilengkapi dengan cuaca gerimis yang membuat jalanan sedikit basah serta angin yang berhembus cukup kencang
Awalnya tidak ada satu hal yang terjadi. Hingga tiba-tiba mereka menabrak seekor kucing hitam.
Karena Vito terkejut dengan kejadian itu, dia sempat membelokkan mobilnya dan hampir menabrak pohon, tetapi untungnya Vito segera menginjak rem. Sehingga mobil tidak sampai menyentuh batang pohon yang mungkin hanya berjarak 10 cm didepan mereka
"Astaghfirullah.... untung aja ya allah untuungg masih selamat.. Alhamdulillah" ujar Zelda
"Aduuhh... gimana nih kucingnya" ucap Nesya
"Kitaa kubuurr laahh" ujar Vito
Merekaa segera menghampiri kucing yang tubuhnya sudah dipenuhi darah. Lalu mereka berusaha mencari kain yang mungkin ada disekitaran hutan. Sampai akhirnya Arin berhasil menemukan kain putih lusuh disekitaran pohon
Mereka lalu menguburkan kucing itu bersama-sama. Setelah menguburkan kucing itu mereka tak langsung melanjutkan perjalanan, tetapi mereka merenungkan kejadian itu. Mereka takut akan terjadi sesuatu kedepannya
"Hhmm.. hati-hati napa sih Vit kalau nyetir" tegur Aldan
"Aku udah hati-hati Al. Kucing nya aja yang tiba-tiba nyebrang gitu aja" ujar Vito
"Kalian tau kan tentang mitos menabrak kucing. Itu bakal terjadi sesuatu yaang...." ujar Arin terputus
"Cukupp Rin... nggak usah dilanjutin, ini itu hutan. Nggak seharusnya kita ngomong sesuatu yang buruk" ucap Zelda dengan nada membentak
"Iya iya Zel. maaf... nggak lagi deh" kata Arin
__ADS_1
"Yasudaah sekarang kita mending lanjutin perjalanan lagi deh... jangan malah bertengkar kayak gini. Nggak ada gunanya" pungkas Arin sambil membuka pintu mobil
Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan dan Aldan menggantikan Vito sebagai pengemudi mobil tersebut. Karena Vito masih tidak tenang memikirkan kejadian tadi
Dua jam sudah mereka melewati hutan itu, hari sudah beranjak sore, tapi mereka tak kunjung sampai di rumah orang tua Aldan.
"Al.. katanya cuma 30 menit. Ini sudah dua jam lo kita muter-muter hutan ini terus" ucap Zelda
"Akuu juga nggak tau, ini udah bener kok jalannya. Tapii aku juga bingung kenapa nggak sampai-sampai" ujar Aldan
"Ini mah fix nih karena tadi kita nabrak kucing" kata Arin
"Kamu kalau nggak bisa diem, aku turunin nih" ancam Nesya
"Hehehe iya iyaaa. candaa gaess" celetuk Arin
Kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, tapi mereka masih berputar-putar di hutan itu. Padahal jalanan dihutan itu tidak memiliki cabang, tapi mereka bisa berputar-putar selama 3 jam lamanya
*Hingga tiba-tiba
"Awass Aall" teriak Arin yang duduk disamping Aldan
"Aaahhhh" ujar Aldan menghentikan mobilnya
Mereka terkejut karena ini kedua kalinya mereka menabrak kucing
"Aldaannnn....." ujar Zelda sambil keluar mobil
"Sumpaah aku nggak lihat ada kucing" kata Aldan
"Aaahhh dua kali nihhh" ucap Vito
Mereka kembali mencari kain sekitaran hutan. Cukup lama mereka mencari sampai akhirnya menemukan kain berwarna kuning yang sudah lusuh dan sobek-sobek. Mereka kemudian membungkusnya dan menguburkan kucing itu
Hal ini membuat mereka sempat tidak berani melanjutkan perjalanan.
"Mending kita balik aja deh. Kita emang sebenernya nggak dibolehin kesini" ucap Vito
__ADS_1
"Hee kita sudah jauhh Vit, malahan kita seharusnya sudah sampai. Dan kamu minta buat balik? Nanggung Vit" kata Nesya
"Pertanda apa ini sebenarnyaa" batin Zelda sambil mengerutkan dahinya
"Kitaa yang seharusnya sudah sampai dari tadi. Malah masih disini-sini aja. Mana udah mau maghirb lagi. Dan aneh nya disini sama sekali nggak ada kendaraan lewat" ujar Aldan
"Mending kita tunggu shalat Maghrib dulu deh sekalian, trus kita baru nglanjutin perjalanan" saran Zelda
"Kita wudhu pakek air minum sisanya tadi kita buat wudhu waktu shalat ashar aja" ujar Nesya
"Yaahh minumnya habis dong, padahal kan kita bawa galon buat cadangan minum kita" ucap Arin
"Udahlaahhh disana banyak yang jual air minum kok. Nggak usah khawatir" kata Aldan
*Adzan Maghrib
Suara Adzan terdengar dari gadget Vito. Mereka segera bergantian wudhu dan menunaikan shalat di dalam mobil
Hari sudah semakin gelap, tak ada penerangan satupun yang ada di hutan itu. Padahal jalannya sudah memadahi untuk dilewati kendaraan. Keadaan itu semakin membuat hutan terasa angker.
Mereka segera melanjutkan perjalanan dan berdoa bisa menemukan rumah orang tua Aldan dengan cepat.
Ditengah jalan, keadaan benar-benar sepi. Pohon-pohon yang tadi terlihat indah kini terlihat seram. Mereka takut akan bertemu dengan makhluk tak kasat mata. Aldan mengemudikan mobilnya lebih cepat tetapi tetap dengan tenang. Mereka semua mengucap doa dalam mulutnya dan tak berani mengatakan hal yang tidak-tidak
Suara dari dalam mobil sangat sunyi, tidak ada satupun yang mengeluarkan suaranya. Sampai tiba-tiba radio yang tadinya mati malah mengeluarkan sebuah lantunan sinden jawa yang suaranya membuat suasana semakin merinding.
Nesya dan Zelda yang duduk dibelakang saling berpelukan, takut akan ada sesuatu yang menggangu perjalanan mereka
Aldan dengan tangan gemetar mematikan radio itu. Dan untungnya radio itu tidak berbunyi lagi. Sampai akhirnya Aldan membuka pembicaraan dengan menceritakan keangkeran hutan itu
"Nih hutan memang angker, bukan cuma kita yang dibuat tersesat kayak gini. Sudah banyak korbannya, bahkan ada yang sampai tidak bisa keluar. Padahal kalau normalnya ini hutan tuh cuma 30 menit aja" kata Aldan
"Hhhmm namanya juga hutan, pasti didalamnya banyak misterinya" ucap Nesya
"Udah-udah... kita mending terus berdoaa jangan berpikir yang aneh-aneh, jangan mengucapkan sesuatu yang buruk, jangan pernah membicarakan tentang makhluk yang berbeda alam dengan kita" ujar Zelda
"Aku nggak nyangka bakal kejadian seperti ini. Tapi aku yakin banget, kita menabrak kucing dua kali itu jadi suatu pertanda buat kita" ucap Arin
__ADS_1
"Iyaa aku tau Rin.. sudah yaa jangan berpikiran yang aneh-aneh" pungkas Zelda
Mereka terus berdoa bersama-sama. Sedangkan Aldan masih berusaha mencari jalan keluar dari hutan itu