Last Birthday

Last Birthday
Eps 3


__ADS_3

Setelah lama diperjalanan, akhirnya mereka sampai di restoran atas bukit itu. Zelda sangat terpakau dengan pemandangan nya yang indah. Hal itu membuat Zelda menjadi jauh lebih tenang dari sebelumnya


Vito merasa senang karena Zelda sudah bisa tersenyum setelah melihat pemandangan di restoran itu


"Ayoo cari tempat duduk dulu" ajak Vito


"Aku mau yang disitu. Bisa liat pemandangan nya" pinta Zelda


"Iyaaa okedee. Mari tuan putri ku" celetuk Vito


"Iihhh apaan sih heheh" ujar Zelda dengan pipi memerah


*Setelah itu


Mereka segera memesan makanan dan minuman. Vito memanggil salah satu waitress yang ada di dekatnya


"Mbak kami mau memesan makanan" ucap Vito


"Iyaa silahkan" kata waitress sambil memberikan buku menu


Zelda memesan makanan kesukaannya yaitu Chicken Steak dan Vito juga memesan makanan kesukaannya yaitu Chicken Cordon Bleu. Untuk minuman mereka sama-sama memesan Cappucino Latte


*Setelah menunggu cukup lama


Akhirnya pesanan mereka datang diantarkan oleh waitress tersebut.


Ketika sedang makan, Vito ingin segera menanyakan kepada Zelda tentang sesuatu yang dialaminya, tetapi Zelda masih lahap menyantap makanannya. Vito jadi tidak ingin membuat nafsu makan Zelda hilang lagi jika ia menanyakan hal yang membuat Zelda menjadi kepikiran.


Mereka dengan asik menyantap makanan sambil berbincang-bincang soal kuliah mereka. Zelda sangat mensyukuri karena bisa satu kampus dengan pacarnya itu. Mereka bahkan sudah merencanakan untuk liburan bersama dengan teman-teman lainnya ketika sudah lulus nanti.


Tak terasa satu jam telah berlalu. Makanan yang tadi dihidangkan di atas meja kini sudah habis. Hanya tersisa minuman yang tinggal setengah gelas. Vito mulai mencoba memberanikan diri untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Zelda


"Zel.." panggil Vito


"Eemm..??" Jawab Zelda sambil minum dan melihat pemandangan


"Kamu kenapa sih ? Katanya tadi mau cerita. Aku udah kepo nih" tanya Vito

__ADS_1


Zelda awalnya hanya menatap Vito dengan penuh keraguan. Zelda merasa bimbang, harus menceritakan mimpinya atau memendamnya sendirian.


5 menit Zelda hanya terdiam dan tidak memberikan jawaban pada pertanyaan Vito. Hingga pada akhirnya Zelda memutuskan untuk menceritakannya pada Vito dan segera membuka pembicaraan itu


"Okee.. aku bakal ceritain semua ke kamu"


"Jadi... aku semalem bermimpi di hari ulang tahunku. Awalnya semua tampak bahagia, tidak ada yang aneh di acara ulang tahun ku. Sampai tiba-tiba datang orang misterius yang mengatakan bahwa aku akan mati" ucap Zelda terhenti


Dia menghela nafas sebentar untuk tetap mengontrol pikiran nya agar tidak ketakutan lagi soal mimpi itu


"Dan setelah itu, kamuu Vit.. kamu justru membantu orang itu untuk membunuh aku. Yaa.. di mimpi itu kamu membiarkan dia menusuk punggung ku. Dan setelah punggungku tertusuk, kamu melepaskan dekapan kamu begitu saja" lanjut Zelda


Vito terdiam sejenak setelah mendengar cerita itu.


*Kemudiaan...


"Itu cuma mimpi Zel. Mimpi kan cuma bung......" Ucap Vito yang terputus


"Vitt... Dengerin aku" sahut Zelda


"Iya aku tau mimpi itu cuma bunga tidur. Tetapi terkadang mimpi juga punya arti Vit. Ini memang bukan pertama kali aku mimpi buruk. Tetapii baru mimpi ini yang benar-benar menghantui pikiran ku. Aku juga sering melihat wajah orang misterius itu yang tiba-tiba ada di sekitar ku. Bagaimana jika dia memang berniat membunuhku? Bagaimana jika kamu memang bersekongkol dengan dia?" Ujar Zelda yang matanya sudah mulai berkaca-kaca


"Hhmm... Semogaa nggk terjadi apa-apa kedepannya" ucap Zelda yang sudah mulai meneteskan air mata


"Sekarang udah ya. Nggk usah mikirin lagi mimpi itu. Aku nggak mau kamu sakit cuma karena mimpi seperti itu" ujar Vito


"Iyaaa siap" kata Zelda


"Janji ?" Vito mengangkat jari kelingkingnya


"Iyaaa janjiii sayaang" Zelda melingkarkan kelingkingnya di kelingking Vito


"Zel.. aku nggak mau kamu jadi kepikiran sama masalah yang datang nya cuma dari mimpi. Kamu inget kan gimana usaha kamu bisa masuk ke universitas ternama ini dengan jalur beasiswa? Aku nggak mau mimpi itu jadi pengganggu konsentrasi kamu untuk terus meraih beasiswa. Dan aku juga nggak mau kamu tiba-tiba sakit cuma karena masalah ini" ujar Vito sambil mengusap air mata Zelda


"Iya Vit.. kamu bener. Nggak seharusnya aku mikirin mimpi itu. Hhmm(sambil senyum). Makasih yaa kamu memang orang yang paling bisa nenangin aku. Aku beruntung punya kamu" kata Zelda sambil tersenyum manis


"Naah gitu dong. Senyuumm. Jadi suka kan liatnya hahaha" ucap Vito

__ADS_1


"Tapi Vit.. aku udah 2 kali ngelihat orang yang ada di mimpi ku itu. Diaa natap nya serem lagi. Kan aku jadi berpikir yang aneh-aneh"


"Mungkin itu hanya perasaan kamu aja. Karena kamu terlalu memikirkan mimpi itu. Bisa aja itu cuma orang biasa yang kebetulan lewat di dekat mobil aku" Vito menenangkan Zelda


"Hhmm iya mungkin ya" pungkas Zelda


Zelda sudah terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Tetapi dalam hatinya, ia sebenarnya masih ingin meyakinkan Vito bahwa yang ia lihat itu benar nyata adanya bukan hanya halusinasi


"Sudahlah, sekalipun aku mengatakan bahwa dia orang yang benar-benar ada dalam mimpiku ke Vito. Vito juga tetap kekeh bahwa itu hanya halusinasi. Lebih baik aku diam saja daripada memperumit keadaan" ucap Zelda dalam hatinya


Akhirnya setelah selesai berbincang-bincang. Mereka bergegas untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin sore.


Matahari juga sudah memunculkan sinar senjanya yang tampak indah dipandang mata.


*Setelah sampai di rumah


"Sudah yaa. Aku pulang dulu. Ingeet besok ada kuliah pagi jam 8. Aku jemput" ujar Vito


"Iyaa siap bos. Jangan lupa jugaa besok dateline tugas. Dikerjakan tuh tugasnya" celetuk Zelda


"Yeee... Jangan ngejek kamu ya. Tugasku sudahh selesai dong. Kan aku sekarang udah jadi rajin. Berkat sering diomelin sama pacar bawelku ini" kata Vito sambil mencubit pipi Zelda


"Iihh apaan sih Vito. Sakit tauu" ujar Zelda sambil mengelus pipinya


"Eeh sudah dateng nih pasangan raja dan ratu" canda mama Zelda


"Ihh mama jangan gitu ihh" ujar Zelda malu-malu


"Hhmm(mama Zelda tersenyum). Ini ada kue buat kamu. Bawa pulang ke rumah ya" kata mama Zelda


"Waahh tante ngrepotin aja. Makasih ya tante. Kalau gitu Vito langsung pamit pulang aja"


Kemudian Vito menyalami mama Zelda


"Hati-hati ya Vito" ujar mama Zelda


"Hati-hati... See you tomorrow" pungkas Zelda

__ADS_1


Vito segera menuju mobil dan kemudian pulang ke rumahnya. Rumah Vito juga tidak jauh dari rumah Zelda, hanya berjarak 15 menit saja


__ADS_2