Last Heart

Last Heart
Unboxing


__ADS_3

Fio memilih duduk diatas kasur setelah ia bersih-bersih badan sebelum tidur,matanya tak henti melirik ke pintu kamar mandi yang mengeluarkan suara gemericik air.Menandakan sedang ada yang mandi.


Ceklekk


Terdengar pintu kamar mandi dibuka dari dalam,disusul dengan seorang Laki-laki yang keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.Celana pendek diatas lutut dan kaos hitam yang pas ditubuh menjadi pakaian yang ia kenakan malam ini.


''Mau makan dulu?'' Fio yang mendapat pertanyaan dari Reza hanya bisa menggeleng,Entah mengapa tiba-tiba ia tak bisa menjawab pertanyaan segampang itu.Mendadak mulutnya tidak bisa dibuka.


Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka,Reza memilih duduk di sofa dikamar itu untuk bermain hp,ada sesuatu yang harus ia cek.Sedangkan Fio masih duduk dikasur entah memikirkan apa.Kadang matanya juga melirik kearah sofa yang sedang diduduki oleh laki-laki yang menjadi suaminya yang baru sah beberapa jam ini.


Reza yang sudah selesai dengan pekerjaannya, mendongak guna melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Fio.Pandangan mereka bertemu,selang beberapa detik Fio memilih mengalihkan pandangannya kesudut kamar yang lainnya.


Melihat itu Reza sedikit merasa bersalah karna telah mendiamkan Fio untuk urusan kerjaan,padahal mereka baru saja sah.


Reza memilih menghampiri Fio dan duduk didepan gadis itu.Melihat itu Fio merasa jantungnya berdebar tidak normal.Bayang-bayang malam pertama melintas dipikirannya.


''Kenapa hmm?'' tidak mendapat jawaban dari gadis yang sekarang menjadi istrinya,Reza menghela nafas.Mengambil sebelah tangan kanan Fio untuk digenggam.


''Maaf,gara-gara Saya kamu jadi merelakan masa muda kamu buat nikah sama Saya.''


''Egh.Enggak kok.Ini kan dijodohin sama orang tua kita Kak.'' ujar Fio mengubah panggilan dari Bang menjadi Kakak.Itu semua diluar kendali otaknya,yang keluar dari mulutnya bukanlah keinginannya.


''Hey,hadap sini.'' Reza mengangkat dagu Fio untuk menghadap kearahnya.


Pandangan mereka bertemu,wajah Fio memerah karna itu.Reza tersenyum tipis melihat wajah malu-malu gadisnya.


''Kamu sekarang kewajiban Saya,hak kamu mendapat nafkah lahir dan batin dari Saya.Apa yang kamu butuhkan tolong sekarang minta ke Saya jangan ke Orang tua mu lagi.Saya bukan melarang kamu berhubungan dengan Orang tua mu,tapi dalam hal ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai,..emm suami.'' ujar Reza membuat pengertian untuk gadisnya,dari tadi pandangannya tidak teralihkan dari mata gadis didepannya.Walaupun untuk mengucap kata terakhir sedikit ragu karna ini hal yang baru baginya.


''Emang Kakak kerja?'' Fio yang sadar dengan pertanyaan yang keluar dari mulutnya,kembali dibuat malu.ia merutuki mulutnya yang asal ceplos aja.


Reza tersenyum mendengar pertanyaan gadisnya.ia tahu pertanyaan itu pasti akan keluar dari mulut Fio,kapan pun itu.


''Saya kerja di perusahaan Papa.''


''Emang nggak capek Kak?kan kakak juga masih sekolah.''

__ADS_1


''Enggak papa,yang penting bisa menafkahi keluarga kita dari usaha Saya sendiri.'' jawab Reza mencolek hidung Fio.


Mendengar itu Fio tidak bisa menahan senyumnya. Sedangkan Reza mengangkat tangannya untuk mengusap pipi Fio berlanjut ke sudut bibir Fio yang masih mengembangkan senyum.


''Cantik.''


Fio kembali tersenyum malu-malu.Reza kembali mengusap pipi dan berlanjut dibibir bawah Fio,mengusapnya secara sensual.Mata Reza tak lepas dari itu.


Fio mendapat perlakukan seperti itu hanya diam dengan detak jantungnya menggila.


"Boleh?''.Fio kembali menganggukkan kepala untuk menjawab Reza.Fio tidak mampu menolak,laki-laki didepannya ini adalah tipe idamannya.


Mendapat persetujuan dari Fio Reza menempelkan bibinya ke bibir Fio.Selama beberapa detik tak ada pergerakan dari keduanya,Reza melanjutkan dengan menggerakkan bibir itu.Menggigit bibir bagian bawah agar Terbuka.


Fio tanpa sadar menahan nafasnya,tangannya beralih ke sisi tubuh Reza untuk mencengkram baju Reza.


Tak tinggal diam,tangan Reza sebelah kiri berada di pinggang Fio untuk merengkuh tubuh gadisnya supaya semakin dekat dengannya.


Tangan kanan Reza semula berada di pipi beralih ke tengkuk sang istri guna menekan tengkuk Fio agar ciuman mereka semakin dalam.Ini semua terjadi secara alamiah pada naluri seorang Reza yang notabenenya seorang pria sejati.


Fio mencoba menyeimbangi permainan Reza.Hal yang sangat baru baginya.Membuka mulutnya membiarkan lidah Reza mengabsen gigi-giginya.Untuk saja sudah gosok gigi tadi.


eughhh...


Sial.Sudah ditahan bagaimana pun suara lenguhan itu tetap saja lolos dari bibirnya.


Reza kembali merengkuh tubuh Fio untuk semakin dekat dengannya.Tangannya menyusup ke baju belakang Fio untuk mengusap punggung mulus Fio tanpa terhalang apapun lagi.


Reza baru melepaskan bibir mereka setelah merasa Fio dan dirinya kehabisan nafas.


Reza mengangkat tubuh Fio agar berada di pangkuannya,Untuk beberapa saat tubuh Fio menegang karna berada di keadaan yang cukup ekstrim baginya.


Merasa dapat menyesuaikan tempat walau jantungnya tetap menggila,Fio refleks mengalungkan tangannya dileher Reza agar tidak jatuh.


Ia memberanikan diri mendongak untuk melihat seorang yang sudah membuatnya terbang malam ini.Dan ternyata Reza juga sedang memandangnya,jarak wajahnya dan wajah reza mungkin hanya satu jengkal.

__ADS_1


Reza menempelkan jidatnya ke jidat Fio,disusul dengan hidung mereka yang saling menempel.Reza sempat menggesekkan hidung mereka dan itu membuat Fio sedikit geli.Mungkin ini akan jadi Favoritnya.


''Jika Saya meminta hak Saya malam ini,apa kamu siap?''


Mendengar pertanyaan itu membuat tubuhnya panas dingin,jujur ia sangat takut.Tapi mau bagaimana lagi,Fio harus siap kapan pun itu.


''Iya.'' jawab Fio dengan suara kecil seperti bergumam.Untungnya Reza mendengar.


Kembali saling menempelkan bibir,berlanjut dengan Reza yang memberi pergerakkan pada bibirnya agar bibir sang gadis terbuka.Dalam posisi bibir masih saling bertaut.Reza mengangkat Fio refleks Fio mengapit pinggang Reza dengan kedua kakinya agar tidak jatuh,Reza menggendongnya seperti koala.


Setelah kurang lebih lima menit Reza menjatuhkan tubuh Fio keatas kasur.


Gubrakk...


"Ashhhh.Huaaa pantat gue."


Kaget dengan keadaannya yang jatuh ke lantai dari atas kasur,Fio langsung beranjak kembali merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


"Sialan mimpi apa tadi gue."


"Gila gila,Gue mau di unboxing."


Melihat pada celah jendela keadaan diluar masih gelap,Fio melihat jam dan ternyata masih jam setengah lima.Fio memilih untuk tidur lagi.


Sekitar dua puluh menitan memejamkan mata tetap saja ia tak bisa kembali tidur.


"Sialan,gue kepikiran terus." Fio memutuskan untuk duduk.Saat duduk pun mimpi itu terputar dengan jelas di otaknya.


Tersadar dengan lamunannya,Fio kembali ngedumel tidak jelas.ia memutuskan untuk beranjak dari kasur untuk mandi.


...----------------------...


...Huaaa nungguin apa hayooo........


...Enggak ada begituan yaa,this not 1821+ oke?! wkwk...

__ADS_1


...Jangan marahhhh,...


...Mending like and comment๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™...


__ADS_2