
Malam ini terlihat cerah sebab ada bulan purnama yang menggantung di langit sana yang ditemani oleh bintang-bintang yang memamerkan keindahan nya.
Sedang didalam kamar yang bernuansa Abu-abu dua Remaja laki-laki sedang bermain PlayStation biar lebih gampang sebut aja PS.Dua remaja itu tak lain adalah Kenzi dan Angga.Mereka sedang berada didalam kamar Kenzi.
Mata dan jari mereka memang memainkan game yang berada dilayar tv,tapi mulut mereka sedang tidak membicarakan hal yang bersangkutan dengan game.Tidak sama sekali.
Mereka sedang membahas sesuatu yang kadang akan membuat mood laki-laki bertambah atau berkurang.Akan senang atau sedih.Akan baik atau jahat.Apalagi kalau bukan tentang cewek.
Dan tentu saja Kenzi akan menceritakan kejadian yang dia alami didalam angkot tadi sewaktu pulang dari sekolah.Perkenalan singkat untuk si cewek,tapi bukan bagi Kenzi.
''Lo emang harus mulai pdkt secara terbuka.''
''Apaan terbuka kek pemilu aje.''
''Terbuka tertutup terbuka tertutup....'' Angga malah bernyanyi lirik lagu yang lagi viral.Sedangkan kedua telapak tangannya dia satukan.Kadang juga ujungnya ia buka.dan diulang-ulang.
''Serius ajg.'' umpat Kenzi melihat kelakuan sahabatnya.
Mendengar itu Angga langsung menghentikan nyanyiannya dan menengok kearah Kenzi,dia berkata. ''Lah kok ngamuk.''
''Nyesel gue nyuruh lo kesini,dari tadi bikin gue emosi aja.'' ujar Kenzi pindah keatas kasur,meninggalkan Angga yang sedang ngupil.
''Emang gini orang lagi jatuh cinta,orang nggak salah malah disalahin.'' Angga juga beranjak dari tempat main PS nya ke atas kasur menyusul Kenzi.
''Jorok anjirrr.'' umpat Kenzi lagi.Karna bajunya buat lap jari telunjuk yang Angga buat ngupil tadi.
''Tu kan,gue nggak ngapa-ngapa loh.''
''Nggak ngapa-ngapa upil lo rontok.Pulang sana.'' usir Kenzi pada Angga.
''Jangan usir aku mas,aku masih butuh nafkahmu'' ucap Angga mendramatisir.
''Jijik.''
''Sungguh tega sekali engkau kepada daku.''
''Anjing,pulang nggak lo.'' umpat Kenzi lagi sambil melayangkan bantal.Sepertinya malam ini Kenzi akan banyak mengeluarkan kata yang tidak pantas.Astagfirullah.
''Gue tidur sini.'' tidak peduli dengan Kenzi yang marah-marah tidak jelas,Angga memilih bermain hp sambil rebahan dikasur.
''Terserah lo.'' Kenzi memilih untuk mengalah keluar dari kamar untuk mencari makanan didapur.Ngomong kasar ternyata menguras tenaga juga ya.
...****************...
Sepulang dari sekolah Fio langsung bersih-bersih dilanjut rebahan.Ini semua sebab ia naik angkot.Jadi hawanya terasa panas.
Saat baru enak-enaknya rebahan,ada yang mengetuk pintu kamar dari luar.Dan disusul suara memanggil nama Fio.
''Masuk aja mam,nggak dikunci.''
''Fio,besok calon suami mu mau kerumah.'' ujar Mama Shinta setelah membuka pintu kamar.
__ADS_1
''Lah,jadi nikah?'' jawab Fio masih memejamkan matanya.
Mendengar jawaban anaknya Shinta jadi gemas sendiri.''Jadi sayang,nanti malem ikut Mama cari baju buat kamu.''
''Iyaa mam.'' jawab Fio lesu.Ternyata mau berharap bagaimanapun pernikahannya akan tetap dilaksanakan.
Dipikir-pikir mau kabur juga percuma.Saudara Fio rumahnya jauh-jauh dari rumah Fio.Mau nggak mau emang harus menerima dengan lapang dada.
...****************...
Malam sudah tiba.Saat ini Fio dan Mamanya sedang berada di sebuah butik.
Ternyata agenda besok adalah perkenalan dan lamaran.Fio juga baru tau saat perjalanan menuju butik.Itu pun Fio yang bertanya.Coba kalau Fio nggak tanya.Besok pasti bakal shock,kejang-kejang ataupun tremor.
''Nih kamu pilih yang mana?'' Shinta menyerahkan beberapa hanger baju yang sudah dipilihkan.
''Nggak mau,kayak ibu-ibu.''
''Kalau yang ini gimana?''
''Nggak,terlalu tertutup.''
''Iwh seksi banget.''
''Kurang panjang mam.''
Banyak pilihan yang diajukan oleh Mama Shinta,tapi satu pun tidak ada yang Fio suka,walaupun itu cocok jika dipakai oleh Fio.
''Mama gimana sih,udah pesan tapi masih nyuruh Fio milih.''
''Nggak papa,siapa tau ada yang pas buat kamu.''
''Ish.''
Setelah menerima pesanan dari pegawai butik,Mama Shinta langsung menyerahkan keada Fio untuk dicoba.''Udah nih kamu coba dulu sana.''
''Mam.'' Fio menunjukkan apakah baju itu cocok jika ia pakai kepada Mamanya.Pasalnya menurut Fio ini sangat bagus.
''Cocok banget sayang,kamu cantik.''
Setelah Fio berganti baju,Mama Shinta langsung mengajak pulang karna hari sudah semakin larut.
Langsung saja Fio memesan taksi online,karna berangkat tadi juga mengandalkan jasa taksi online.
Saat di perjalanan menuju rumah, Mama Shinta sebagai ibu yang akan ditinggal nikah oleh anaknya,akan menasehati sedikit untuk bekal nanti saat menjadi istri.
''Besok kalau udah nikah,kamu yang nurut sama suami.Jangan bantah apa perkataan suamimu.Karna besok surgamu bukan di Mama lagi,tapi udah di Suami.''
''Kok mama ngomong gitu sih.'' Fio yang asik melihat ke luar kaca mobil langsung menengok ke Mamanya,matanya sudah berkaca-kaca.
''Layani suamimu didapur maupun dikasur.Kalau lagi beda pendapat sama suami,sebisa mungkin masih tetap layani karna itu kewajibanmu.''
__ADS_1
''Hua nggak mau ninggal Mama.'' tangis Fio pun pecah.Shinta langsung menarik kedalam dekapannya.
''Mama sama Papa udah ikhlas.''
''Kalau suami Fio nggak sebaik yang Mama bilang gimana?'' Fio mendongak ingin mendengar jawaban Mamanya.
''Mama jamin dia baik,Insyaallah bakal ngasih kamu nafkah lahir batin.''
''Dia beneran kaya?''
''Kamu ini.'' refleks Shinta menyubit lengan anaknya.
''Sakit Mam,kan Fio nggak mau dikasih makan batu.'' ujar Fio cemberut.
''Asal kamu masak yang enak,layani dia selayaknya suami.Kamu nggak bakal makan batu.''
''Ihh masakan Fio kan emang enak,Fio bisa masak tau.'' Fio memang bisa masak,karna dia sering membantu Mamanya didapur.
''Mama tau kamu bisa masak walau itu-itu aja.''
''Ish Mama.''
''Lah,Mama bener kan?''
''Iya juga sih.''
''Sudah sampai bu.'' Percakapan Ibu dan anak itu dipotong oleh sang supir taksi yang memberitahu bahwa mereka sudah sampai.Sangking seriusnya mengobrol sampai tidak sadar jika sudah didepan rumah.
Shinta menyerahkan nominal yang harus dibayar.''Terimakasih pak.''
Setelah transaksi selesai Fio dan sang Mama turun dari mobil menuju pintu rumah.
Tak ada percakapan setelah itu,pasangan anak dan ibu itu langsung memilih ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih dan beristirahat karna malam semakin larut.
...****************...
''Heh lo nanti malem kerumah gue ya.'' ujar Fio tiba-tiba.
Dikelas sedang jamkos,gurunya ijin ada acara diluar.Tapi entah kenapa tidak ada tugas maupun guru yang menggantikan.Toh murid-murid lebih senang jika free seperti ini.
''Sorry nggak bisa,gue udah ada acara sama bokap nyokap.'' jawab Lisa dengan raut menyesal.
''Yah,terus siapa dong yang nemenin gue.'' rengek Fio yang matanya sudah berkaca-kaca.
''Sorry banget Fi,gimana dong gue nggak bisa ninggalin acara ini.''
''Ah males ah,Lo mah gitu nggak ngertiin gue.'' Fio menelungkupkan kepalanya diatas meja.
Udah dulu ya gessss,
Lanjut yuuuuu
__ADS_1
Jangan lupa like and commentππππ