
Pagi hari yang sedikit mendung,disekolah saat ini sangat ramai karna 10 menit lagi bel masuk berbunyi.Cuaca yang tak mendukung tak membuat siswa maupun siswi memilih untuk tidak berangkat sekolah.Semua yang berada diluar kelas berjalan dikoridor menuju kelas mereka masing-masing.
Akan tetapi berbeda dengan Fio dan Lisa yang masih berada dimobil dalam perjalanan menuju sekolah.Ini semua disebabkan oleh Fio yang lupa tak membawa seragam saat menginap dirumah Lisa.Alhasil harus menunggu orang suruhan Mamah Shinta mengantar seragam kerumah Lisa.
Sama halnya dengan Reza,Abangnya Lisa.Dia juga harus terkena imbasnya karna sahabat dari adiknya itu.Lisa yang harus berangkat bareng Reza,mengharuskan dia menunggu dengan perasaan yang tentu saja sangat sebal.
Mereka mengebut,oh tentu saja Reza yang mengendarai mobil.Untung saja mereka tidak terjebak macet.
Reza adalah seorang murid yang disiplin.Telat baginya adalah hal sangat dihindari.Apalagi dia sekarang duduk dibangku kelas 12.Reza tak akan membiarkan absensi dikelas 12 jelek,karna ini akan masuk kedalam nilai raport.
Padahal telat sekali saja raportnya akan aman-aman saja.oh tentu jelas,nilai-nilai mata pelajaran yang akan membantu dia.
"Kalo kita telat,Lo ya Fi yang harus dihukum.Ogah gue." ucap Lisa bermuka dongkol.
"Ya enggak lah enak aja.Kita kan nanti telat bareng-bareng."
Sedangkan Reza sedang fokus menyetir mobil dengan sangat cepat,mengabaikan ocehan 2 gadis yang ada didalam mobilnya.
Bel berbunyi saat mereka tiba diparkiran.Jika telat beberapa detik saja mereka tentu bisa dihukum.Beruntung Reza bisa mengejar waktu tersebut.
"Makasih bang Reza dan maaf hehe." ucap Fio yang merasa bersalah.Sedangkan Reza hanya meliriknya saja.
Setelah turun dari mobil Lisa langsung menarik Fio untuk berjalan kekelas.Bukan karna Lisa takut telat tapi ini demi bang Reza yang melihat bahwa dirinya adalah siswi baik.Pencitraan.
"Kenapa buru-buru sih Lis." seru Fio dengan nafas tersengal.
"Ayo dong cepetan." Lisa tak memperdulikan keluhan Fio terus berjalan cepat.
Dirasa dirinya dan Fio sudah tak terlihat oleh bang Reza.Lisa langsung mengurangi kecepatan berjalannya,tidak buru-buru lagi.
"Lah udah?kita belom sampai kelas loh ini.'' Fio menatap Lisa dengan bingung.
"Udah nggak ada bang Reza.Jadi santai aja." ucap Lisa sambil berlalu dari Fio yang masih ngos-ngosan.
"Etdah,kenapa emang?" seru Fio mensejajarkan langkahnya dengan Lisa
"Gua ada perjanjian sama bang Reza.Kalo gue bisa jadi murid baik tanpa masalah sebulan bakalan dibeliin mobil." kata Lisa santai.
"Wihh boleh banget tuh,enaknya punya abang macam bang Reza." seru Fio.
__ADS_1
"Gue nggak punya abang,tapi kalo suami kaya bang Reza nggak papa Ya Allahh." lanjut Fio yang membuat Lisa tersedak ludahnya sendiri.
"Busett,bang Reza disiplin banget loh.Lo yang suka ngereog gini mana tahan." kata Lisa menghentikan langkahnya sambil melihat dari bawah sampai atas tubuh Fio.
"Gue gini-gini karna deket loh ya-'' seruan Fio terpotong sebab melihat pak Joko guru killer yang akan masuk kekelas mereka.
"Woy ada pak Joko,buruan Fi." seru Lisa kembali berjalan dengan cepat.
"Eh tungguin dong Lis." Fio pun segera menyusul sahabatnya itu masuk ke kelas.
"EYY,Kalian kenapa baru masuk?" selidik pak Joko didepan kelas.Sial sekali mereka padahal sudah dikebut tapi tetap saja berpas-pasan dengan guru killer tersebut.
"Hehe Tadi itu pak,Fio kebelet jadi nemenin dia dulu." jawab Lisa cengengesan sambil menunjuk Fio.
"Iya pak,perut saya tadi sakit banget,jadi harus kekamar mandi dulu."
''Kalian ini selalu banyak alasan." Pak Joko yang sudah sangat hafal dengan mereka berdua pun hanya geleng-geleng kepala.
"Yaudah sana masuk." mereka berdua pun masuk setelah diizinkan oleh Pak Joko.
Bel istirahat akhirnya berbunyi,Lisa mengajak Fio untuk kekantin.''Ke kantin yuk."
"Gas lah,laper gue''
"Ngapain disitu,noh jalan masih lebar." Fio berucap jengkel.sedang matanya menatap koridor yang masih lebar disampingnya.
''Lo berdua nggak usah sok cantik deh." ujar Claudy.
"Lah emang cantik,nggak liat?'' jawab Lisa sambil mengusap rambutnya sendiri.
''Kalian jangan deket-deket sama Reza.'' ucap Claudy berkacak pinggang.Mendengar itu Lisa mengerutkan keningnya tak lama langsung mengeluarkan smirknya.
''Dih terserah kita lah.''
''Males banget gue,ke kantin aja yuk Lis.Pengen muntah gue liat tante-tante." ucap Fio menarik pergelangan Lisa sambil berlalu dari hadapan Claudy.
Tak disangka Claudy yang sudah menyimpan dendam menarik rambut Fio,alhasil Fio kembali mundur beberapa langkah.
Lisa yang melihat sahabat nya dilukai pun tak tinggal diam,dia membalas dengan menampar Claudy.Setelah berhasil melepaskan Fio dari Claudy Lisa pun lanjut menendang kaki Claudy.
__ADS_1
Claudy yang masih merasakan panas dipipi kembali dibuat sakit akibat tendangan Lisa,dia terhuyung kebelakang.Saat Claudy akan bangkit hendak membalas,sebelum itu Lisa sudah kembali menendang perut Claudy,tak terlalu keras tapi cukup untuk membuat Claudy terjatuh kelantai.
Sebelum antek-antek Claudy maju Lisa sudah memberi ancaman.''Lo berdua kalo maju,jangan harap bisa jalan normal lagi."
Fio memilih diam setelah membenarkan kunciran nya,karna dia yakin Lisa bisa menyelesaikan tanpa bantuan darinya.
Para murid yang melintas dikoridor pun menghentikan langkah mereka demi melihat perkelahian.
"Cabut Fi,tambah laper nih gue habis olahraga." Lisa dan Fio melenggang pergi dengan santai seolah-olah mereka tidak melakukan apa-apa.
Setelah sampai dikantin mereka langsung memesan makanan tak lupa minumnya,setelah mendapat apa yang mereka pesan,mereka pun langsung duduk dibangku yang kosong.
"Anjir emang si Claudy,kalo yang tadi ketahuan bang Reza mana jadi gue dibeliin mobil." omel Lisa sambil menyantap makanan nya.
"Ketahuan apa hm?" tiba-tiba ada suara laki-laki yang amat dia kenali,siapa lagi kalau bukan abangnya,Reza.
"Hehe enggak bang,enggak."
"Abang mau makan?nih punya Lisa aja.Lisa pesen lagi." lanjut Lisa menyodorkan makanan nya ke Reza.
''Enggak.Kenapa?'' Reza ini sangat irit omong.Pasti langsung to the point.
"Kenapa apanya.'' mendengar Lisa bertanya kembali Reza hanya diam memandang adiknya.
Lisa yang dilihatin seperti itu,memilih melihat sisi kantin yang lain tak mau bersitatap dengan Abangnya.Sedangkna Fio dari tadi hanya menyimak obrolan kedua Kakak Adik itu,lebih tepatnya sedang melihat ciptaan tuhan yang dekat didepan mata.
Melihat adiknya mengalihkan pandangan,Reza melanjutkan ucapannya."Kenapa tadi berantem?''
''Dia duluan." merasa tak bisa menghindar dari pertanyaan Reza,Lisa memilih menjawab dengan memanyunkan bibirnya.
''Jangan diulangi lagi,kalau nggak perjanjian batal." Reza mengucapkan itu dengan wajah datar tetapi tangannya tak khayal mengusap rambut adiknya.Melihat perlakuan Reza beberapa murid dikantin memekik tertahan.Memang hanya beberapa yang mengetahui kalau mereka itu sepasang Kakak Adik.
Mendengar itu Lisa langsung senang,karna Abangnya masih memberinya kesempatan.
Melihat Lisa yang dielus rambutnya Fio hanya memanyunkan bibirnya karna pengen.Lisa yang melihat perubahan Fio bun bertanya.''Kenapa lo?''
"Pengen juga dielus.'' jawab Fio kelewat jujur,Padahal Reza masih disana.
Mendengar itu Reza tersenyum tipis,sangat tipis sampai tak ada yang bisa melihatnya.
__ADS_1
"Abang ke kelas." pamit Reza berlalu,saat berjalan melewati belakang Fio Reza menyempatkan untuk mengelus puncak kepala Fio.
Para murid dikantin yang melihat itu pun langsung menjerit histeris.Fio yang diperlakukan seperti itu pun langsung mematung.Sedangkan Lisa hanya tersenyum melihat kelakuan Abangnya.