
Sepulang sekolah Fio berniatan untuk mampir kerumah Lisa.Karna mereka berdua memiliki jadwal untuk bermain bersama.Dan tentunya jika ditanya orang mereka akan menjawab "Mau belajar dirumah Lisa.'' .Begitulah mereka.
Saat perjalanan pulang dari sekolah mereka berdua memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu.Kali ini mereka memilih mampir diarea Street Food dari pada membeli makanan di Mall.
"Kita beli apa dulu nih?'' tanya Lisa sambil membenarkan ikatan rambutnya yang mulai mengendur.
"Gue pengen siomay.eh eh batagor aja deh." jawab Fio sambil melihat gerobak-gerobak penjual makanan yang bermacam-macam dan tentunya sangat menggiyurkan.
"Gue beli martabak aja kali ya." kata Lisa setelah ia melihat stand martabak didepan mereka.
"Terus beli es doger." lanjut Lisa.
"Boleh tuh,Kita mencar aja biar gak lama." jawab Fio.
"Tapi nanti esnya beli bareng-bereng ya." Lanjut Fio yang langsung berjalan menuju stand batagor yang ia inginkan.
Sedangkan Lisa juga langsung berjalan menuju stand martabak yang sudah ia lirik dari tadi.Saat ingin memesan ia harus mengantri.Tidak panjang sih,tapi cukup lama jika ia harus menunggu.
"Bang martabak coklat kejunya satu ya." pesan Lisa pada penjual martabak dengan mengacungkan jari telunjuk yang berarti angka 1.
__ADS_1
"Oke neng.Antri dulu yaa" kata penjual martabak memberitahu bahwa antrian yang harus ia tunggu ada sekitar 2 orang.
''Wihh rame bang,semoga penghasilan hari ini banyak,abangnya diberi kesehatan, kekuatan, ketabahan,dan juga umur yang panjang." dirasa ia pasti akan menunggu lama,Lisa pun mengeluarkan jurusnya.
"Iya neng Alhamdulillah,Aamiin."
"Abang kan baik hati udah saya doain.Boleh dong bang saya duluan.Saya buru-buru banget nih.Kayanya itu pesenan sama deh kaya yang saya pesen.'' kata Lisa menunjuk martabak yang akan dibungkus dengan dagunya,tak lupa pula dengan cengiran.
"Eh nggak bisa neng.ini pesanan masnya yang itu." jawab penjual martabak dengan menunjuk laki-laki yang sepantaran dengannya,yang sedari tadi memperhatikan interaksi Lisa dengan penjual martabak.
"Mas boleh nggak eh..anu.. itu buat saya dulu." pinta Lisa pada laki-laki yang kini sedang menatapnya sambil mengangkat alis.
"Iya duluan aja dek." jawab si laki-laki tersebut.
Setelah mendapat persetujuan dari laki-laki pertama yang memesan martabak,Lisa langsung bilang ke penjual martabak.
"Tuh bang udah dibolehin sama mas-masnya,jadi berapa bang?" kata Lisa tak lupa dengan cengiran khasnya.
Setelah penjual martabak menyebut nimonal yang harus ia bayar.Lisa langsung mengeluarkan uang dan menyerahkannya kepada penjual martabak serta diiringi dengan senyumannya yang manis.Tak perlu menunggu lama Lisa langsung pergi untuk mencari Fio.
__ADS_1
"Ehh neng,nengg!" panggil penjual martabak pada Lisa yang sudah setengah mau berlari.Terpaksa Lisa menunda larinya.
"Bentar neng kembaliaannya."
"Udah bang kembaliannya ambil aja,saya buru-buru" balas Lisa langsung meninggalkan penjual martabak.
Tanpa Lisa sadari ada laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya dan dia tersenyum melihat tingkah laku Lisa.Dia rela menunggu lebih lama lagi untuk mendapat pesanan martabak yang sudah ditunggu-tunggu oleh seseorang dirumah.
"Masnya suka ya sama si neng yang tadi." ucap penjual martabak kepada laki-laki tersebut.
"Hehe doainnya ya bang,baru saya usahain ini." jawab laki-laki tersebut yang senyumnya belum luntur sejak kepergian Lisa tadi.
"Aamiin mas.Saran dari saya mas.Perempuan itu dijaga bukan dirusak.Bukan cuma dijaga dari orang lain tapi juga dijaga dari diri kita sendiri." kata penjual martabak yang sementara berubah jadi penasihat.
"Hehe oke bang makasih ya."
"Nih martabaknya mas,gak usah bayar mbak-mbak yang tadi kayanya sengaja ngasih uang banyak buat bayarin mas yang udah disela" kata penjual martabak saat laki-laki tersebut mengeluarkan dompet.
"Aduh bang,masa laki-laki dibayarin sih." jawab laki-laki tersebut sambil menyerahkan uang kepada penjual martabak."Ini bang ambil aja,mungkin ini rezeki buat abang hari ini."
__ADS_1
Setelah tolak menolak penjual martabak mau menerima uang tersebut dan mengucapkan terimakasih.
"Sama-sama bang saya pergi dulu" setelah menerima martabak pesanannya laki-laki tersebut langsung naik keatas motor yang terparkir dipinggir jalan dan ia menyalakan motornya dan langsung pulang.