
"Mam,Pa." panggil Fio kepada kedua Orang tuanya yang ntah berada dimana.
Setelah mencari dibeberapa ruangan,Fio menemukan Mama Papanya sedang bersantai dikamar tidur.
"Kenapa sayang?" tanya Mama Shinta yang melihat putrinya muncul dari balik pintu.
"Fio kerumah Lisa ya Mam,Pa.mau tidur disana." pamit Fio sambil berjalan kearah Orang tuanya untuk mencium tangan.
"Iya boleh,dianter supir ya."
"Iya Mam,Assalamu'alaikum." setelah mengucap salam Fio langsung keluar kamar dan menghampiri pak supir untuk meminta tolong diantarkan kerumah sahabatnya.
"Wa'alaikumusalam." jawab kedua Orang tua tersebut dengan menghela nafas.
"Apa kita batalin aja ya Pa?Mama nggak tega." ucap Shinta yang dibalas gelengan lemas oleh Hendra.
...****************...
Saat perjalanan menuju rumah Lisa,Fio terus memikirkan siapa yang akan menjadi suaminya.Dia berpikir kemungkinan jika suaminya nanti baik ia akan berbahagia dan kemungkinan jika suaminya nanti jahat seperti sinetron yang tadi ia tonton maka ia akan tersiksa.
Setelah perjalanan yang tak terlalu jauh akhirnya Fio sampai didepan gerbang rumah Lisa yang sangat besar.
Pak supir pun membunyikan klakson agar pak satpam keluar untuk membukakan gerbang.Tak ada pertanyaan yang diajukan oleh Pak satpam,karna Fio sudah sangat sering berkunjung kerumah Lisa.
Setelah melewati halaman yang begitu Luas.Fio turun dari mobil tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Pak supir dan langsung menuju pintu masuk.ia memencet bel yang sudah disediakan.
Tak menunggu lama pintu tersebut dibuka oleh seseorang.Tak lain adalah Abangnya Lisa.Yaitu Bang Reza.
"Eh bang Reza." sapa Fio kepada laki-laki didepannya.
"Hm,Lisa ada dikamarnya." ucap bang Reza langsung to the point,mengerti mengapa sahabat dari adiknya ini datang kemari.
Bukan tanpa alasan mengapa Reza yang membukakan pintu,kebetulan ia akan menuju ke teras depan untuk bersantai.
Fio yang sudah hafal dengan tata letak ruangan dirumah ini langsung menuju kamar Lisa.Tanpa babibu ia langsung membuka kamar yang tidak dikunci itu.
Pertama kali yang Fio lihat adalah Lisa sedang rebahan dikasur dengan menonton drama korea yang sedang booming-boomingnya.
Melihat itu Fio langsung menghampiri Lisa dan langsung menjatuhkan diri diatas kasur dengan posisi tengkurap.
__ADS_1
Merasa kasurnya mendapat guncangan berlebihan,Lisa pun menepuk pantat Fio dengan keras.
"Lo kalo dateng sopan dikit kek." ucap Lisa pada Fio yang masih dalam posisi tengkurap.Yang dibalas Fio dengan gumaman tak jelas.
Dirasa dirinya sudah hampir sesak,Fio membalikkan dirinya dengan posisi terlentang dan langsung melihat kelangit-langit kamar.
"Kira-kira suami gue nanti siapa ya?kalau dia nggak punya duit gimana,masak gue makan cuka sama garem doang" racaunya tak jelas.
"Berisik tau gak,gue mau lihat ayang nih." ucap Lisa yang sedang melihat drakor merasa terganggu karna ayangnya sedang speak up tapi tercampur dengan suara Fio.
"Lo dengerin gue dong,temennya lagi galau gini malah dicuekin." ucap Fio dengan cemberut.
"Nikah doang nggak bikin lo mati,Santuy."
"Santuy pala lo peang." Ucap Fio dengan sewot.Sahabatnya ini tak tau saja kalau dia sedang galau merana.
"Yaudah gue doain semoga suami lo nanti kaya,ganteng,perhatian,romantis bisa bikin anak banyak." ucap Lisa dengan mengangkat kedua tangan didepan dada.
Fio yang ikut berdoapun langsung melotot mendengar doa Lisa yang terakhir.
"Jangan banyak-banyak dong,gue capek ntar ngelahirinnya."
"Woyyy." jawab Fio dengan melempar bantal kearah Lisa.
Sedangkan Lisa yang dilempar bantal malah tertawa terbahak tak tinggal diam Lisa pun membalas dengan melempar bantal kepada Fio.
...****************...
Dilain tempat Kenzi sedang berada ditongkrongan anak-anak muda bersama Angga.Mereka berdua sedang bersantai.Ini semua karna Kenzi yang ingin menenangkan pikiran sebab,Ayahnya yang meminta suatu hal kepada Kenzi tapi sulit baginya untuk mengabulkan keinginan Ayahnya.
"Tapi gue nggak bisa ngga." ucapnya berkecil hati.
"Ini kenginan Orang tua lo Ken,walaupun sebenarnya berat juga buat gue."
"Gue udah nyaman sama yang sekarang." ucap Kenzi sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangan.
"Lagian nanggung banget bentar lagi lulus." lanjutnya menatap Angga.
"Bicarain lagi sama Orang tua lo.bisa ditunda apa nggak.Ini semua tergantung Orang tua sama Lo nya gimana." kata Angga menasehati dengan menepuk pelan punggung Kenzi.
__ADS_1
"Udah jangan dipikirin dulu,buang semua yang bikin lo pusing.Malam ini kita nikmatin dengan segelas es tehhh." kata Angga mengangkat gelas berisi es teh yang tinggal setengah tak lupa dengan cengiran agar sahabatnya itu bisa melupakan sejenak masalahnya.
"Punya gue udah habis." jawab Kenzi mengangkat gelasnya yang berisi es batu.
"Nasib lo ken-ken."
"Anjirr lah lo.Nggak tau kenapa gue pengen nonjok orang" ucap Kenzi setelah ia menonjok lengan Angga dengan sedikit keras.
"Lo yang anjir,es gue mau tumpah nih." balas Angga dengan sewot.
''Lagian kenapa sih lo ngajak orang kesini.dimana-mana tu nongkrong dicafe kek.Lah ini dipinggir jalan." lanjut Angga.Akhirnya pertanyaan yang sedari tadi ia pendam keluar juga.Karna jarang sekali Kenzi ini mengajak nongkrong dipinggir jalan.
"Ngirit." jawab Kenzi singkat.
"Lo kan orang kaya,kecafe doang saldo atm lo nggak berasa kalo berkurang."
"Kan gue mau itu,jadi harus irit." ucap Kenzi mengalihkan pandangan dari Angga.
Angga pun tak berani membalas perkataan Kenzi.ia harus mengganti topik agar sahabatnya itu tidak kepikiran terus masalahnya.
"Btw,perjuangan lo sama si eneng yang kemarin gimana." kata Angga tak ingin lama-lama terjadi keheningan antara mereka berdua.
Mendengar perkataan Angga yang tak jelas,butuh beberapa detik bagi Kenzi untuk memahami maksud dari perkataan Angga.
"Nggak gimana-gimana." balas Kenzi cuek.Setelah mengerti 'si eneng' yang dimaksud Angga.
"Anjir lah,nggak gimana-gimana gimana?aihh ngomong apaan sih gue.'' Angga pun bingung sendiri dengan perkataannya.
"Pulang yok,duit gue habis." tak mengindahkan omongan Angga yang semakin nggak jelas,Kenzi pun mengajak untuk pulang saja.Perihal uang yang habis kalian jangan percaya.Uang Kenzi mah ngalir terus.Aamiin nular ke author wkwkwk.
"Gue kerumah lo ya Ken."
"Ngapain?" balas Kenzi sewot,karna sudah tau maksud yang tak beres dari Angga.
"Minta makanlah,kalo bilang mau apel sama adik lo kan pasti langsung lo gampar gue."
"Sialan,gue ditinggal." maki Angga yabg melihat Kenzi sudah siap diatas motor.
"Untung gue ditraktir,kalo nggak udah gue bocorin ban motor lo Ken." ucap Angga seorang diri.Mana berani dia bilang langsung didepan Kenzi,Bisa-bisa dia tak ditraktir lagi.
__ADS_1