Last Heart

Last Heart
Shock


__ADS_3

Setelah selesai mandi,Fio langsung menemui Mamanya yang berada diruang keluarga.Mamanya ditemani oleh Papanya yang sedang duduk disofa berdua menonton televisi.


Fio yang melihat Papa dan Mamanya langsung duduk diantara kedua Orang tuanya.Karena Fio ingin menganggu momen mesra kedua Orang tuanya.


"Halo Mam,Pa." sapanya tanpa dosa dan langsung memeluk Mamanya.


"Hm,Kamu kenapa sih harus nyempil-nyempil kek gini." gerutu Papanya yang seolah-olah merasa terganggu,padahal niatnya cuma bercanda dengan anaknya.Sedangkan sang mama langsung mengelus puncak kepala putri satu-satunya itu.


Tanpa menghiraukan gerutuan Papanya yang bernama Hendra,Fio langsung fokus melihat televisi yang sedang menanyangkan serial istri yang sedang menggendong anak kecil yang sesang dimaki-maki oleh suami.


Beda halnya dengan Kedua Orang tua Fio,mereka sedang saling lirik untuk siapa yang akan bicara hal penting kepada Fio.


"Fio,ada yang mau Mama sama Papa bicarain sama kamu." ucap Mama Shinta.


"Iya mam,ngomong aja.Fio dengerin kok." jawab Fio tanpa mengalihkan perhatiannya dari Televisi.


"Papa dong yang ngomong" bisik Mama Shinta kepada suaminya.


"Mama aja deh." balas Papa Hendra dengan berbisik juga.


Merasa ada yang aneh,Fio pun mengalihkan perhatiannya dari televisi kepada kedua Orang tuanya.


"Mam,Pa kenapa sih bisik-bisik gitu."


"Kamu Papa jodohin." akhirnya sang Papa angkat bicara setelah perdebatan kecil dengan istrinya.


"Wahh sama siapa tuhhh.Keknya seru nikah muda." jawab Fio asal kembali menonton televisi.


"Papa serius Fio." Mama pun membantu Papa untuk menyakinkan Fio.


"Mam,Pa beneran?" dirasa kedua Orang tuanya serius Fio pun langsung mode serius juga.ia menjawab dengan jantung yang tak berdetak normal lagi.


Pertanyaan Fio dijawab oleh Mama dan Papanya dengan anggukan kepala yang berarti menandakan 'iya'.


"Gapapa,yang penting ganteng,kaya sama baik ke Fio." jawab enteng Fio berbeda dengan kedua orang tuanya yang butuh tenaga lebih untuk membicarakan hal ini kepada Fio.


"Toh nikahnya nunggu Fio luluskan?" lanjut Fio.Tetapi berbeda dengan jawaban dari pertanyaan sebelumnya.Kali ini Mama dan Papanya menggelengkan kepala kekiri dan kekanan,yang berarti menandakan 'tidak'.


"Hah?" bingung Fio.

__ADS_1


"Enggak.Gak lama lagi Fio." jelas sang Papa melihat putrinya yang terlihat antara bingung ataupun shock.


"Pihak laki-laki sudah menyetujui." lanjut sang Papa.


"Mam?" merasa kurang percaya Fio meminta kejelasan sang Mama.


"Iya sayang,nggak lama lagi."


"Tapi kan Fio masih sekolah." Fio mencari alasan,ia masih shock dengan permintaan kedua Orang tuanya.Matanya pun sudah terlihat berkaca-kaca.


"Sebenarnya calonmu juga masih sekolah." ucap sang Papa membawa fakta baru.


"Ha?Fio kira Fio mau nikah sama sugar daddy." ucap Fio.Setelah mengucapkan kalimat tersebut tangis yang dari tadi ditahan akhirnya pecah.Sang Mama pun langsung merengkuhnya kedalam pelukan dan mengusap-usap kepalanya dengan kasih sayang.


"Fio harus terima perjodohan ini Mam,Pa?" tanya Fio dengan sesenggukan.


"Iya sayang,Maafin Mama sama Papa ya." jawab Mama Shinta yang terus mengelus puncak kepala Fio juga sesekali membantu menghapus air mata Fio.


"Tapi kenapa Ma?Alasannya apa?Ini Fio buat KTP aja belom loh." ucap Fio yang belom mengerti maksud kedua Orang tuanya menjodohkan ia.


"Maaf sayang,Mama sama papa belum bisa memberitahu alasannya." ucap sang Mama yang sebenarnya tidak tega.Beda dengan sang Papa sang sedari tadi mencoba untuk berbicara tapi belom rela gadis satu-satunya harus menikah secepat ini.


"Dia anak baik kok,ganteng sama kaya yang Fio pengen tadi." ucap sang Papa mencoba menyakinkan putrinya.


"Udah Ma biarin,Fio butuh waktu sendiri." cegah sang Papa saat melihat istrinya akan mengikuti Fio.


"Dia kelihatan shock banget Pa,ku jadi tambah nggak tega." ucap Shinta.


"Ini udah keputusan kita bersama dari awal Ma,kita harus ikhlas dan dukung Fio." Hendra mencoba menguatkan istrinya dengan mendekat dan memeluknya dari samping.


...****************...


Sampainya dikamar tidur,Fio langsung mencari HP.Dia akan menghubungi sahabatnya.


"Mana sih hp gueeee." ucap Fio yang masih terbawa perasaan.


Setelah berhasil menemukan HP yang berada dibawah tumpukan selimut,ia langsung memulai Video Call dengan Lisa.


"Kemana sih nih bocah." gerutu Fio yang panggilannya berkali-kali tak dijawab oleh Lisa.

__ADS_1


Saat mau menyerah tiba-tiba Lisa mengangkat vIdeo callnya.


"Kemana aja sih lo." marahnya pada Lisa.


"Kenapa sih?gue baru habis berak ini."


"Gue mau ngasih tau lo sesuatu,tapi lo harus janji ngerahasiain ini." kata Fio tak menggubris gerutuan Lisa.


"iya apa?"


"Gue dijodohinnnnn...gue mau nikahhh." ucap Fio langsung berteriak dan menangis.


"Wihh kok gak nungguin gue sih,katanya mau bareng?"


"Ih gue beneran ini,gue mau nikahhhhhh." jawab Fio dengan menyeka air matanya.


"Bantu gue dong,gue mau nolak tapi nggak enak sama Mama Papa."


"Maap-maap ni ye,gue nggak mau ikutan kalo urusan beginian."


"Ah lo mah sama ajaaa." ucap Fio yang tangisnya semakin keras.


"Gue kerumah lo ya.eh tapi ini udah malemm" akhirnya setelah perselisihan kecil diantara mereka berdua,Fio memutuskan untuk pergi kerumah Lisa.


"Boleh,tapi lo dianter supir aja jangan naik mobil sedirian"


"Kenapaaa"


"Mata loh dah kek nggak bisa liat gitu,kalo lo nabrak kan nggak lucu.ntar nggak jadi nikah lagi."


"Sialan." makinya pada Lisa.


"Udah malem,gue tidur dirumah lo sekalian ya." lanjut Fio.


"Oke boleh,gue tutup.See you." tanpa menunggu jawaban dari Lisa Fio langsung menutup Video Callnya.


Setelah menutup Video Call dengan Lisa,Fio langsung kekamar mandi untuk cuci muka.


"Masih cantik aja gue kalo habis nangis." Ucapnya sambil melihat wajahnya dipantulan cermin kamar mandi.

__ADS_1


Selesai mencuci muka dikamar mandi,Fio mencari pakaian yang cocok untuk ke rumah Lisa.Fio memutuskan tetap memakai piyama yang sekarang ia kenakan dan mendoublenya dengan Hoodie karna ia akan tidur dirumah Lisa jadi tidak perlu berganti pakaian.


Tak lupa juga Fio menyempatkan make up sedikit untuk menutupi bengkak dimata dan hidung yang memerah supaya tidak terlihat seperti habis menangis.


__ADS_2