Last Heart

Last Heart
Masih Aman?


__ADS_3

Waktu istirahat telah selesai,murid harus kembali masuk kedalam kelas untuk melanjutkan jam pelajaran.Walaupun makanan mereka dipiring belum habis.Tapi kebanyakan dari mereka memilih untuk menghabiskan pesanan karna takut mubadzir,atau karna masih lapar.atau karna males mengikuti pelajaran?


Saat ini Kenzi sudah berada dikelas,sedangkan teman sebangkunya ntah kemana belum juga sampai kelas.Siapa lagi kalau bukan Angga.


Orang yang dimaksud tiba-tiba datang dengan heboh,matanya langsung tertuju mencari Kenzi.


Setelah mendapati sosok Kenzi yang sedang duduk dibangkunya sambil memainkan hp,Angga langsung menghampiri sambil berucap.''Woy Ken lo tau nggak."


"Nggak.'' balas Kenzi cuek tetap fokus memainkan hp nya.


Angga yang masih berdiri disamping Kenzi memilih untuk duduk ditempat duduknya.Seakan pembicaraan yang akan berlangsung sangatlah penting.


"Gue tadi liat gebetan lo dielus palanya sama cowok."


Mendengar itu Kenzi menghentikan jempolnya dari scroll hp.Tapi setelah itu tetap melanjutkan aktifitasnya seperti tidak terjadi apa-apa baginya.Perasaan penasaran tidak bisa ditutupi.''Siapa?''


''Gue nggak liat mukanya,tapi dari belakang kaya Reza."


''Reza 12 Mipa 1?'' memang hanya satu nama Reza diangkatan mereka.


''Iya.'' mendengar jawab Angga Kenzi menghela nafas.Mungkin sedikit lega.


"Oh." jawaban yang tidak terduga bagi Angga.Pasalnya dia sudah heboh bawa berita hot untuk sahabatnya dan malah dijawab sesingkat itu?.


"Kok lo bisa biasa aja sih.'' Angga sangat heran mengapa sahabatnya bisa biasa saja padahal ini pertanda kalau Kenzi sedang punya saingan.''Lo punya saingan bro,makannya gercep.''


''Saingan apa sih.'' ucap Kenzi tetap fokus ke hpnya.


"Lo gimana sih,ga ngerti lagi gue sama lo.'' tak habis fikir dengan ucapan Kenzi yang menurut Angga sangat tidak masuk akal jika dimana gebetan kamu sedang deket sama orang lain.


''Gini ya,Lo bilang Reza kan?kelas Mipa 1?'' tanya Kenzi menghadap ke arah Angga.dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Angga.


''Itu Abangnya,makannya gue biasa aja.''


''Lisa?Reza?adik kakak?''


...****************...


Bel pulang sekolah telah berbunyi,Guru yang sedang mengajar langsung menutup jam pelajaran.Tak menunggu guru keluar dari kelas murid-murid sudah memasukkan buku ke dalam tas.


Setelah para Guru keluar dari kelas,murid-murid tanpa menunggu babibu langsung menuju parkiran maupun menunggu jemputan didepan gerbang.


''Pulang ke rumah gue yuk'' ajak Lisa.

__ADS_1


''Nggak dulu deh,malu gue sama bang Reza.'' jawab Fio menutup mukanya dengan dua telapak tangan.Tak bisa dipungkiri sekarang Fio merasa sangat malu untuk bertemu dengan Reza.


''Halah gaya lo,udah mau nikah juga.'' ujar Lisa merapikan tasnya.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Lisa,Fio langsung saja berkata ''Emm,Ya Allah nikahnya sama spek bang Reza Ya Allahh.'' Fio mengangkat kedua tangan didepan dada,ia sedang berdoa.


Lisa yang mendengar doa Fio geleng-geleng kepala sambil berucap.''Ngarep lo."


"Ahh lo mah gitu." Fio yang kesal dengan Lisa memilih kembali duduk,padahal kelas sudah lumayan sepi.


''Buruan,ayo pulang ke rumah gue.'' ujar Lisa menarik pergelangan tangan Fio,Fio yang tak bisa menolak pun berdiri dengan malas.


''Kita bareng bang Reza lagi kali ya.'' Lisa meminta pendapat dari Fio.


''Ga usah deh,mending kita naik taksi."


''Dih ngapain,orang ada yang gratis.'' ujar lisa setelah mendengar pendapat Fio.''Oo gue tau,lo menghindar dari bang Reza kan?''


''Sok tau lo." jawab Fio dengan menahan senyumnya agar tak mengembang.


Diparkiran.Fio dan Lisa sedang mencari keberadaan mobil Reza.Setelah mengitari parkiran dan sama sekali belum melihat mobil Reza.Lisa pun berniat untuk menelfon Abangnya.


"Halo." ucap Lisa setelah telfonnya tersambung.


''Hmmm.''


''Dimobil.''


Lisa harus sedikit sabar memang menghadapi Abangnya."Maksud Lisa,bang Reza kemana?''


"Mau kerumah temen,kenapa?"


"Kenapa nggak bilang si bang,Lisa kan mau pulang bareng.Lisa udah muter-muter diparkiran cari mobil bang Reza nggak ketemu,taunya udah pergi aja." omel Lisa panjang lebar.


''Maaf ya,Abang buru-buru.Kamu naik taksi aja.''


''Yahhhh,yaudah deh,bye bang.'' setelah itu telfon ditutup oleh Lisa tanpa mendengar jawaban dari Abangnya,toh palingan cuman dijawab dengan deheman.


Melihat Lisa yang cemberut,Fio pun langsung menanyakan apa yang terjadi."Gimana?"


"Bang Reza udah pergi ke rumah temennya,kita naik taksi aja."


"Kan apa gue bilang,ngenyel sih lo." setelah mengatakan itu Fio dan Lisa langsung berjalan menuju gerbang.Mereka tidak akan memesan taksi.Kali ini mereka sepakat untuk naik angkot.

__ADS_1


Saat sudah didalam angkot,Lisa seperti pernah melihat laki-laki remaja yang berada didepannya.Setelah diingat-ingat akhirnya Lisa tau siapa laki-laki ini.


''Masnya yang beli martabak itu kan?'' sapa Lisa pada laki-laki yang terus melihat kearah depan angkot.


''Eh iya dek.'' jawab laki-laki itu,tak menyangka dia akan diingat oleh remaja didepannya.


''Kan udah saya bilang mas jangan panggil saya dek.'' ucap Lisa mengingatkan percakapan yang pernah mereka lakukan.


Lisa baru tersadar jika seragam yang mereka kenakan sama,karna sedari tadi dia hanya fokus mengingat mukanya.''Eh seragam kita sama loh,mas nya namanya siapa?''


''Kenzi.'' jawab laki-laki tersebut dengan mengulurkan tanganya.


''Ohh aku Lisa,ini temen ku Fio.'' Lisa mengenalkan Fio yang dari tadi duduk diam saja disampingnya.


''Kalo boleh tau kelas berapa?'' tanya Lisa ramah.


''12 mipa 2.'' Kenzi yang masih tak menyangka hanya menjawab seperlunya saja.


''Wih berarti bener dong kalo saya manggilnya mas.'' ucapan lisa ini dibalas anggukan dan senyum tipis oleh kenzi.


"Eh,mas kak atau bang?''


"Mas aja.''


''Eh tapi jangan panggil 'dek' ya mas,panggil Lisa aja.'' ucap Lisa dengan cengiran,yang membuat jantung Kenzi berdetak tak normal.


Menyadari semakin lama berhadapan dengan Lisa membuat jantungnya tak aman,untung saja tujuannya sudah didepan mata.Jadi dia cepat-cepat turun.Tak lupa berpamitan kepada Lisa dan Fio.


Saat perjalanan dari angkot menuju rumah Kenzi tak berhenti berbicara sendiri kadang tersenyum sendiri sedangkan tangannya ia gunakan untuk mengusap dada untuk menetralkan degup jantungnya.


''Nggak bisa nih gue kaya gini terus,nggak aman buat jantung gue.''


''Kalo gini terus gue emang harus konsultasi sama Angga.''


Sesampainya dirumah Kenzi langsung membuka pintu tak lupa mengucap salam.


''Assalamu'alaikum.''


''Wa'alaikumussalam.'' Bunda yang mendengar salam langsung menuju ke depan untuk melihat Kenzi.


''Kok bunda nggak denger suara motor kamu?''


''Ken naik angkot Bun.Motornya masuk bengkel.'' jawab ken tersenyum.Mengingat kejadian didalam angkot tadi.

__ADS_1


''Lah motormu masuk bengkel kok malah senyum-senyum gini.''


''Kenzi mau nikah boleh?''


__ADS_2