
Didalam rumah besar yang sangat nyaman untuk ditempati.Kenzi baru saja datang dari membeli pesanan Bundanya,namanya Zahra.Entah kenapa hanya keluar untuk membeli makanan itu,membutuhkan waktu yang lebih dari biasanya.
"Bunda ini martabaknya.Dibawa oleh orang baik dan sampai dengan baik juga." kata Kenzi diakhiri dengan senyuman.Kenzi menghampiri Bundanya yang sedang duduk disofa menonton televisi.
"Bisa aja kamu.Makasih yaa"
"Iya Bun,sama-sama." balas Kenzi sambil memberi jempol kepada Bundanya.
"Kok lama Ken?"
"Iya Bun antri banyak banget." jawab Kenzi.Mengingat kejadian yang ia alami tadi saat membeli martabak membuat ia jadi tersenyum sendiri.
"Hayo kenapa senyum-senyum." kata Bunda Zahra yang melihat putranya tiba-tiba tersenyum sendiri.
"Hehe enggak Bun,nggak papa." ucap Kenzi yang ikut duduk disofa bersebelahan dengan Bunda Zahra.
"Beneran?" tanya Bunda Zahra memastikan.
"Jadi gini Bun.Sebenernya Kenzi lagi naksir sama cewe,doain ya Bun." kata Kenzi yang mendapat reaksi aneh dari Bundanya.
Dengan kernyitan didahi,Bunda Zahra bertanya lagi."Kamu beneran suka sama dia?"
"Iyaa Bunda,anaknya cantik banget, baiknya gak usah ditanyaain lagi,tapi lumayan rada bar-bar si Bun." Kenzi menjelaskan kepada Bundanya, diakhiri dengan ia menggaruk belakang kepala.
"Ohh gituu oke nggak papa." jawab bunda dengan manggut-manggut,"Asalkan kamu tau batasan." lanjutnya memperingati sang putra.Dengan tangan yang mengelus puncak kepala Kenzi.
"Ciee anak bunda." goda Bunda Zahra.
"Kenzi ke kamar dulu Bun." pamit Kenzi karna malu digoda oleh Bundanya.
__ADS_1
...****************...
Dilain tempat Fio dan Lisa sedang menikmati makanan yang mereka beli.Mereka sedang membahas hal-hal yang menurut mereka seru,tapi ternyata sangat random.
"Mama Gea kemana Lis?" Fio menanyakan keberadaan Mamanya Lisa.
"Lagi makan diluar sama Papa sama Bang Reza."
"Dih kok lo enggak ikut?"
"Kagak diajak gue,males banget kan berasa anak tiri gue." keluh Lisa yang membuat mukanya semelas mungkin.
Fio tertawa dengan sangat keras.Dia menertawakan sahabatnya itu yang ditinggal dirumah sendirian.Padahal Lisa tidak ikut karna akan ada pembicaraan yang penting antara kedua Orang tuanya kepada Abangnya.
"Udah ya.Jangan ketawain gue kek gitu,asal lo tau aja gue nggak ikut makan diluar tapi gue ditransfer sama Papa banyakk bangetttttt." kata Lisa sambil kedua tangannya ia rentangkan.
"Halah palingan cuma segini." jawab Fio dengan mendekatkan ibu jari dan jari telunjuk.
Tak tau saja bahwa uang tersebut adalah uang tutup mulut untuk Lisa dari Papa dan Mamanya agar Lisa tidak bercerita sesuatu yang rahasia tentang Fio.
"Dah lah gue balek dulu,dah disuruh Mama gue nih." kata Fio.
"Naik apa lo?" tanya Lisa tanpa melihat kearah Fio.
"Naik taksi lah,emang lo mau ngantarin gue?" balas Fio dengan sewot dengan bantal yang ia lemparkankan ke Lisa.
"Nggak lah." jawab Lisa dengan tertawa.
"Yauda.Bye."
__ADS_1
"Okeyy,hati-hati." Fio pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju keluar rumah untuk menunggu taksi.
...****************...
Sesampainya dirumah Fio membuka pintu dan mengucapkan salam dengan sangat keras.
"Assalamu'alaikum.Fio pulang." salam Fio langsung mencari Mamanya.
"Wa'alaikumussalam." jawab seseorang dengan suara yang tak kalah kerasnya."Fio mandi,terus kesini mau ada yang Mama bicarain."
"Okeyy Ma." jawab Fio langsung menuju kearah kamarnya.
Sesampainya dikamar,bukannya langsung mandi Fio malah merebahkan dirinya diatas kasur.
"Capek banget,ngantuk lagi." gerutunya sambil menguap."Tidur bentar kali yaa."
Tak menunggu lama Fio sudah sampai dialam mimpi,ia lupa akan perintah Mamanya yang menyuruh ia untuk langsung mandi.
Dirasa putrinya tidak turun-turun menemuinya,Mama Shinta pun langsung menuju kekamar Fio.Tanpa mengetuk pintu Mama Shinta langsung membukanya,ia pun kaget melihat putrinya yang sedang tidur dengan nyenyak diatas kasurnya.
"Astagfirullahh,bangun Fio.ini dah mau maghrib lohh." kata Mama Shinta dengan menarik selimut yang dipakai oleh Fio.
"Emm Ma bentar lagii." bukannya langsung bangun,dengan merasa tidak berdosa karna telah membuat Mamanya menunggu dibawah,Fio malah kembali tidur.
"Anak gadis jam segini kok tidur,besok kalo dah punya suami gimana?" kata Mamanya tak menyerah membangunkan Fio.
"Kok bawa-bawa suami sih Ma,kan masih lama." gumam Fio yang mendengar Mamanya berkata tentang hal yang masih lama ia akan alami.
"Fionaaa bangunnn." mendengar Mamanya dalam mode yang tak bisa dibantah.Fio langsung beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
"Habis sholat maghrib temuin Mama yaaa." kata Mama Shinta sambil berjalan menuju pintu.