
Kembali ke sekolah.Pagi ini SMA Nusa Cakra kembali beraktifitas seperti biasa.Berangkat pagi untuk mencari contekan PR,ribut di koridor gosip tentang berita viral,melipir ke kantin untuk sarapan,buat rencana untuk bolos agar tak ketahuan oleh guru sampai bergandengan tangan bak pangeran dan putri menjadi pemandangan pagi ini.
Tak terkecuali dengan Fio yang hampir terlambat,padahal ia sudah bangun pagi.Kebangun sih lebih tepatnya.
Sekitar lima menit lagi bel akan berbunyi,dan lihatlah Fio baru turun dari mobilnya.Ntah kesialan apa lagi yang ia dapat pagi ini.
Dalam perjalanan menuju sekolah tadi ia tak sengaja menyerempet mobil yang dikendarai oleh emak-emak.Alhasil perdebatan kecil dimulai sampai mengundang atensi pengguna jalan.
Sebenarnya ini bukan salah Fio,karena saat ia sedang asik menyetir mobil tiba-tiba ada sebuah mobil yang menyalip.Tetapi saat mobil tersebut akan berada didepan mobil Fio mobil yang dikendarai emak-emak tersebut mengenai body depan mobil Fio dan terjadilah senggolan kecil.
"Belum saatnya belok sudah belok saja emak-emak itu,alhasil ya nyerempet." ujar seorang pemuda pengendara motor yang tadi berada dibelakang mobil Fio.Mungkin anak kuliahan.
Berkat saksi ini Fio berhasil bebas dari ocehan emak-emak penguasa jalan.
"Emak-emak nggak tau diri,hampir bikin gue telat aja.'' Fio masih asik ngedumel karna kejadian dijalan tadi.Moodnya benar-benar sedang jelek.
Sesampainya dikelas ia langsung menaruh tasnya diatas meja,dilanjut dengan menelungkupkan kepalanya atas lipatan tangan dengan tas yang menjadi bantal.
"Woy kenapa lo,dateng-dateng langsung tidur.'' seru Lisa karna tidak biasanya Fio tidak menyapa sahabat tercantik nya ini.Wo ya jelas,kan cuma satu.
"Sebel gue masak gue tadi diserempet sama emak-emak dijalan,mobil gue kan jadi nggak keren lagi.'' mengangkat kepalanya dan menghadap ke Lisa.Satu hal lagi yang bikin moodnya hancur.Mobil kesayangannya luka dengan sia-sia.
''Patesan muka lo kucel amat,mana jam segini baru dateng lagi.'' kata Lisa sembari membenarkan rambut Fio yang sedikit berantakan.
"Nih ada titipan dari bang Reza,Yang gue bilang kamarin.Katanya biar besok nggak pada curiga kalo lo udah nikah.'' Lisa mengeluarkan kotak yang berisi cincin dari dalam tasnya.
Kemarin banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh Fio kepada Lisa tentang Reza dan berakhir Lisa pamit karna haru sudah malam.Tapi sebelum itu ia bilang bahwa ada titipan dari Reza untuk Fio.Dan ia berjanji besok waktu sekolah akan ia bawakan.
"Omegat,ini beneran?'' seru Fio tangannya terulur untuk mengambil kotak dari tangan Lisa dan membukanya.Lisa membiarkan untuk dibuka dan dilihat-lihat bentuk detailnya.Cincinnya cukup simpel tapi elegan.
"Pasang dijari manis loh.''
"Lah gitu?''
"Kan emang tujuannya itu,gimana sih lo.''
"Lo juga pakek dong,biar pada taunya ini cincin janjian sama lo dipasang dijari manis.''
"Enggak lah.Enak aja nanti gue dikira dah nikah lagi.'' perkataan Lisa dipotong oleh guru piket yang masuk dari pintu untuk mengajar pagi ini.
"Assalamu'alaikum anak-anak,selamat pagi.''
...****************...
Bel istirahat berbunyi,Lisa membangunkan sahabatnya dengan menggoyangkan lengan Fio.Untung saja tidak ditegur oleh guru karna tidur pada jam pelajaran.
"Bangun woy,udah bel.'' mendengar itu Fio menegakkan kepalanya dan melihat sekitar.Teman-teman yang lain dan guru sudah membereskan buku mereka masing-masing.
"Kantin kuy.'' ajak Fio setelah guru mapel keluar dari kelas.
__ADS_1
''Kuy lah.'' seru Lisa beranjak dari duduknya.
Sampai di kantin.
''Lo mau pesen apa?'' tanya Lisa setelah mereka mendapatkan tempat duduk.
"Bakso aja,pengen yang seger-seger.Sama minumnya es jeruk.''
"Okey.'' langsung saja Lisa menuju stand yang menjual makanan berbentuk bulat tersebut.
Sedangkan Fio mengamati kantin yang ramai seperti biasa.Mereka makan tapi mulutnya punya banyak fungsi,makan sambil ngomong apa enggak pegel?
Saat melihat pintu masuk,matanya tak sengaja bertemu dengan mata Reza.Tidak ada yang mengalihkan pandangannya.Tiba-tiba wajah Fio memanas,ey dia salting.Setelah sadar Fio segera mengalihkan pandangannya dari Reza.
Sedangkan Reza memilih mengambil air dan langsung menghampiri tunangannya.Reza langsung duduk di kursi kosong yang berada didepan cewek yang terlihat sedikit kaget karna kedatangannya.
''Lisa mana?''
"Eh.lagi pesen.'' jujur saja Fio sempat menahan nafas karna kedekatannya dengan Reza.Posisi mereka berhadapan hanya terhalang oleh meja.Apalagi kaki Reza yang terbalut sepatu dibawah meja tadi mengenai kakinya.
"Emm,Bang Reza enggak makan?''
"Enggak,ini mau minum aja.'' jawab Reza mengangkat botol ditangannya.
Sungguh pertanyaan macam apa tadi.Sebenarnya pertanyaannya normal-normal saja.Tapi karna ia sedang grogi apalagi dihadapan
...****************...
"Mang bakso dua ya,sama es teh juga dua.'' pesan Lisa pada Mang Edi penjual bakso di kantin SMA Nusa Cakra.
''Siap neng,tunggu bentar ya.''
"Oke mang.'' Lisa memilih membuka hp untuk menunggu bakso pesanannya jadi.
"Mang bakso dua.'' seru seorang siswa cowok disebelahnya,refleks Lisa mengangkat kepalanya dari layar hp untuk melihat siapa cowok tersebut.Bukan maksud apa-apa ini refleks lo,semua pasti punya refleks seperti Lisa.
Disebelahnya terdapat dua cowok,yang satu baginya tidak asing.
"Eh,Mas mas siapa ya?Aduh lupa.'' sedangkan cowok tersebut menoleh ke arah Lisa dengan alis terangkat.
"Kenzi.'' jawab cowok tersebut dengan singkat.
"Oh iya hehe.'' ntah Lisa yang salah liat atau apa.Teman Kenzi yang ia tidak tau namanya menyenggol lengan Kenzi beberapa kali tapi tidak digubris oleh Kenzi,mungkin ia ingin pergi ke toilet kebelet pup.Pikirnya.
''Ini bakso nya,sekalian bawain punya neng itu ya.'' pinta Mang Edi pada temen Kenzi.Setelah selesai membayar bakso masing-masing antara Kenzi dan Lisa.Mereka segera mencari meja yang kosong.
"Eh bareng gue aja Kak duduknya,Gue berdua sama temen juga kok.''
"Yuk lah,btw kenalin gue Angga.'' ujar teman Kenzi yang mengaku bernama Angga.ia sudah berjalan di samping Lisa sambil membawa nampan.
__ADS_1
"Lisa Kak.''
Sedangkan Kenzi berjalan dibelakang mereka hanya pasrah mengusap wajah.Mengikuti temannya yang seenaknya mengiyakan ajakan Lisa.
Beberapa langkah sebelum sampai dimeja Fio.Lisa melihat punggung cowok yang nggak asing lagi baginya sedang mengobrol dengan sahabatnya.
"Dorrr..'' Lisa mencoba mengagetkan keduanya.Dan ia berhasil karna Reza terlihat berjingkat.
"Ngapain hayooo,biasanya kalau lagi berduaan yang ketiga setan.'' goda Lisa kepada keduanya disusul dengan cengiran.
Reza hanya menatap datar adiknya itu,sedangkan Fio tangannya sudah melayang buat menabok lengan Lisa.Kebiasan cewek emang.
"Aww,sakit tau.'' keluh Lisa setelah lengannya di tabok oleh Fio dan tentunya hanya bercanda.
Sadar tadi mengajak dua orang untuk bergabung,Lisa membalikkan badannya untuk menghadap dua orang tersebut.
"Ehehe,Ayo Kak silahkan duduk.Maaf tadi gue kira nggak ada bang Reza.''
"Nggak papa.'' setelah menaruh nampan dimeja Angga menarik kursi dimeja sebelah untuk bergabung.
"Bang Reza ngapain disini?Ohh mau berduannya ya?ayo ngaku?'' setelah mendudukkan bokongnya dikursi,Lisa langsung memberi pertanyaan Reza.
"Hmmm.''
"Ngemeng kek,malah ham hem ham hem.''
''Gue ke kelas dulu.'' pamit Reza.Saat berbalik Reza menyempatkan menepuk pundak Kenzi dua kali.
Setelah kepergian Reza mereka berempat mulai mengobrol dengan Angga yang setiap beberapa menit menyenggol kaki kenzi dibawah meja.
''Kita ke kelas duluan ya kak.'' Lisa beranjak dari tempat duduknya disusul oleh Fio.
"Yoi.'' balas Angga lalu menyeruput minumannya yang tinggal es batu.Dan Kenzi hanya menganggukkan kepala.
"Dadaa.'' lambaian tangan kedua gadis itu menjadi akhir pertemuan mereka di kantin.
"Dingin amat kek kulkas.'' sindir Angga.Karna dari tadi Kenzi entah mengapa cosplay jadi kulkas.Tidak tau saja ia bahwa Kenzi sedang menahan detak jantungnya yang sedang dandutan.
"Ke kelas.'' tanpa menghiraukan ucapan Angga.Kenzi langsung berjalan meninggal kantin.
"Asem lah.'' Angga langsung menyusul temannya karna kantin sudah lumayan sepi.
......................
...Eyyooooo.Cmbck nih gueee...
...seperti biasa jangan lupa like,comment & subscribe💙...
...Mana lope biru nyaaaa 💙💙...
__ADS_1