Last Heart

Last Heart
Lamaran


__ADS_3

''Heh lo nanti malem kerumah gue ya.'' ujar Fio tiba-tiba.


Dikelas sedang jamkos,gurunya ijin ada acara diluar.Tapi entah kenapa tidak ada tugas maupun guru yang menggantikan.Toh murid-murid lebih senang jika free seperti ini.


''Sorry nggak bisa,gue udah ada acara sama bokap nyokap.'' jawab Lisa dengan raut menyesal.


''Yah,terus siapa dong yang nemenin gue.'' rengek Fio yang matanya sudah berkaca-kaca.


''Sorry banget Fi,gimana dong gue nggak bisa ninggalin acara ini.''


''Ah males ah,Lo mah gitu nggak ngertiin gue.'' Fio menelungkupkan kepalanya diatas meja.


''Sorry banget Fi,yang ini nggak bisa ditinggal.Lagian suami lo mendadak banget sih.''


''Belum suami yahhhh.'' jawab Fio yang sudah sesenggukan ditambah dia merengek.


Tak tega melihat sahabatnya menangis,Lisa menarik Fio kedalam dekapannya. ''Emm besok deh lo ceritain semua sama gue.''


''Semangat ya nanti,Siapapun nanti yang mau jadi suami lo pasti baik,nggak mungkin orang tua lo lepasin anaknya sama orang jahat.''


...****************...


"Silahkan masuk Pak,Bu.'' Shinta mempersilahkan tamu malam ini untuk masuk setelah membuka pintu dan sedikit ramah tamah.


Acara malam ini bersifat privat,jadi yang datang dari pihak laki-laki hanya Kedua bapak ibu dan dua anaknya.


''Sebentar ya,Saya panggilkan anaknya dulu.'' Shinta langsung menaiki tangga untuk sampai ke lantai dua.


Setelah sampai didepan kamar anaknya,Shinta langsung mengetuk pintu.Mendengar jawab dari dalam,Shinta membuka pintu dan pertama yang ia lihat adalah anaknya yang sedang duduk didepan cermin,tidak terlihat excited.


''Ayo sayang,tamunya udah datang.'' Shinta menghampiri sang anak,ia menatap pantulan dirinya dan Fio didalam kaca.


''Masih berat ya buat kamu untuk terima ini?'' ujar Shinta.Tak berharap Fio akan menjawab,sang Mama melanjutkan.''Mama tau perasaan kamu,lambat laun pasti kamu ngerti kenapa kamu berada diposisi sekarang.''


''Mam,Fio udah berusaha terima ini semua.Doain Fio ya mam.'' ujar Fio mengarahkan tubuhnya menghadap ke arah sang Mama.


''Doa Mama selalu mengiringimu nak.'' Fio langsung melingkarkan tangannya di kaki Shinta,dan Shinta memeluk dan mengusap kepala Fio.


''Yaudah yuk,turun.Mama tebak kamu nggak mungkin nolak.''

__ADS_1


''Ganteng pasti kan mam?''


''Nggak cuma ganteng,tapi..'' ujar Shinta dengan menyatukan ibu jari dan jari telunjuk yang digesek-gesekkan.


''Kok Mamah jadi matre?'' ujar Fio tanpa mengalihkan pandangannya dari Shinta.Tentu dengan wajah yang dibuat kaget.


''Kamu ini,Mama udah kenyang kalo suruh makan harta.Yang ini besok kan buat kamu.'' Fio menanggapi dengan tertawa.


Sedikit bercanda dengan sang Mama ternyata dapat menurunkan ketegangan.


"Dah ayo turun.Kasian yang dibawah pasti udah nunggu kamu.''


"Iya Mam.''


Setelah itu sang Mama merangkul tangan Fio untuk dibawa ke ruang tamu untuk menemui keluarga dari Laki-laki yang akan menjadi tunangan putrinya.


Sesampainya di ruang tamu yang sudah beralaskan karpet.Fio selalu menundukkan wajahnya,bukan karna ia tak penasaran dengan wajah Laki-laki itu.Tapi karna ia malu.


Sedangkan Pemuda Laki-laki yang duduk disana tidak mengalihkan pandangannya dari Fio sejak Fio masuk ke ruang tamu.


"Fio,gue disini." mendengar suara perempuan yang sangat ia kenal.Fio mencoba mendongakkan wajahnya untuk melihat perempuan yang memanggilnya tadi.


Ia tidak akan bertanya kepada perempuan itu 'mengapa bisa disini?'.Ia cukup sadar dengan keadaan sekarang.


Bahwa ia akan menikah dengan Kakak perempuan tersebut.Laki-laki yang sekarang menatap Fio tanpa tau debar jantung Fio yang tak lagi normal.


Laki-laki yang duduk berhadapan dengannya sekarang.Hanya terhalang oleh sajian-sajian kecil.Laki-laki dengan senyum tipisnya.Laki-laki yang beberapa hari menjadi kriteria suami idamannya.


Fio mengedarkan pandangannya kesemua orang disana.Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sekarang sedang berkecamuk dipikirannya.


"Langsung mulai saja ya pak.'' suara laki-laki yang berusia sekitar kepala 4,diketahui ia sebagai ketua Rt di rumah Fio.


Tentu saja Hendra,sang Papa tidak membiarkan anaknya terkena Fitnah dari orang-orang.Setidaknya Ketua Rt harus tau.Kemarin Hendra mendatangi rumah Pak Rt untuk membahas masalah lamaran anaknya dan akan disusul dengan pernikahan dalam waktu dekat.Dengan satu permintaan,yaitu dirahasiakan dari siapapun dan Pak Rt menyetujuinya.


"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.'' salam dari Pak Arga,selaku wali dari Reza.Papahnya.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh.'' jawab semua orang yabg berada disana.


"Jadi kedatangan saya beserta keluarga saya disini menemani putra saya Reza Devanno Genta untuk melamar putri bapak yang bernama Fiona Maura Narendra.'' atensi semua berfokus pada Pak Dirga yang memulai inti pertemuan.

__ADS_1


"Saya Reza Devanno Genta ingin menjadikan engkau wahai Fiona Maura Narendra sebagai kekasih saya,saya ingin engkau menjadi perhiasan terindah di hidup saya,Saya bukanlah ahli agama.tapi dengan Seizin Allah dan Orang tua saya.Bismillahirrohmanirrohim.Maukah engkau menemani saya mencapai Ridho-Nya dalam ikatan suci pernikahan?''


Semua menunggu jawaban dari Fio yang kembali menundukkan kepalanya,sungguh ia benar-benar belum menyangka hal ini terjadi begitu cepat.


Mendapat senggolan pelan dari Mamanya.Fio mendongak setelah menguatkan hatinya untuk menjawab lamaran dari Laki-laki yang berada didepannya.


"Bismillahirrahmanirrahim dengan seizin Allah dan Orang tua,Saya bersedia.''


''Alhamdulillah...'' ucap semua orang merasa lega.


Setelah acara lamaran selesai waktunya memilih tanggal untuk melangsungkan Akad pernikahan.


''Kalau dari saya seminggu dari sekarang aja Pak Hendra.'' usul Arga,Papa dari Reza.Tentu usul tersebut sudah dipikir matang-matang sebelumnya.


Sedangkan kedua orang yang menjadi peran utama kaget,setelah itu salah satu dari mereka menghela nafas karna dari awal sudah tau pasti akan secepat ini.


"Pah apa enggak kecepetan?'' menuruti kata hati,Fio memilih protes ke Papahnya.


"Enggak sayang.'' mengerti kekhawatiran sang putri,Hendra mengusap pucuk kepala Fio.


"Mundur sedikit enggak papa deh Pah.''


''Enggak bisa.'' jawab Hendra mencolek hidung Fio.


''2 minggu deh,yaa?'' melihat putrinya yang akan menangis,Hendra memilih meminta pendapat pada calon besan.''Bagaimana pak?''


"Yaudah,2 minggu lagi.'' Arga yang melihat pemandangan didepan juga memilih mengalah.


Reza yang sedari tadi hanya menyimak karna semua keputusan pasti sudah ada di Papahnya,ia menghela nafas lagi melihat calonnya membujuk ke dua bapak-bapak sampai akan menangis.


Semua keputusan sudah diambil.Keluarga Reza memilih pulang begitu juga dengan pak Rt.


Sedangkan Lisa memilih tinggal untuk menemani Fio.Siap-siap saja,pasti setelah ini Fio akan memberinya banyak pertanyaan.Tentunya sudah ia siapkan jawaban-jawaban yang akan membuat Fio mengerti posisinya.


 


Hey heloooo....


I'm comeback,setelah sekian lamaa wkwk.

__ADS_1


Jangan lupa like & commentnya yowwww


__ADS_2