
Let's get to the start it!!
๐ท๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐ โกโกโก
Pelajaran berganti lagi dan sekarang adalah waktunya pelajaran bahasa Inggris yang mana gurunya masuk dengan anggunly.
"Oke my children, I will absent you one by one yes"
"Yes, Sir"
Sang guru membuka buku absensi.
"Aluka?"
"Hadeer"
"English please"
Aluka mendelik malas karna memang dia sudah lelah.
"present, Sir"
"Good"
Aluka kembali menopang dagunya dengan tangan sembari memejamkan mata damai.
Ckrek..
"Kaito?"
"Present"
"Tara?"
Cekrek..
"P-present sir"
Ap tadi itu? kenapa dia suara kamera?-Tara
Sang empu mengedarkan pandangan kesana sini dan tak menemukan pelakunya.
perasaan mungkin-Tara.
"Kiki?"
Cekrek..
"Present"
"......"
"Present sir"
"....."
"Priset"
__ADS_1
"Present kali?"
"Nah iya itu"
Tubuh Aluka menggigil melihat orang di sebelahnya tengah memegang handphone dan memotretnya, bukannya geer tapi..
Flashnya kelihatan Be*o-Aluka
Aluka menutupi wajahnya dengan buku dan mulai tenang karna tak ada lagi suara kamera tersebut, juga suara pak guru sudah memenuhi ruang kelas itu.
"Ki, psssst"
Kiki menoleh kebelakang melihat Tara yang sedang menyerah kan tangannya.
"Mana handphone mu? aku takut"
Kiki dengan senyuman diwajah nya memberikan handphone dan ia lega karna Tara hanya memasukkan handphone itu ke dalam sakunya.
"Fokus, Brother"
"Verb 3 of Lead is Led, so if ......."
Guru menerangkan dengan seksama satu demi satu membuat para murid senang dengan pelajaran ini.
"Sir, toilet"
"Yes"
Kao pergi keluar dari kelas yang tentunya ia tak ke toilet melainkan ke rooftop untuk melakukan sesuatu.
Hingga akhirnya ia sampai di rooftop dan duduk di lantainya yang sudah terjemur sinar matahari cukup lama.
"Hah.."
Dia mengeluarkan sebuah pisau dari kantongnya yang entah dari kapan ada disana dan mengarahkannya ke tangan..
***Srkk..
srkk..
srkk
tak tak tak***
"Nyum.."
Sepotong buah pir masuk ke dalam mulutnya membuat harinya berbunga bunga, He is very very very love that fruit.
"Kalian jangan mikir yang aneh aneh ya"
Kao menidurkan tubuhnya dan bel istirahat segera berbunyi membuat dirinya tampak menghitung sesuatu.
"1..2..3..4..5..6..7..8..9..10..11..12..13..14..15--"
Brak!"
"Enak banget ya malah istirahat duluan"
__ADS_1
"Tidak patut dicontoh"
Kao mengangkat bahunya tanda tak peduli dan segera seseorang menyambar tangannya mengambil buah yang sedang ia makan.
"Heh?!"
"Makan dewekan wae.."
Yuka memasukkan buah tersebut kedalam mulut nya dan mengunyahnya tanpa rasa bersalah.
"Manis juga, beli dimana en--"
Buagh--!
"Its mine, camkan itu"
Kao mengambil kembali pirnya setelah selesai memukul Yuka dan dia kembali tiduran sedangkan Tara dan Kiki sedang membicarakan sesuatu di sana.
Aluka? sendirian, udah biasa.
"Hapus ini Ki"
"Gak mau Tara.."
"Gak bener tapi"
"Bener koq, lagi pula lucu kan?"
Ya, mereka membicarakan perihal foto Aluka yang banyak minta ampun membuat Tara pijet kepala.
"Waras Ki waras"
"Masih waras koq, Alhamdulillah"
Tara mengangkat kepalanya dan menatap Kiki tajam.
"Jangan sampai ini ketauan oleh ku lagi, Kiki."
Tara meninggalkan Kiki yang sekarang memasang wajah tak bersalah, sungguh orang ini terlalu.
"Kalian bicara apa?"
"Gk"
Yuka sudah sadar dari pingsannya langsung memasang Kamera.
Is time to foto
"Say cheese everyone"
"Cheese!"
||LEMBAR||
Semoga suka ya..
Stay tune in my novel ><
__ADS_1