Lembar!!

Lembar!!
EPISODE 4


__ADS_3

Let's get to the start it!!


๐™ท๐šŠ๐š™๐š™๐šข ๐š๐šŽ๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š โ™กโ™กโ™ก


Seperti yang kita tau, besok adalah hari guru mereka (Pak Anton) ulang tahun.


Dapur Tara sudah sangat wangi oleh bau harum kue yang baru keluar dari oven.


"Wangi.."


"Bagi Tar"


"Jangan ini buat besok"


"Dikit"


"G"


Kao memutar bola matanya malas dan kembali duduk di sofa dengan mengangkat kakinya.


(Kurang ngajar memang)


Ting!


Bunyi oven yang kedua begitu nyaring yang artinya kuenya sudah selesai di panggang dan dibiarkan sebentar oleh Tara disana.


Setelah kira kira 3 menit, ia mengeluarkannya, katanya biar gak gampang kempes (catat)


"Ini gini aja kan?"


"Ya gak lah, Ra. Masa ngasih kue cuma bolunya aj--"


Begitu berbalik, ia melihat pemandangan kue yang sangat indah dengan beberapa tempat dilapisi oleh emas.


"Wiiih"


"Syukurlah"


Tara memasukkannya ke dalam kulkas dan membereskan dapurnya, untung sang ayah akan pulang Minggu depan.


"Lo nginep?"


"Iye, numpang ya"


(Kao gak jadi pulang)


Setelah selesai membereskan semua barangnya di dapur, ia berjalan ke lantai atas untuk menyiapkan kamar tidur tuk sang teman.


"Ngapain?"

__ADS_1


"Nyiapin kamar"


"G usah, aku tidur sofa"


"Oh yaudah"


Anj*r-Kao


Malam pun segera datang dan tanpa sadar mereka tidur begitu larut, untung saja pelayan Tara mengingat kan mereka.


"Tuan muda, tidur"


"Baiklah"


Tara tipikal penurut yang gak mau diatur.


"Jangan makan kuenya"Ucapnya sebelum sang teman memakan habis kue yang ia buat.


"Iye, buruk wae pikiran Lo"


"Sedia payung sebelum hujan bos"


Kao mengangguk sambil mengayunkan tangannya tanda mengusir, Tara nampak tak tenang namun tetap beranjak dari sana.


"Tidur~"


Drrt brrrt.


Perutnya lapar.


"Si*l banget, mana gak ada makanan lagi"Ucap Kao setelah melihat meja makan dan pikirannya tertuju pada kue yang dibuat Tara.


"Makan dikit aje kali ya?"


Ia mengendap endap hingga akhirnya berhasil mencapai kulkas dan pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah kue yang terkena cahaya seakan memanggil untuk dimakan.


"Wiis.."


Baru saja tangannya akan menyentuh lapisan paling luar dari kue tersebut namun tiba tiba ada tangan yang menyentuh bahunya.


"Kao, ngapain?"


Deathglare berkoar koar dari belakang tubuhnya membuat sang empu meneguk ludahnya kasar.


"Gak, cuma lihat aja, kuenya bagus ternyata"


Tanpa pikir panjang Tara menarik tubuh Kao menaiki tangga dan menyuruhnya tidur di kamar miliknya.


"Gue tidur sofa ini, Lo situ, awas aja kali ulang lagi"

__ADS_1


"Gue laper tau".


Buk!!


Sesuatu mendarat di wajah tampan milik Kao membuat sang empu ingin protes namun setelah melihat apa yang mengenainya ia langsung reda.


"Bilang, Be*o"


"Tara semakin kasar"


"Ambigu sangat"


plastik Ciki itu dibukanya dan segera ia makan seperti menyedotnya, jadi keinget vacuum cleaner.


"Makasih Tara"


"Hm"


Mereka akhirnya tidur namun sepertinya tidur Kao tak begitu nyaman.


...||LEMBAR||...


"Kao, bangun, udah jam 5"


"Napa? tau koq kalo dah jam 5"


Lelaki tampan itu mengucek matanya dan melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 5.


"Kita harus Dateng awal"


"Lupa"


Kao diseret ke kamar mandi dan dilempar begitu saja lalu pintu ditutup (Travelling dah tuh dah)


"Anj..., dasar bocah!"


"Saya udah dewasa moon maap"


"W bilangin Tante Ollie awas Lo ya"


Tara menahan marahnya agar sang teman tak memukulnya dipagi hari, bisa bisa kalo tarung malah dia yang metong.


"Ente kadang kadang ye"


Gak jelas? Emang


Semoga suka ya..


Stay tune in my novel ><

__ADS_1


__ADS_2