
Let's get to the start it!!
๐ท๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐ โกโกโก
"Eh lihat deh pohon mangga itu"
"Naon? mana?"
Mereka sontak menoleh ke tempat yang ditunjuk oleh Yuka.
"Wuih ranum bener, sok lah ambil!"
Di saat seperti inilah orang berakal dibutuhkan.
"Maaf, itu dosa"
Tara menggendong kedua perempuan itu dengan mengangkat kerahnya dan kembali berjalan diikuti oleh Kao dan juga Kiki dibelakang.
"Hum hum.."
"Napa luh?"
"Mikir aja gimana kalo misalnya kita yang gendong Tara"
Kao ikut melihat Tara, dan jujur badan lelaki ini yang tegap dan gagah mungkin akan susah jika ingin diangkat bahkan oleh 4 orang .
"Gak berfaedah tapi bener"
...||LEMBAR||...
"Makasih ya nak, Tara"
"Sama sama Tante"
Setelah mengantar Yuka pulang, dilanjut dengan mengantar Aluka yang sekarang masih digendongnya.
"Lepasin Tar"
"G"
"Lepasin w bilang"
"G"
Aluka berusaha memberontak namun entah bagaimana genggaman lelaki itu lebih kuat dari tenaganya.
"Hueeee Kao tolongin"
Kao yang di maksud hanya mengangkat alisnya pertanda tak peduli.
"Aku aja Al"
__ADS_1
"Gk mau, Kiki kan gak kuat"
Jleb..
"Jleb banget ya tuhan.."
Mereka melewati lembah yang curam dan memiliki tinggi 50 meter, lalu ada sawah di samping kanan kiri mereka yang mana kalau salah pihak akan berakibat jatoh.
Sungai sedalam 2 meter mereka lewati hingga akhirnya sampai dirumah Aluka.
Goa.
"Dadah, makasih ya Tara"
(Gak koq canda)
"Btw, kita baliknya kemana nih?"
Kiki baru sekali ini ke rumah Aluka dan ya tentunya dia tak menyangka akan sejauh itu.
"Sono"
Kao menunjuk ke arah jalan setapak yang di ujungnya pas sekali dengan jalan menuju ke rumah Kao.
"Apa yang---"
"Terus ngapain dari tadi naiki gunung turuni lembah beg*!!"
Mereka terkekeh kecil.
Kiki pun mengomel sepanjang jalan, dia tak berhenti mengoceh hingga tiba tiba ada lubang didepannya dan...
Buk!
"Ki? Kiki? Mana Lo?"
Mereka celingak celinguk dan akhirnya berinisiatif melihat ke bawah, yang dimana Kiki sudah berbaring lelah disana..
"Koq tiduran disitu? kotor tau"
"Pala bapak kau tiduran, saya nih jatoh"
"Padahal tadi pas kita lewat gak ada apa apa lho"
Mau tak mau pun mereka akhirnya mengangkat Kiki dari lubang itu dan membopongnya ke rumah Tara yang ada dokter pribadinya.
"Hati hati lain kali ya, Dek"
"Y"
Kiki bertopang dagu dan tiba tiba ia teringat sesuatu yang penting namun entah kenapa ia lupa apa itu.
__ADS_1
"Kayak ada yang lupa tapi apa...ya?"
Setelah lukanya dibalut, ia pamit dan berjalan menuju rumahnya.
Sesampainya dirumah ia membersihkan dirinya dan mengganti baju, ia merogoh rogoh kantongnya takut ada yang uang yang nyelip. nanti sobek saat dicuci
"Apa ya yang lupa?"
"Kiki, ayo kita makan yuk.."
"Iya, Bunda!"
Kiki turun dari tangga dan merasa ada yang kurang di tangannya seperti terlalu kosong gitu.
"Ayah belum pulang?"
"Ya Rabbi, Kiki ini kan jam 5, ayah mu pulang jam 7, masa setiap hari harus nanya gitu?"
"Tau tuh"
"Heh, Anak kecil diem aja"
Adiknya tak peduli dan hanya fokus pada makanannya.
"Oh ya, Ini makanannya"
Kiki mengangguk dan sembari memakan yang disediakan, entah kenapa tangannya terasa enteng sekali.
"Kiki, tumben handphone nya gak dibawa? biasanya selalu megang handphone"ucap Sang Bunda membuat sang anak terbelalak seketika.
"Ya Allah! Hp ku masih di sana!!"
Kiki segera berlari keluar rumah dan menuju tempat tadi ia terjatuh dan kembali turun kesana.
"Hp! dimana kamu!"
Sedangkan disisi lain...
"Tara, hape Kiki lupa w kasih, besok aja kali ya?"
"Yaudah besok aja, Sono pulang gih, dicariin mate lho"
(Mate itu anjing ya)
"Iya juga, dah"
Keadaan Kiki::
"Tidak! Aluka!!"
||**LEMBAR||
__ADS_1
Semoga suka ya..
Stay tune in my novel** ><