Lembar!!

Lembar!!
EPISODE 6


__ADS_3

Let's get to the start it!!


๐™ท๐šŠ๐š™๐š™๐šข ๐š๐šŽ๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š โ™กโ™กโ™ก


Angin berhembus dari arah laut menuju daratan membuat semilir hangat menyentuh kulit.


Shuuuu...


"Uwaaah..."


"Lumayan"


LEMBAR sedang liburan gess!!


"Eh jangan lupa vlog dulu"


Yuka segera mengambil handphone nya lalu ia taruh di sebuah tongkat panjang yang diujungnya ada pegangan.


Tongsis, Taukan?


"Hei ceman ceman!! Lembar lagi liburan nich"


Tampak Kao yang sedang mencoba menangkap kepiting, entah apa tujuannya.


"Say hai Kao-chan"


"Chan Chan pala mu, makan nih Chan"


Kao melemparkannya pasir yang awalnya untuk mengenai Yuka namun sayangnya, Yuka mengelak dengan cepat.


(Chan::sand)


"Blueh!! Kena gue!"


Alhasil Kiki yang berada dibelakang Yuka terkena imbasnya.


"Gomen"


"Nah ini bapa--ini temen saya yang rambutnya warna janda, Say hai Tara!"


"Hai"


Yuka memasang wajah datar, disuruh say hai malah menjawabnya dengan wajah datar, iya sih dilakuin tapi..


"Gak asik"


Hingga akhirnya ia beralih ke Aluka karna menurutnya Aluka akan merespon lebih baik.


"Aluka-chan.. Say ha--"

__ADS_1


Seketika wajahnya yang awalnya ceria menjadi mesam seketika.


"Dahlah"


...||LEMBAR||...


Mereka sampai ke villa yang besar, Yap itu adalah villa milik Tara.


"Wuiih"


"Bagus, bisa buat ide novel"


Mereka mendelik ke arah Aluka membuat yang ditatap mengangkat sebelah alisnya.


"Naon?"


"Is for healing, Al. Not for your novel"


"But Is a big idea you know?"


"Whatever, btw kalian pilih aja kamar, ada banyak koq"


Mereka langsung menghilang dari pandangan sang tuan rumah, Tara yang melihatnya bersweat drop.


Primitif -Tara


Mari kita ke Aluka..


Aluka tak lupa menulis itu di bukunya sebagai nanti ide untuk bab novelnya.


Aku dan dia berlibur divilla yang besar yang ternyata milik keluarganya.


"Liburan yang berharga"


Ia memandangi langit langit sambil merenggangkan otot tubuhnya yang pegal karna habis bermain seharian.


Tanpa sadar ia terlelap dalam mimpinya hingga tanpa sadar teriakan yang memanggil namanya tak terdengar.


"Aluka.."


"Hei di panggil Tara noh"


"Aluka.."


"Aluka, Lo tidur?"


cklek..


Pintu kamar terbuka menampakkan seorang lelaki bersurai emas yang indah terkena sinar lampu.

__ADS_1


Mata Aquamarine nya menelusuri kamar tersebut dan melihat sebuah tubuh yang sedang terbaring diatas kasur.


"Alu??"


Ia melihat Aluka yang sedang tertidur dengan pulas, bahkan tak mengindahkan panggilannya yang tepat berada di dekatnya.


"Cantik"


Kiki mendaratkan tubuhnya di tempat sebelah Aluka dan terus memandangi wajah tersebut.


"Hmmm..."


Aluka bergumam dalam tidurnya membuat Kiki terkekeh kecil, Ia semakin mencintai perempuan ini.


Aluka mengerjakan matanya beberapakali hingga akhirnya kesadarannya kembali.


"Kya!!!"


Kiki yang terkejut terjatuh ke lantai.


Grasak grusuk Kao, Tara dan Yuka terdengar sampai ke kamarnya.


"Kenapa?!!"


Aluka sudah menangis kejer dengan Kiki yang berusaha menenangkannya di kamar, Kao segera datang dan menghempaskan Kiki.


"Hei Aluka, You okay?"


"Not, I not--- Please stop"


Badan Aluka bergetar.


Tatapan bersalah terbit di mata Kiki, Yuka sampai menutup mulutnya karna hal tersebut, ia tak menyangka Aluka bisa sehisteris itu .


"Ssshh, Gw disini Aluka.."


Kao memeluk Aluka erat membuat tangisannya Aluka perlahan lahan mulai reda namun saat menatap Kiki ia kembali bergetar.


"Ki, keluar dulu, Tar tolong bawa makanannya kesini aja"


Api cemburu terbakar dalam hati Kiki namun ia tau dirinya salah.


"Baiklah"


Tara datang membawa nampan makanan dan Kao menyuapi Aluka dengan lembut, Kiki mengintip sedikit demi sedikit lalu pergi


"Maaf"


Semoga suka ya..

__ADS_1


Stay tune in my novel ><


__ADS_2