Lembar!!

Lembar!!
EPISODE 8


__ADS_3

Let's get to the start it!!


๐™ท๐šŠ๐š™๐š™๐šข ๐š๐šŽ๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š โ™กโ™กโ™ก


"Al, makan bakso di warung Mamang yok"


"Gaskeun!!"


Shuuuuu....


Sebuah plastik terbang berputar putar DNA berakhir mendarat di wajah seorang perempuan kecil.


"Tidak beruntung"


...||LEMBAR||...


"Mang baksonya 2 ya!"


"Tidak pake saos"


"Tidak pakai Kol"


"Tapi minta pakai Sambal"


Mereka bertepuk tangan ria dan Si Mamang penjualnya mengangguk dengan wajah datar.


"Senyum Mang"


"Gak, nanti kalian mimisan"


"Coba, siapa berani!"


Cring.."


"Indahnya ciptaan Allah"


Mati


"Heh, ini baksonya sapa yang makan?!"


Mereka kembali bangun dengan kesadaran penuh dan hidung yang masih mengeluarkan darah.


"Cepetan, Mang!"


"Iye"


Aluka dan Yuka mencari tempat duduk. Mereka bermain batu gunting kertas sambil menunggu.


"Yang kalah di tampar"


"Siap"


Mereka mulai mengayunkan tangan.


"Batu gunting kertas!"


Gunting..


^^^Kertas...^^^


Plakk!!


"Batu gunting kertas!"


Batu..


^^^Kertas...^^^

__ADS_1


Plak!!


Dan seterusnya seperti itu hingga pipi keduanya sudah merah dan bonyok


"Neng, bakson-- Astaghfirullah! wajahnya ilang!"


"Hehe"


ย 


Cara makan yang baik ala ala komik LEMBAR.


1.Pakai sendok


"Kau makan pakai garpu?"


"Is not a Garpu dude, is a Sendok garpu"


Aluka menunjukkan garpu yang memiliki selaput diantara para tusukan.


Tau kan? ๐Ÿด


"Di mana dapetnya?"


"Dari sendok"


"-_-"


2.Pakai tangan (kanan)


"Aku seketika lupa cara makan"


"Heh, makan tuh pake tangan Ya Tuhan, Yuka..."


"Emang ini apa?"


"Sama sama jarinya 5 kan?"


"Di kasih tau ngelunjak nih bocah"


3.Anggunly


Gak bisa, mereka sudah lapar


"Sluuurp!!"


"Nyam nyam!"


"Enak mang!"


"Iya, enak, paling debest"


Mereka makan tanpa ada unsur keanggunan sama sekali


"Mang, baksonya 3"


"Oalah, ta kira gak Dateng, ternyata nyusul"


"Nyusul?"


"Tuh temannya dateng duluan, temennya kan?"


Melihat Aluka dan Yuka yang makan dengan wajah layaknya monyet.


Primitif-Tara


"Anggap saja bukan"

__ADS_1


Kiki segera mencari tempat yang berada di samping Aluka.


"Aluka nanti bicara berdua"


"Gak mau"


"Harus, aku maksa"


"Iya dah"


Mereka makan bersama, walaupun begitu tetap saja Aluka serta Yuka tak menunjukkan sisi anggunlynya.


"Makan pelan pelan, keselek mampus"


"Iya Kao"


"Iya iya, tapi mulutnya masih penuh kayak gitu, mirip tupai tau gak"


"Kan tupai lucu?"


(muntah pelangi)


Kiki selesai lebih dulu dan membisikkan sesuatu di telinga Aluka lalu pergi


"Gak waras"


Aluka segera menyelesaikan makannya.lalu pergi dari tempat itu tanpa sepatah kata pun dari mulutnya.


"Eh kira kira mereka beneran akur gak ya gara gara waktu itu kita tinggalin di jalanan?"


"Kayaknya iya, soalnya Kiki bisa segitunya"


"Padahal nih Ep. niatnya tentang bakso"


Mereka berbincang bincang ria yang topiknya mengenai 2 sahabat mereka yang aneh itu.


"Nak, Baksonya belum dibayar, yang 2 adek itu juga belum"


"Oh ya Mang, nanti sama Tara dan Kao bayarnya, nah terus terus gimana?"


"Ya harusnya mereka mah udah baik aja, orang datengnya barengan kemarin"


Percakapan tak berujung itu pada akhirnya selesai, Tara dan Kao yang akhirnya membayar makan mereka namun mereka masih tak pindah dari tempat itu.


"Hai, Konnichiwa"


Mereka menoleh, melihat Aluka dengan wajah datarnya datang sambil melambaikan tangan.


"Konnichiwa"


"H-hai ge-ges"


Kiki tampak menyusul dari belakang dengan wajah yang menunduk, namun terlihat dari kupingnya yang memerah bahwa Kiki sedang malu.


"Anak orang Lo apaian, Al?"


"Gak ada"


Aluka duduk di bangku, begitu melihat Kiki yang lewat entah kenapa dia seperti menahan tawa.


"Wah, gak waras nih, tercium bau tanah nih"


"Njir, koq Tara jadi ngikut kayak kelas kepinteran nya dasi gantung?!"


Ya, tak ada jawaban atas apa yang terjadi antara Kiki dan Aluka.


Semoga suka ya..

__ADS_1


Stay tune in my novel ><


__ADS_2