
ku dengar percakapan mereka dari kamar dan ternyata benar apa yang sudah ku tebak saat ibu memberitahuku bahwa paman dan bibi akan berkunjung
selama ini aku tak begitu menyukai mereka
hanya karena aku menghargai permintaan orang tua ku lah selama ini aku diam kan mereka
kali ini mereka datang berkunjung karena sudah tau tentang kemajuan usaha Ayah dan Ibu ku yang sudah maju
dengan gampang nya mereka meminta sawah peninggalan kakek yang selama ini telah di rawat oleh orang tua ku
di dalam kamar aku merasa marah tetapi apalah dayaku sebelum orang tua ku mengijinkan ku untuk berbicara aku harus tetap menghormati mereka
aku sudah tak bisa mendengar kan pembicaraan mereka jadi ku cuci muka ku dan bersiap untuk tidur
di saat cahaya matahari masuk menyinari kamar ku aku terbangun dari tidur ku yang nyenyak hari ini aku libur sekolah karena di sekolah sedang di adakan rapat
sebenarnya aku masih ingin berada di tempat tidur ku berada di bawah selimut yang hangat ini tiba tiba aku mengingat hal yang ingin ku lakukan pagi ini dengan Ayah
jadi bergegas ku bangun dari tempat tidur ku berjalan menuju kamar mandi tetapi aku hanya ingin mencuci muka ku saja
karena merasakan air yang dingin aku membatalkan untuk mandi pagi yah begitulah aku
jika bukan hari sekolah aku tak akan mandi pagi pagi soal nya air nya dingin
'' Ayah ibu '' ku hampiri kedua orang tua yang sangat ku sayangi
'' hai sayang selamat pagi '' kata Ayah
'' kamu sudah bangun nak '' kata ibu pada ku
'' iya mama ku yang cantik '' jawab ku pada. ibu
''hari ini kita jadi kan untuk berjalan jalan pagi ?'' Tanya ku pada Ayah
'' jadi dong nak '' jawab Ayah sambil melirik ke arah ku
'' paman dan bibi belum bangun bu?
'' belum sayang'
aku meminum air putih saja sedangkan Ayah meminum kopi setelah selesai kami berjalan menelusuri jalan desa menikmati pemandangan yang indah sambil berjalan aku bertanya pada Ayah apakah ia baik baik saja aku teringat tentang pembicaraan nya tadi malam aku merasa cemas pada nya
aku memulai pembicaraan ini duluan karena aku tau betul sifat Ayah ku ia tak akan membagi kesusahan nya pada siapapun
awalnya Ayah tak ingin bercerita padaku tapi aku memberinya penjelasan jika bukan aku anak nya yang mengerti akan kesusahan ayah lalu siapa lagi
__ADS_1
mulailah Ayah bercerita tentang apa yang ku dengan semalam
di depan Ayah aku berpura-pura baru mengetahui nya setelah ayah bercerita padaku
aku meminta izin Ayah apakah Aku boleh ikut bersuara tentang hal ini kepada paman dan bibi
akhirnya Ayah mengizinkan ku sebenarnya aku sengaja mengajak Ayah berjalan jalan dengan tujuan hal ini
tak terasa kami telah tiba di kebun milik Ayah
Ayah menyapa paman tukang kebun yang sedang memetik pepaya yang matang
'' bagaimana pak apa pepaya hasil panen hari ini banyak '' kata Ayah ku pada tukang kebun
'' lumayan la pak bos '' begitu lah sapaan para pekerja Ayah
di kebun kami ini banyak pohon pepaya, pohon pisang, dan juga pohon kelapa dan pohon coklat biasa nya setiap dua kali seminggu teman Ayah yang ada di kota akan datang untuk mengambil hasil panen di sini
Ayah memili menjual hasil panen ke kota karena hasil nya lebih menguntungkan mereka
setelah puas mengelilingi kebun Ayah menyuruh sala seorang pekerja nya untuk menebang pisang yang suda matang dan menyuruh nya membawakan ke rumah
'' tolong bawakan pisang ini ke rumah ya nanti ,soalnya saya dan anak saya ingin ke pasar setelah dari sini -' kata Ayah pada pekerjanya
'' baik lah pak bos '' sahut pekerja yang di suruh oleh Ayah tadi
di Pasat Ayah pasti langsung ke tempat penjual ikan lalu membeli buah buahan segar seperti apel dan jeruk soal nya buah ini tak ada di kebun kami jadi kami harus membeli nya
sedangkan aku akan memili cemilan dan kue yang ku suka
setelah puas dengan belanja kami pulang tetapi tak langsung ke rumah kami mengembalikan motor pekerja Ayah di kebun setelah itu kami berjalan kaki pulang dengan belanjaan kami tadi
'' ahh akhirnya sampai juga '' keluh ku pada Ayah
'' kenapa nak kamu capek ya'' tanya ayah pada ku
'' capek si Ayah tapi tetap saja ini seru '' jawab ku pada Ayah
ibu keluar setelah mendengar bercandaan kami di teras depan rumah dan berkata
'' eh bukan nya tadi kalian pamit mau jalan jalan pagi ya ko bawa belanjaan si'' tanya ibu heran melihat kantong belanjaan yang kami bawa
''' iya si Bu tadi niatnya emen cuma jalan pagi saja eh setelah berkeliling di kebun Ayah ke ingat pasar jadi de kita pinjam motor pekerja buat ke pasar '' jelaskan Ayah pada ibu ku
oh iya Ayah tadi ada pekerja yang membawa pisang dan pepaya masak kata nya di suruh Sama Ayah '' taya ibu pada Ayah ku
__ADS_1
'' iya Bu aku yang suruh tadi ''
'' ya sudah kalo begitu kalian berdua mandi dulu baru kita sarapan bersama'' perintah ibu pada kami berdua
tidak tunggu lama aku masuk membawa belanjaan tadi ke dapur lalu berjalan menuju kamar ku
setelah selesai. mandi aku membantu ibu di dapur mempersiapkan sarapan pagi bibi juga datang membantu kami jadi semua nya cepat selesai setelah itu kami sarapan bersama
suasana sarapan pagi ini tak seperti biasa nya kami hanya menikmati makanan yang ada hanya suara alat makan kami sungguh suasana yang canggung
yang biasanya kami bertiga bercanda gurau di meja makan dan biasa nya aku yang mulai tetapi melihat ekspresi Ayah ku dan paman aku lebih memili diam dulu
sewaktu kami bersama bersantai di teras belakang rumah
aku memulai pembicaraan agar suasana nya lebih baik maksudku ku katakan situasi yang ku lihat tadi di kebun
ayah menjawab ku memberi tahuku kapan temannya akan datang untuk mengambil hasil panen mereka
ibu juga bercerita kepada bibi bahwa hasil jahitan para warga yg ada di luar sana juga akan di bawa ke kota
ekspresi bibi si baik baik saja mendengar tentang kemajuan kedua orang tua ku ini
beda dengan paman dari tadi iya melihat Ayah ku dengan tajam
dan aku tak suka itu
''oh iya apa kau sudah mempertimbangkan apa yang sudah kukatakan semalam '' akhirnya paman bertanya juga pada ayah ku
'' yang semalam itu , aku rasa kau tak bisa mengambil nya sepenuh ya '' jawab Ayah ku
'' apa maksud mu '' tanya paman kembali
'' begini itukan suda di berikan langsung oleh orang tua kita kepada ku sebagai tanda terima kasih nya karena suda merawat sampai mereka wafat '' terangkan Ayah ku pada paman
'' iya aku tau tetapi tidak bisa seperti itu , harus nya kedua orang tua kita membagi nya '' kata paman kembali
'' tapi kan kamu sudah mendapatkan yang lain seperti sawah yang sudah kamu jual dulu'' bela ayahku
'' kenapa kamu mengungkit itu , kamu kan sudah punya kebun yang luas dan beberapa sawah lagi yang lain '' kata paman lagi
'' iya tetapi itu kan atas jeri paya ku sendiri kak '' kata Ayah ku lagi
'' kenapa kau jadi seperti ini dulu kau tak akan melawan ku '' kata paman dengan nada yang mulai sedikit meninggi
ibu ku dan aku dan juga bibi hanya diam mendengar percakapan mereka berdua
__ADS_1
๐ค๐คโบ๏ธ๐๐mohon komen nya dong