Liku Liku Hidup

Liku Liku Hidup
pertengkaran


__ADS_3

ibu aku bibi hanya mendengar pembicaraan mereka


'' kamu sebagai adik harus nya menghormati aku kakak mu '' kata paman ku


'' bukan seperti itu kak '' Jawab ayah ku


berbeda dengan tanggapan paman yang mulai meninggi kan suaranya


Ayah ku Mala menanggapi paman dengan tenang sambil terus menerus menjelaskan permasalahan ini ku lihat ekspresi muka bibi ia sudah tak bisa menahan ingin ikut berbicara


akhirnya terungkap suda alasan sebenarnya saat paman dan bibi baik pada kami akhir tahun ini dan mulai memperbaiki hubungan yang sudah sangat renggang ini


bibi ku pun ikut bersuara bahkan ia menyalah kan ibu ku karena tak bisa menasehati Ayah


ibu hanya berkata kepada bibi bahwa ia hanyalah seorang istri dan tak pantas ikut campur tentang harta peninggalan mertuanya


tentu saja Ibu membela Ayah ku karena ibu tau betul bagaimana Ayah ku itu menjaga orang tua nya saat mereka masih sehat hingga mereka sakit dan akhirnya meninggal dunia karena ibu ikut turun tangan kala saat itu


sedangkan paman ku selama kakek ku sakit ia hanya pulang setahun sekali walaupun aku tak tau kesibukan mereka seperti apa di sana tapi setidak nya yang aku lihat kedua orang tua ku lah yang sudah susah payah merawat kakek dan nenek ku


perbincangan mereka semakin panas saja


walaupun aku terbilang masih anak remaja tetapi tak ku pungkiri bahwa pikiran ku terbentuk dewasa di karenakan lingkungan di sekitar ku


hati ku sudah tak sanggup mendengar kata-kata yang memojokkan kedua orang tua ku


'' maaf paman aku menyela pembicaraan paman , sebagai kakak dari Ayah seharusnya paman menyayangi Ayah ku


tak perlu berkata kasar seperti ini '' ku tegur paman dengan sopan


'' kamu sebagai anak kecil tak usah ikut campur pembicaraan orang tua'' kata paman pada ku


' kakak ipar jangan membentak anak ku seperti itu'' bela ibu sambil memelukku


'' kamu seharusnya mengajari anak mu harus sopan sama orang tua '' jawab paman pada ibu


'' paman dan bibi yang sudah tak sopan pada Ayah dan Ibu ku


'' lihat anak mu itu bagaimana caramu mengajar kan sopan santun '' tunjuk paman padaku sambil menoleh ke Ayah


'' Anna sudah sayang berhentilah '' kata Ayah pada ku


'' maaf kan aku Ayah aku tak bermaksud seperti itu aku Hanya sudah tak bisa melihat perlakuan paman dan bibi pada kalian


tentang hak warisan itu aku ingin tanya


kemana paman saat kakek dalam keadaan susah dan kemana paman saat kakek sakit keras

__ADS_1


kenapa paman tak mengurus mereka


yang mengurusi kakek saat itu hanya ayah dan ibu


seharusnya paman atau bibi juga ikut mengurus nya tetapi dengan Tenga kalian hanya datang setahun sekali saja


lalu mengapa paman meminta hak Ayah


akhirnya ku keluarkan kata kata yang sudah ku pendam dalam hati ku


sudah lama aku ingin mengatakan hal ini


lengah rasanya walaupun aku juga tak menyangka aku bisa mengatakan hal seperti itu


'' kau itu tak tau apa apa Anna '' bentak paman pada ku


ayah membelaku ibu tak melepaskan pelukan nya padaku


'' sudah la kak yang dikatakan Anna semua itu benar , selama ini aku diam karena masih menghormati kakak sebagai saudara ku tetapi jika kakak sudah tak menghargai dan sudah menyakiti istri dan anak ku aku tak akan tinggal diam saja


tangis ibu ku pecah melihat pertikaian antara Ayah dan paman


'' sudah lah Ayah turunkan suaramu tidak enak kalau tetangga mendengar kita ribut seperti ini '' ibu menasehati Ayah ku


'' baiklah kita ini satu keluarga bagaimana kalo kita membicarakan hal ini dengan baik baik ' kata Ayah pada paman


tetapi paman tak ingin mengubah apa yang ia inginkan


Ayah ku menawarkan agar sawah peninggalan kakek di bagi dua saja


tetapi paman malah ingin menjual semua sawah peninggalan kakek


paman mengatakan ia ingin hasil penjualan Sawa akan di jadikan modal usahanya


sementara ayah tak ingin menjual harta peninggalan kakek


ayah mengingatkan paman kembali bahwa dulu kakek sudah memberikan bagian mereka


paman tak mau kala iya bersikeras ingin mengambil semuanya


tetapi bibi membujuk nya agar Mengalah karena bibi tau betul sikap keras kepala yang di miliki Ayah ku


akhirnya paman mengalah juga


sekali lagi Ayah mengusulkan ingin membeli bangunan paman


dengan ragu ragu bibi melirik ke paman lalu mengangguk untuk memenuhi permintaan Ayah ku

__ADS_1


Aku hanya menggeleng melihat kelakuan paman ku dan takjub melihat sikap Ayah mengatasi masalah ini


dengan melihat sikap paman dan bibi hari ini rasa hormat ku kepada mereka berkurang lagi


dengan rasa tak bersalah paman memberikan jangka waktu agar Ayah membayar nya tak kurang dari dua Minggu


di teras belakang rumah aku berbicara kepada orang tua ku


'' mengapa Ayah melakukan hal ini itukan hak Ayah mengapa Ayah harus membaginya pada paman ''


'' tidak apa apa sayang '' pertama mereka adalah keluarga kita


yang kedua ayah tak ingin orang membicarakan keluarga kita


dan lagian ayah juga tak ingin kehilangan harta peninggalan kakek '' kata Ayah ku


' iya sayang kita ikhlaskan saja dan berdoa agar kita mendapatkan rezeki yang lebih banyak dari itu anggap saja kita menolong orang yang membutuhkan '' kata ibu ku


aku bersyukur mempunyai kedua orang tua yang baik seperti mereka


aku berdoa agar mereka selalu sehat


walaupun telah terjadi pertengkaran tadi Ayah tetap memperlakukan paman dan bibi dengan sopan


mereka masih membiarkan paman dan bibi untuk menginap beberapa hari lagi


setiap aku melihat paman dan bibi aku selalu teringat tentang perlakuan mereka pada ku aku merasa sangat kesal


selama mereka menginap aku tak ingin makan bersama mereka


aku juga tak pernah bertegur sapa lagi dengan mereka


Memeng begitulah aku walau Ayah dan Ibu bersikap seolah tak terjadi apa apa tetapi beda dengan ku


beruntung saat pertengkaran hari itu para tetangga yang biasa nya datang menjahit sedang ada pertemuan di balai desa jadi tak ada seorang warga desa di sini yang tahu


saat teman ayah datang dari kota untuk mengambil hasil panen di kebun


ayah meminta tolong agar bisa meminjam uang dari nya untuk membayar paman


dengan senang hati teman nya akan meminjamkan uang pada Ayah dan berkata '' kita ini sudah seperti saudara ''


setelah paman mendapat kan uang nya ia bersiap untuk kembali ke kampung nya


sekali lagi Ayah mengantar kan mereka ke kota untuk mencari bis yang menuju ke kampung halaman paman dan bibi


jangan lupa jempol nya dong 🤗🤗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2