
ibu aku bibi hanya mendengar pembicaraan mereka
'' kamu sebagai adik harus nya menghormati aku kakak mu '' kata paman ku
'' bukan seperti itu kak '' Jawab ayah ku
berbeda dengan tanggapan paman yang mulai meninggi kan suaranya
Ayah ku Mala menanggapi paman dengan tenang sambil terus menerus menjelaskan permasalahan ini ku lihat ekspresi muka bibi ia sudah tak bisa menahan ingin ikut berbicara
akhirnya terungkap suda alasan sebenarnya saat paman dan bibi baik pada kami akhir tahun ini dan mulai memperbaiki hubungan yang sudah sangat renggang ini
bibi ku pun ikut bersuara bahkan ia menyalah kan ibu ku karena tak bisa menasehati Ayah
ibu hanya berkata kepada bibi bahwa ia hanyalah seorang istri dan tak pantas ikut campur tentang harta peninggalan mertuanya
tentu saja Ibu membela Ayah ku karena ibu tau betul bagaimana Ayah ku itu menjaga orang tua nya saat mereka masih sehat hingga mereka sakit dan akhirnya meninggal dunia karena ibu ikut turun tangan kala saat itu
sedangkan paman ku selama kakek ku sakit ia hanya pulang setahun sekali walaupun aku tak tau kesibukan mereka seperti apa di sana tapi setidak nya yang aku lihat kedua orang tua ku lah yang sudah susah payah merawat kakek dan nenek ku
perbincangan mereka semakin panas saja
walaupun aku terbilang masih anak remaja tetapi tak ku pungkiri bahwa pikiran ku terbentuk dewasa di karenakan lingkungan di sekitar ku
hati ku sudah tak sanggup mendengar kata-kata yang memojokkan kedua orang tua ku
'' maaf paman aku menyela pembicaraan paman , sebagai kakak dari Ayah seharusnya paman menyayangi Ayah ku
tak perlu berkata kasar seperti ini '' ku tegur paman dengan sopan
'' kamu sebagai anak kecil tak usah ikut campur pembicaraan orang tua'' kata paman pada ku
' kakak ipar jangan membentak anak ku seperti itu'' bela ibu sambil memelukku
'' kamu seharusnya mengajari anak mu harus sopan sama orang tua '' jawab paman pada ibu
'' paman dan bibi yang sudah tak sopan pada Ayah dan Ibu ku
'' lihat anak mu itu bagaimana caramu mengajar kan sopan santun '' tunjuk paman padaku sambil menoleh ke Ayah
'' Anna sudah sayang berhentilah '' kata Ayah pada ku
'' maaf kan aku Ayah aku tak bermaksud seperti itu aku Hanya sudah tak bisa melihat perlakuan paman dan bibi pada kalian
tentang hak warisan itu aku ingin tanya
kemana paman saat kakek dalam keadaan susah dan kemana paman saat kakek sakit keras
__ADS_1
kenapa paman tak mengurus mereka
yang mengurusi kakek saat itu hanya ayah dan ibu
seharusnya paman atau bibi juga ikut mengurus nya tetapi dengan Tenga kalian hanya datang setahun sekali saja
lalu mengapa paman meminta hak Ayah
akhirnya ku keluarkan kata kata yang sudah ku pendam dalam hati ku
sudah lama aku ingin mengatakan hal ini
lengah rasanya walaupun aku juga tak menyangka aku bisa mengatakan hal seperti itu
'' kau itu tak tau apa apa Anna '' bentak paman pada ku
ayah membelaku ibu tak melepaskan pelukan nya padaku
'' sudah la kak yang dikatakan Anna semua itu benar , selama ini aku diam karena masih menghormati kakak sebagai saudara ku tetapi jika kakak sudah tak menghargai dan sudah menyakiti istri dan anak ku aku tak akan tinggal diam saja
tangis ibu ku pecah melihat pertikaian antara Ayah dan paman
'' sudah lah Ayah turunkan suaramu tidak enak kalau tetangga mendengar kita ribut seperti ini '' ibu menasehati Ayah ku
'' baiklah kita ini satu keluarga bagaimana kalo kita membicarakan hal ini dengan baik baik ' kata Ayah pada paman
tetapi paman tak ingin mengubah apa yang ia inginkan
Ayah ku menawarkan agar sawah peninggalan kakek di bagi dua saja
tetapi paman malah ingin menjual semua sawah peninggalan kakek
paman mengatakan ia ingin hasil penjualan Sawa akan di jadikan modal usahanya
sementara ayah tak ingin menjual harta peninggalan kakek
ayah mengingatkan paman kembali bahwa dulu kakek sudah memberikan bagian mereka
paman tak mau kala iya bersikeras ingin mengambil semuanya
tetapi bibi membujuk nya agar Mengalah karena bibi tau betul sikap keras kepala yang di miliki Ayah ku
akhirnya paman mengalah juga
sekali lagi Ayah mengusulkan ingin membeli bangunan paman
dengan ragu ragu bibi melirik ke paman lalu mengangguk untuk memenuhi permintaan Ayah ku
__ADS_1
Aku hanya menggeleng melihat kelakuan paman ku dan takjub melihat sikap Ayah mengatasi masalah ini
dengan melihat sikap paman dan bibi hari ini rasa hormat ku kepada mereka berkurang lagi
dengan rasa tak bersalah paman memberikan jangka waktu agar Ayah membayar nya tak kurang dari dua Minggu
di teras belakang rumah aku berbicara kepada orang tua ku
'' mengapa Ayah melakukan hal ini itukan hak Ayah mengapa Ayah harus membaginya pada paman ''
'' tidak apa apa sayang '' pertama mereka adalah keluarga kita
yang kedua ayah tak ingin orang membicarakan keluarga kita
dan lagian ayah juga tak ingin kehilangan harta peninggalan kakek '' kata Ayah ku
' iya sayang kita ikhlaskan saja dan berdoa agar kita mendapatkan rezeki yang lebih banyak dari itu anggap saja kita menolong orang yang membutuhkan '' kata ibu ku
aku bersyukur mempunyai kedua orang tua yang baik seperti mereka
aku berdoa agar mereka selalu sehat
walaupun telah terjadi pertengkaran tadi Ayah tetap memperlakukan paman dan bibi dengan sopan
mereka masih membiarkan paman dan bibi untuk menginap beberapa hari lagi
setiap aku melihat paman dan bibi aku selalu teringat tentang perlakuan mereka pada ku aku merasa sangat kesal
selama mereka menginap aku tak ingin makan bersama mereka
aku juga tak pernah bertegur sapa lagi dengan mereka
Memeng begitulah aku walau Ayah dan Ibu bersikap seolah tak terjadi apa apa tetapi beda dengan ku
beruntung saat pertengkaran hari itu para tetangga yang biasa nya datang menjahit sedang ada pertemuan di balai desa jadi tak ada seorang warga desa di sini yang tahu
saat teman ayah datang dari kota untuk mengambil hasil panen di kebun
ayah meminta tolong agar bisa meminjam uang dari nya untuk membayar paman
dengan senang hati teman nya akan meminjamkan uang pada Ayah dan berkata '' kita ini sudah seperti saudara ''
setelah paman mendapat kan uang nya ia bersiap untuk kembali ke kampung nya
sekali lagi Ayah mengantar kan mereka ke kota untuk mencari bis yang menuju ke kampung halaman paman dan bibi
jangan lupa jempol nya dong 🤗🤗🙏🙏
__ADS_1