Liku Liku Hidup

Liku Liku Hidup
ibu


__ADS_3

setelah pertemuan GINA di rumah


GINA pun semakin sering ke rumah desa


hari ini masih sama seperti hari hari yg kemarin saat mentari menampakkan cahaya ya sat itu pula para makhluk di bumi memulai aktivitas


tahun demi tahun telah berlalu usaha dan kerja keras di sekolah dapat membawa ANNA ke universitas yg ia inginkan


tetapi semua tak seperti yang ANNA inginkan takdir berkata lain


dimana ANNA hanya ingin melalui hari hari nya yang bahagia bersama kedua orang tua nya tetapi kenyataannya berbeda ibu Nya mengalami sakit keras hingga ia di rawat di RS kota


sejak setahun lalu keluarga mereka telah pindah ke kota di samping ANNA mempunyai tokoh yang harus di urus ia juga memilih melanjutkan kuliah ya di sana


sejak beberapa bulan ibunya bolak balik Rumah sakit di Minggu ini keadaaan ibu ya semakin parah ANNA dan AYAH YA semakin cemas di buat nya


IBU apa aku kehilanganmu batin ANNA


sambil menunggu di bangku antrian loket obat ANNA tak sanggup menahan butiran demi butiran air mata ya yang terus mengalir bebas di pipih selang beberapa menit suara ponsel membangun kan ia dari lamunan ya

__ADS_1


' assalamualaikum '


' waalaikumsalam '


'AN gimana kabarnya tante'


dengan air mata yang masih membasahi pipinya ia bercerita kepada sahabat ya melalui telpon mambagi semua keluh kesah ya


blm selesai ia bercerita dengan AIRA seorang suster menyuruh nya agar cepat kembali ke kamar inap ibunya


ANNA segera berlari dan memutuskan sambungan telpon dari Aira tanpa berkata apa apa


dengan air mata yang terus menerus mengalir ANNA hanya bisa memeluk sang AYAH dengan sesegukan keluar kata dari mulut ya dengan liri IBU IBU IBU tolong berjuang lah


nak kita harus mengikhlaskan jika ALLAH sayang pada ibu mu Jagan menangis ANNA kita harus berdoa dengan kata kata dari ayah nya ia menghapus air mata nya


dok tolong selamat kan istri saya


' maaf pak kami sudah berusaha '

__ADS_1


dek jantung ANNA serasa berhenti mendengar perkataan dokter iya mendorong suster yang bekerja mencabut alat medis yang berada di badan ibu nya.


dengan tangis yang pecah iya memeluk jasad sang ibu di ikuti oleh ayah nya


ayah nya membelai jasad sang ibu


'' sayang kau sudah tak merasakan sakit lagi tenang lah di sana di sini masih ada aku yang akan menjaga putri kita ''


seorang perawat membantu ayahnya mengisi surat surat untuk kepulangan jenasah ibu nya dengan berusaha tegar di depan ANNA ayah ya memeluk ANNA setelah selesai mengurus semuanya


nak sayang kau boleh bersedih tapi ingat lah kata kata ayah ibu mu sudah tenang di alam sana dan ia tak merasakan sakit lagi pasti ibu mu juga tak suka melihat putri nya yang cantik menangisi nya kita harus mengikhlaskan ibu nak doakan ia ingat lah semua kebaikan ya ''


setelah beberapa menit tangis ANNA mulai meredah dengan suara yang masih kacau ia menghubungi Aira


'' halo Aira ibu sudah meninggalkan ku untuk selamanya ''


'' Anna yang sabar ya tuhan lebih menyayangi ibu mu ''


suara Aira seakan menahan tangis ya di seberang telpon

__ADS_1


ayo bantu dukung author degan cara komen dimana letak kesalahan author ya


__ADS_2