
setelah kepergian paman dan bibi aku merasa lega tetapi juga merasa kasihan terhadap Ayah ku ia pasti kecewa akan perbuatan saudara kandung nya
di dalam hati aku bertekad jika besar nanti akan ku pastikan tidak akan ada lagi orang yang bisa membuat kedua orang tua ku seperti ini
Ayah berusaha untuk membayar hutang yang di ambil nya aku Memeng cemas tetapi aku tau ayah bisa membayar nya yang ku cemaskan bukan itu karena Ayah sudah memberitahu ku sebenarnya hutang yang Ayah bisa lunas ko hanya dengan hasil panen beberapa bulan saja
yang membuat ku cemas pasti Ayah akan bekerja lebih lagi dan kesehatan nya akan terganggu sebagai anak nya aku hanya bisa menyemangati nya saja
aku yakin semua masalah akan cepat di lalui dengan ikhlas
karena begitu lah yang sudah di ajarkan orang tua ku
hari ini masih hari Minggu jadi ku putuskan untuk ke rumah Aira dan mengajak nya ke luar untuk berjalan jalan
tentunya aku pergi setelah membantu pekerjaan ibu
ku ijin kepada ibu ku untuk ke mengajak Aira pergi keluar berjalan jalan
seperti biasa Ibu mengijinkan ku pergi jika bersama Aira
ayah mengijinkan ku untuk memakai motor miliknya
ya aku sudah bisa mengendarai motor hanya saja ibu ku masih takut memberi ku motor lain hal nya dengan Ayah
'' terimakasih Ayah '' ku ambil kunci motor lalu berjalan mendekati ibu dan menyakinkan nya
'' ibu aku akan berhati-hati mengendarai motor ''
ibu ku seperti ini karena trauma melihat kejadian yang menimpa tetangga ku
anak nya kecelakaan saat ia pergi ke kota untuk mengurus sesuatu
itu jugalah yang membuat ibu tak ingin tinggal di kota walau Ayah sudah beberapakali mengajak nya
'' assalamualaikum '' ku ucapkan lalu pergi
di perjalanan tak sengaja ku liat ibu Aira berjalan pulang membawa sebuah keranjang yang berisi sayuran
ku tepi kan motor ku
'' hai Tante ''
'' Tante habis mana ?'
'' oh Anna ''
'' tadi Tante habis dari kebun dan mengambil sayur ''
ku ajak Tante untuk mengantar nya pulang awalnya ia menolak tapi ku katakan bahwa aku jiga bertemu Aira
setelah sampai di rumah Aira ia sudah rapi menunggu ku di teras depan
__ADS_1
'' ibu ko pulang sama Anna ''
'' kenapa tak sama Ayah '' Tanya nya pada ibu nya dengan muka heran
'' ia soalnya Ayah mu masi lama jadi ibu pulang berjalan kaki eh di jalan ketemu sama Anna jadi kami pulang bareng '' jelaskan ibu Aira pada nya
dengan mengangguk Aira berkata '' ohh jadi gitu tapi bagus lah ibu sudah pulang jadi aku bisa pamit tanpa harus ke kebun dulu '' dengan candanya sambil terkekeh
'' kau itu menertawakan ibu lagi ya ''
'' enggako heheheh''
'' engga tapi tertawa'' coba lihat Anna sikap teman mu ini '' sambil melirik ku
'' ah sudahlah tapi ibu tanya kalian mau ke mana ''
' kami mau ke pantai lalu makan makan lalu ke mana lagi ya Aira '' Jawab ku pada Tante lalu bertanya pada Aira
'' ya sudah kalian mau ke mana saja boleh tapi ingat pesan ibu jika kalian di luar rumah dan hati hati saat berkendara '' ibu nya mengigat kan ku Karena ibunya suda seperti ibu ku juga
pertama Tama kami memilih tempat makan yang berada di dekat pinggir pantai agar selai kenyang kami juga bisa melihat pemandangan
'' Aira kamu mau makan apa ?'
'' hem bagai mana kalo kita makan bakso saja ''
'' iya boleh juga ''
'' bang dua mangkok baksos nya tanpa mie '' aku berkata seperti itu soalnya kami tak suka makan bakso pakai mie nya
ku nikmati mi ku sambil curhat pada Aira
'' kamu kenapa Anna ?
'' kok mukamu begitulah?
taya Aira padaku ia sudah tau aku cemas hanya melihat wajah ku
'' aku cemas dengan ayah akhir akhir ini iya sering terlambat pulang untuk makan siang jika libur aku bisa mengantarkan makana ke kebun tapi tapi di saat sekolah aku tak bisa
'' pasti paman bekerja keras untuk menutupi hutang ya deh ''
'' iya begitu lah ''
'' tak apa apa, paman kan orang yang kuat '
' jadi tenang saja '' kata Aira menenangkan ku
di saat seperti ini lah aku merasa bersyukur punya sahabat seperti Aira karena dia aku bisa mencurahkan semua isi hati ku dia juga bisa menenangkan ku semua kisah ku yang sedih maupun yang senang selalu ku bagi dengan nya
sejak kecil aku sudah mengaggap Aira sebagai saudara ku begitupun dengan nya terhadap ku mungkin karena kami berdua adalah anak tunggal jadi perasaan kami sama
__ADS_1
'' ia aku berdoa agar Ayah selau di beri kesehatan ''
'' Habis dari sini kita ke toko buku yuk '' kataku mengajak Aira
sambil mengangguk Aira berkata ''em boleh tuh aku juga butuh beli buku soalnya buku catatan ku udah mau penuh
'' sama dong aku juga , kataku
kami mengalihkan pembicaraan ke perlengkapan sekolah
hehe supaya aku tak terlalu cemas lagi pada Ayah
setelah puas menikmati pantai puas mencurahkan kelu kesah ku pada Aira aku lalu mengajak nya keliling dulu Beru deh kami singgah di sebuah toko yang didepan pagar terpampang di jual berbagai perlengkapan sekolah
kami masuk awal nya kami ke sini ingin memili buku saja eh ternyata di sini banyak yang unik unik menurut. kami jadi kami berkeliling melihat lihat dulu lalu
mulai dari alat tulis tas sekolah pakaian semua nya ada disini ada satu yang menurut ku bagus yaitu sepasang alat tulis yang memiliki tanda persahabatan tanpa ragu ragu ku beli lalu ku bagi satu buat Aira
setelah selesai memili kami membayar nya
'' Aira biar aku yang bayar soal nya kamu tau kan jika aku keluar bersamamu ibu pasti memberikan uang lebih katanya jangan lupa berbagi sama Aira ''
'' Aira hanya tersenyum melihat ku memperagakan perkataan ibu tadi di rumah ''. baiklah baiklah
'' ok '
kami kembali pulang Dengan senang hari ini aku lengah sekali dan sangat senang jarang jarang kami keluar begitu lama
aku harap ibu tak terlalu cemas di rumah
akhirnya kami sampai di rumah
ibu sudah menunggu ku di teras aku sudah menebak nya tadi Memeng ya perasaan ku tak pernah salah
'' assalamualaikum ''
'' waalaikumsalam ''
'' ibu menunggu ku ya maaf aku Beru pulang ''
''. sudah engga apa apa ko ''
'' aku jadi lupa waktu Bu kalo bersama Aira''
'' iya ibu tau , kalian pasti bersenang senang kan ''
'' iya tadi aku beli buku lihat deh Bu ''
begitulah percakapan ku pada ibu aku jadi merasa bersalah deh sama Ibu ku
mohon bantu komennya Ya βΊοΈππ
__ADS_1