
dengan perjalanan yang begitu menegangkan bagi ayah dan anak mereka telah tiba di rumah sakit kota yang di rujukan dokter untuk ibu Anna
perawat yang bertugas di rumah sakit langsung mengangkat Ibu Anna memindahkannya ke bangsal lalu mendorongnya masuk ke ruang perawatan dengan Anna yang selalu berada di samping ibunya
sedangkan Ayah mengikuti perawat Puskesmas untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan pihak rumah sakit
Anna sangat sedih melihat ibu nya di pasang kan selang infus dan juga selang oksigen
para perawat mulai bekerja mengikuti perintah dokter mulai dari mengecek suhu badan, mengecek tekanan darah, mengecek detak jantung, Ibu nya
Anna hanya diam duduk di kursi melihat ibu nya di obati oleh dokter dengan air mata yang tak henti manetes
setelah Ayahnya selesai mengurus semua nya ia kembali ke ruangan barsama Anna
sayang berhenti menangis kita harus kuat demi ibu
jika Anna terus menangis Ibu pasti sedih
nasehat Ayah pada nya
'' maaf bapa keluarga nya '' tanya sang dokter
'' iya dokter, saya suami nya''
'' begini pak kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kami bisa melihat apa kah di kepala ibu yang habis terbentuk ada penggumpalan darah atau tidak jadi kami tau tindakan apa yang harus kami berikan selanjutnya
'' iya dokter lakukan apa pun untuk kesembuhan istri saya'' jawab Ayah pada dokter
'' sus tolong segera bawa pasien keruangan leb perintah dokter pada perawat dan mereka bergegas mengerjakan nya
Anna dan Ayah di ijinkan untuk mengikuti perawat tadi dan mengikuti ibu nya
sesampai di satu pintu ruangan ibu di dorong masuk oleh perawat dan berbalik berkata
'' bapak , ade, silahkan tunggu disini sebentar ''
'' iya suster'
dengan cemas mereka berdua terpaksa menunggu di luar
setelah pemeriksaan ibu selesai susster keluar dan berkata
'' pak kami akan memindahkan ibu ke ICU ''
Ayah dan Anna kembali mengikuti ke mana ibu nya di bawah dan sesampai nya di sana ibu di pasangkan alat oleh perawat yang ada di ICU ,
bapak silahkan menunggu di luar kami akan mengurus istri anda di dalam sini punya waktu untuk menjenguk '' kata salah seorang perawat''
Ayah hanya bisa mengikuti apa yang di katakan perawat mereka menunggu di ruang tunggu dengan memeluk Anna Ayah berdoa semoga istrinya tidak dalam keadaan yang buruk
'' ayah apakah ibu akan baik baik saja'' tanya Anna dengan cemas
__ADS_1
' kita berdoa saja sayang ''
tak lama suster keluar memberikan resep pada Ayah untuk di tebus di apotik rumah sakit
Anna tinggal di sini saja ya sayang Ayah cuma sebentar ''. kata Ayah nya lalu pergi
tak lama Ayah nya kembali suster keluar lagi meminta Ayah membelikan sesuatu untuk ibu nya
'' pak ibu membutuhkan ini anda bisa membelinya di depan rumah sakit''
'' baik sus'' jawab Ayah
''Anna ayo ikut Ayah '' sambil mengambil tas nya mereka berjalan keluar
sampai di luar rumah sakit Anna melihat warung yang begitu luas di situ di jual berbagai macam kebutuhan
'' Anna kamu boleh mengambil apapun yang kamu mau sayang '' kata Ayahnya sambil berkaliling
'' tidak perlu Ayah kita mengambil air putih saja ''
mereka hanya membelikan kebutuhan Ibu nya dan sebotol air putih
'' permisi sus ini yang anda minta tadi '' kata Ayah pada suster
mereka kembali menunggu hingga sang dokter datang menghampiri mereka
'' pak seperti yang saya katakan tadi kami sudah tau apa yang bisa kami lakukan untuk istri bapak ''
betapa kagetnya ayah mendengar pernyataan dokter tapi iya harus tegar
'' jika sudah di operasi apakah istri saya bisa sembuh dok''
'' semoga pak , semua nya terserah yang di atas , tetapi kami harus mengatakan bahwa kesempatan istri bapak sembuh ialah besar''
'' baiklah dok saya ingin istri saya di operasi''
setelah dokter menjelaskan semua pada Ayahnya suster menyuruh nya menandatangani surat persetujuan operasi dan menyuruh Ayah untuk mencari dua kantong darah untuk persiapan operasi dan untung nya golongan dara ibu sama dengan golongan darah Ayah jadi Ayah mendonorkan darah nya sesuai petunjuk suster yang berbicara kepada Ayah
sebelum Ibu di masuk ruangan operasi Anna dan Ayah di perbolehkan untuk melihat ibu
'' Ibu kau harus kuat sayang semua akan baik baik saja''
tanya Ayah pada ibu yang belum sadar kan diri sambil menggenggam tangan nya
Ayah aku tidak mau kehilangan ibu
aku sayang sama Ibu peluk Anna pada Ibunya
kita berdoa Sama sama ya sayang
mereka menunggu di luar ruang operasi
__ADS_1
operasi nya berjalan lama Ayah dan Anna sudah menunggu dua jam tapi operasi nya belum selesai dokter tak kunjung keluar.
hampir tiga jam lebih akhirnya dokter keluar bersama suster mereka menghampiri Ayah
' dokter bagaimana keadaan istri saya ?
'keadaan istri bapak sudah mulai membaik operasi nya berjalan lancar' kata dokter
'' Alhamdulillah ya Allah '' terima kasih dokter '' kata Ayah
'' iya '' sebentar lagi istri bapak boleh di pindahkan ke kamar rawat
'' baik ' apa saya boleh melihat nya ? tanya Ayah
'' anda boleh melihat nya jika dia sudah berada di ruang rawat pak ''
'' baik dokter '' jawab Ayah
selang dua puluh menit para suster mendorong Ibu Anna keluar ruangan operasi menuju kamar rawat inap
Ayah dan Anna mengikuti dari belakang
mereka di tempat kan di kamar yang memiliki empat bet semua bet terisi dengan bermacam macam orang yang terluka .
suster memeriksa Ibu Anna sebelum mereka pergi
'' ibu ibu Anna ada di sini ayo buka mata Ibu ''
'' iya sayang kami akan menemanimu di sini''
'' Ayah mengapa Ibu tidak membuka matanya?
'' kata dokter tadi ibu masih di beri obat jadi dia belum bangun ' begini saja sayang Ayah akan keluar membeli makanan untuk kita Anna tinggal di sini jangan ke mama mana
jelaskan Ayah pada Anna
Ayah berani meninggalkan Anna bersama Ibu nya karena mereka sudah berada di ruang rawat inap
Anna melihat orang yang ada di sebelah bet ibu nya yang kakinya di perban dan yang ada di depan bet itu di isi dengan seorang perempuan yang merasa kesakitan di bagian perut
Anna tak pernah melepaskan tangan ibu nya hingga ibu nya menggerakkan jari nya sedikit demi sedikit dan Anna pun tersenyum melihat itu
' ibu apa ibu mendengar ku coba gerakkan lagi jari ibu coba buka mata Ibu'' harap Anna
seseorang yang menjaga pasien yang ada di bet sebelah menghampiri Anna dan berkata
'' coba kau panggil dokter untuk memeriksa Ibu mu '
'' tetapi Aku tidak tau harus memanggil dokter di mama dan juga tadi Ayah menyuruhku untuk tetap berada di samping Ibu ku
'' baiklah dek biar aku yang memanggil nya ''
__ADS_1
siapa yang mau tau yuk lanjut baca jangan lupa kasi jempolnya ya 🙏🙏🙏