Living With The Bastard

Living With The Bastard
Bimbang


__ADS_3

Ketika Keyla dan Dara memperhatikannya, pria itu berpura-pura asik memainkan ponsel. Hal tersebut membuat kedua gadis ini semakin curiga, terlebih dikarenakan penampilan serta gelagat aneh yang ditunjukkan pria tersebut.


"Apa kita samperin aja ya?" Dara meminta pendapat.


Keyla mengangguk setuju. "Iya, kita harus tahu apa maksudnya. Lagian di sini rame, dia pasti gak berani macam-macam."


Namun, ketika menyadari Keyla dan Dara hendak mendekatinya, penguntit itu buru-buru melarikan diri.


"Hey, tunggu!" panggil Dara, tapi itu pria sama sekali tidak menoleh, malahan semakin mempercepat langkahnya.


Dara hendak mengejar, tapi buru-buru ditahan oleh Keyla. "Udah, Ra. Biarin aja," cegah Keyla.


"Tapi, Key. Dia itu pasti punya maksud gak baik sama kita."


"Nah, maka dari itu. Kalau kita kejar, yang adanya nanti malah ngebahayain diri sendiri. Mending biarin aja dia pergi, yang penting kita harus selalu awas diri," ujar Keyla.


"Benar juga sih. Ya udah, mending kita lanjut cari tempat makan aja," ajak Dara.


Keduanya lantas memasuki salah satu restoran cepat saji untuk mengisi perut yang keroncongan.


"Gue senang banget, Ra. Akhirnya niat lo kesampaian," ujar Keyla sembari mereka menunggu pesanan datang.


"Iya, Key. Dua tahun gue ngejalanin pekerjaan kotor, dan gue rasa ini udah cukup buat masa depan gue sama Sammy nanti," balas Dara pelan.

__ADS_1


Sekarang ada rasa lega yang tergambar jelas di wajah Dara.


Jika diingat kembali, perjalanan hidup Dara amatlah berat. Dia tidak hanya kehilangan kehormatan saat dijebak secara keji beberapa tahun yang lalu, tapi dia harus mengandung benih dari pria bajingan tersebut.


Keyataan bahwa dirinya harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi anaknya, membuat Dara Dara memutuskan untuk tetap berada di dunia hitam, demi mempersiapkan masa depan bagi putranya.


"Ehmm, lo kan udah berhenti, dan bentar lagi umur Sammy tiga tahun, udah mau masuk PAUD dong, apa lo gak ada rencana buat bawa dia tinggal di sini?" tanya Keyla.


"Ya, pasti dong, Key. Rencananya akhir bulan ini gue mau jemput Sammy."


"Nah, gitu dong. Lagian kalau kelamaan tinggal sama neneknya, gue takut setelah besar nanti Sammy bakalan benci sama lo."


Dara mengangguk, sebelumnya dia juga sudah memikirkan kekhawatiran yang disampaikan Keyla.


Selama ini Dara tidak membawa Sammy bersamanya, karena kondisi yang memang tidak memungkinkan.


"Eh, Key. Ngomong-ngomong gimana hubungan lo sama Diego?" Dara mengalihkan topik.


"Itu dia, Ra. Tadi itu sebenarnya Diego mau ngajak gue ke suatu tempat, tapi karena lo ngajak gue ke sini, ya gue batalin," jawab Keyla.


"Kayaknya dia emang beneran suka deh sama lo, Key!"


Keyla menggidikkan kedua bahunya. "Ya gak tau juga sih, tapi tadi pagi itu dia nembak gue."

__ADS_1


"Trus lo terima?"


"Dia bilang cuma becanda, Ra. Eh, tapi kalau dia benaran suka sama gue, trus kita jadian. Lo benaran nggak marah sama gue, Kan?"


Keyla tahu Diego sama seperti Bara, mereka adalah salah satu pelanggan Dara. Meski Dara mengatakan tidak pernah membawa perasaan ke dalam pekerjaannya, tapi siapa tahu ada pengecualian untuk pria setampan Diego.


Dara tiba-tiba menoyor kepala Keyla. "Keyla, Keyla! Lo pikir gue sama kayak cewek-cewek di drama ikan terbang, gitu? Yang tiba-tiba berubah jadi jahat karena melihat temannya bahagia?"


"Dara!" sungut Keyla, "Gue bakalan jadi bego benaran kalau lama-lama dekat sama lo!"


"Lo sih mikirnya aneh! Lo tahu sendiri, gue udah gak mikirin laki, gak mikirin cinta-cintaan. Lagian mana ada cowok yang mau terima gue keadaan yang kayak gini."


Dara menampilkan raut wajah tegar, meski jauh di dasar hatinya merasa miris. Setiap wanita pasti ingin memiliki pria di sampingnya, memiliki tempat berbagi suka duka, sekaligus memiliki teman untuk menua bersama.


Namun, yang membuat Dara tidak ingin berharap banyak, adalah karena dia merasa tidak layak.


"Buat gue yang penting itu cuma satu, yaitu masa depan anak gue. Mau lo pacaran sama Diego atau siapa pun. Selama itu ngebuat lo bahagia, gue akan ikut senang!" ujar Dara.


"Tapi dia itu kan- ...." Keyla tidak meneruskan ucapannya.


Mendapat dukungan dari Dara tidak membuat Keyla serta-merta menjadi tenang.


Diego memang terlihat baik. Namun, di balik itu dia tetaplah pria yang sering berganti-ganti wanita.

__ADS_1


Jadi Keyla tetap harus hati-hati, agar tidak menjadi bodoh dan malah akan membuat masa depannya berantakan.


Bersambung.


__ADS_2