Living With The Bastard

Living With The Bastard
Rencana Jahat


__ADS_3

"Lo kenapa, Key?" tanya Dara, karena melihat ekspresi di wajah Keyla yang tiba-tiba berubah drastis.


Keyla menggelengkan kepala. "Enggak, gue cuma lagi mikir, was-was aja kalau Diego punya maksud tertentu sama gue. Secara dia itu kan pemain."


Dara terkekeh kecil, "Key, rata-rata suhu, akan berubah 180 derajat setelah bertemu pawangnya. Lagian kenapa Lo harus takut? Kalau dia emang tulus, dia nggak bakal minta yang macam-macam. Dan lo juga jangan mau ngasih dong, misalkan dia mau minta yang aneh-aneh."


"Iya juga sih," sahut Keyla singkat.


"Nah, itu. Semuanya kembali ke prinsip yang kita pegang."


Keyla mengangguk, mereka lanjut mengobrol santai sembari menikmati makan siang. Setelah itu Dara mengantar Keyla pulang ke kediaman keluarga William.


***


Keesokan harinya.


Pagi ini Keyla dan Amira sudah tiba di kampus, Amira mendaftar di kampus yang sama dengan Keyla.


"Aku senang sekali bisa kuliah di sini, dan sekarang kita satu kampus!" ujar Amira dengan antusias.


"Iya, mulai sekarang kita bisa berangkat dan pulang kuliah bareng setiap hari," sahut Keyla tak kalah sumringah.


"Aku akan menemuimu saat istirahat nanti, aku masuk kelas dulu," pamit Amira yang dijawab anggukan oleh Keyla.


Keyla meneruskan langkah menuju fakultasnya sendiri.


Setelah mata kuliah pertama selesai, Keyla hendak pergi ke kantin ketika dua orang gadis menariknya secara paksa menuju parkiran belakang kampus yang sangat sepi.


Di sana sudah menunggu beberapa orang, ada laki-laki dan juga perempuan.

__ADS_1


Byuurr!


Begitu tiba di sana, Keyla langsung disiram air comberan dengan bau yang sangat menyengat, hingga sekujur tubuhnya basah kuyup.


Gadis yang menyiram Keyla ini bernama Disa, dia adalah sosok yang sebelumnya merebut kekasih Keyla.


"Kenapa? Gak terima?" Disa berdiri di depan Keyla sambil berkacak pinggang.


Keyla berusaha berontak dari cengkraman kedua teman Disa, tapi sayangnya tidak berhasil. "Lepasin! Mau lo apa sih?"


"Mau gue, lo itu berhenti kegatelan sama Rendi!"


"Gue sama sekali gak pernah berhubungan lagi sama Rendi!" raung Keyla.


Disa berdecih lalu menjambak rambut Keyla. "Kalau lo gak ngerayu Rendi, kenapa dia mutusin gue?"


Jangankan ingin merayu Rendi, Keyla bahkan sudah lama sekali tidak pernah bertemu mantan kekasihnya itu. Jadi sudah jelas tuduhan Disa sama sekali tidak beralasan.


"Hentikan, pecun!" Entah siapa yang memberitahu Dara, dia sudah menyusul dan menarik Keyla menjauh dari Disa.


Disa tersenyum sinis. "Apa gue gak salah dengar nih? Dara, Dara, julukan itu lebih tepat untuk diri lo sendiri, tahu!"


"Tangkap dia!" Disa memberi perintah pada pria di belakangnya.


Detik berikutnya Dara sudah tidak dapat bergerak lagi.


Disa mendekati Dara dan melayangkan tamparan.


Plaakk!

__ADS_1


"Hentikan, Disa! Dara gak ada hubungannya dengan masalah kita!" teriak Keyla dengan suara parau.


Keyla tidak tega melihat Dara yang berniat membantu, malah menjadi korban kekejaman Disa.


"Tutup mulut si culun itu!" Disa kembali memberi perintah.


Selanjutnya mulut Keyla pun dipasangi lakban.


"Dara, Dara, kenapa sih lo harus ngebantuin si culun itu? Udah gitu berani gatain gue pecun lagi, nggak sadar diri lo, hah?" Disa menjambak rambut Dara dengan keras.


"Padahal tadinya gue gak ada niat mau ganggu lo. Eh malah datang sendiri mau ngerusak kesenangan gue!"


"Kalau gini sekalian aja lo ikut gue jadiin bisnis, walaupun lo udah gak perawan, tapi gue yakin lo jago untuk urusan servis!"


Disa menjauh dari tempat tersebut, lalu menghubungi sebuah nomor.


"Halo, Disa. Apa kau udah berhasil menangkap si culun itu?"


"Tentu, Ben! Bahkan ada bonus temannya untuk menjadi mainanmu nanti," jawab Disa sembari tersenyum culas.


"Bagus, cepat bawa mereka ke apartemenku!"


"Kami akan sampai dalam waktu satu jam! Jangan lupakan bonus untukku," ucap Disa.


"Hahaha!" pria di seberang telpon tertawa keras. "Kau tenang saja! Aku sudah menyiapkan bonus yang besar untukmu, seorang sugar daddy memesan gadis yang masih perawan. Si culun itu akan menjadi pencetak uang yang banyak untuk kita."


Disa tersenyum puas seraya menutup panggilan. Setelah itu dia memerintahkan agar Keyla dan Dara dimasukkan ke mobil.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2