
Menyebalkan sikap Joe kepadaku. Seharusnya dia mendukung apa yang aku
lakukan. Bukannya menghalangi apa yang ingin aku lakukan. Tidak biasanya dia
bersikap seperti itu padaku. Aku harus bertemu dengan Ryan. Dan harus meminta maaf padanya.
Tristan :“Nona Na-Cha! Nona Na-Cha!”/melambai tangan dari luar pagar sekolah/
Kina :“Tristan!?”/usap mata yang basah/“kenapa kau berada disini?”
/menghampiri tristan/
Tristan :“Tentu saja melihat keadaan nona Na-Cha. Ya ampun, nona kenapa menangis? Ah, aku tahu, pasti kak Joe lagi kan? Mau ceritakan kejadiannya kenapa? Tapi kita jangan disini bicaranya. Mari kita agak menjauh dari lingkungan sekolah.”/senyum-senyum/
Kami pun pergi meninggalkan lingkungan sekolah. Tristan mengajakku ke sebuah taman yang penuh dengan pepohonan. Sejuk dan menenangkan hati. Tristan menghampiri kursi-kursi taman yang berbentuk lingkaran. Kami duduk disana. Tristan memulai pembicaraan dan memintaku untuk menceritakan semua kejadian
tadi disekolah.
Tristan :“Hmm...begitu ya. Tapi bukannya kak Joe memang seperti itu
orangnya kan?”
Kina :“Maksudmu memang Joe seperti itu tuh apa? Tidak biasanya dia bersikap jahat ke orang lain.”
Tristan :“Hmm..nona Na-Cha sepertinya sudah lupa kejadian waktu
nona masih umur 5tahun.”
Kina :“Waktu umuraku 5tahun?”
Tristan :“Ya, waktu itu Nyonya besar sedang mengadakan pertemuan bisnis dengan rekan bisnisnya dirumah besar. Tentu saja tamu undangan membawa keluarganya masing-masing untuk dikenalkan. Saat itu banyak anak-anak dari tamu undangan yang seumuran dengan nona. Tahu tidak nona, kalau waktu itu nona dianggap aneh oleh anak-anak itu?”
Kina :“Hah? Aneh maksudnya gimana?”/penasaran/
Tristan :“Aku juga tidak tahu pasti. Karena ini cerita dari para pelayan dirumah. Tapi aku percaya apa yang dilakukan kakakku Jonathan.”
__ADS_1
Kina :“Sumpah, aku masih belum mengerti maksudmu.”/semakin bingung/
Tristan :“Begini, waktu itu nona sedang bersama dengan Molli, kucing
kesayangan Nyonya Besar. Nona Na-Cha setiap sedang mengelus bulu dari Molli, selalu mengatakan kata-kata aneh.”
Kina :“Mengatakan kata-kata aneh? Seriusan? Kok aku tidak ingat ya?”/kaget dan penasaran/
Tristan :“Benar nona. Aku tidak tahu persis kata-katanya seperti apa. Karena itulah nona dianggap aneh oleh anak-anak itu. Mereka bilang, Ada penyihir! Rumah ini Penyihir!’begitu katanya.”
Kina :“Wah, seriusan?”/kaget tidak percaya/
Tristan :“Haha..serius. Dan setelah itu, nona tahu apa yang dilakukan
kakakku?”
Kina :“Tidak...”/semakin penasaran/
Tristan :“Kakakku bilang seperti ini,‘Kalian tidak sadar? Orang tua
Kina :“Hah??? Yang beneran Tristan? Joe diumur 7 tahun itu sudah berbicara seperti itu?? Sulit dipercaya.”/geleng-geleng kepala/
Tristan :“Hahaha! Benar-benar serius aku. Awalnya juga aku tidak
percaya. Tapi setelah itu sesuatu terjadi.”
Kina :“Apa tuh?”/semakin penasaran/
Tristan :“Setelah kak Joe memarahi anak-anak dari tamu undangan,
dan para tamu tahu kejadian itu, mereka semua membatalkan perjanjian kerjasama dengan keluarga Reinata. Setelah beberapa minggu dari kejadian itu, diberita TV mengabarkan bahwa orang-orang yang menjadi tamu bisnis Nyonya Besar adalah pelaku bisnis ilegal dan juga pelaku korupsi.”
Kina :“Wah...”/kagum mendengarkannya/
Tristan :“Entah suatu kebetulan atau kak Joe sudah mengetahui
__ADS_1
sebelumnya. Waktu itu Nyonya Besar sempat marah pada Kak Joe dan
tidak diperbolehkan menjaga nona Na-Cha lagi. Tapi setelah mendengar berita tersebut, Nyonya besar malah semakin mempercayakan Kak Joe untuk terus menjaga nona Na-Cha.”/berdiri dari kursi/“Sayangnya waktu itu aku tidak bisa melihat kejadiannya langsung.”
Kina :“Ah iya, kenapa aku bisa bertemu dengan anak-anak itu? Bukannya aku ini tidak diperbolehkan berteman dengan siapa-siapa waktu itu? Dan memangnya saat itu Tristan kemana?”
Tristan :“Ya, waktu itu saya dan nona Rina sedang berada di Jerman.
Mengunjungi keluarga dari Nyonya besar. Karena itu, nona bisa bertemu dengan anak-anak itu. Bisa dibilang pengganti nona Rina selama tidak berada di Indonesia.”
Kina :“Oh begitu..”/sedikit merenung/“Tristan..”/menatap tristan/
Tristan :“Ya, nona Na-Cha.”
Kina :“Entah mengapa, setiap aku bicara denganmu, perasaanku selalu
terasa tenang. Terima kasihya Tristan.”/senyummanis/
Tristan :“Ah, saya tidak melakukan apa-apa yang berarti. Hanya
menyampaikan apa yangsayatahudansayarasa.”/malu-malu/“Bukannya
nona lebih merasa tenang kalau sedang bermain rubik?”/senyum-senyum/
Kina :“Hehe..iya. Kau benar, Tristan. Oh iya, bagaimana keadaan kak
Rina? Biasanya kan kau selalu bersama kakakku.”
Tristan :“Ya memang. Tapi untuk waktu sekarang, saya harus tahu
keadaan nona Na-Cha. Setelah itu kembali lagi ke perusahaan untuk
melaporkan keadaan nona Na-Cha kepada nona Rina. Dan lagi... nona
Rina sedang menunggu tamu penting disana.”/menatap serius/
__ADS_1
Kina :“Tamu penting?”/bingung/