
Rina :“A..a..apa maksudmu Tama?”/sedikit gugup/
Tama :/kembali ke kursi/“Hahaha... sudah jangan menampilkan muka
tegang seperti itu, Presdir.”
Rina :“Kau tahu sendiri bahwa aku ini anak tunggal dari keluarga
Reinata.”/sedikit gugup/
Tama :“Ya ya ya. Aku tahu. Tapi itu hanya pemberitaan untuk publik saja kan? Aku tahu bahwa keluarga Reinata itu banyak menyimpan rahasia yang tidak diketahui publik.”
Rina :“Apa-apaan ini? Apa ini untuk kepentingan darinya atau kepentingan dirimu sendiri?”/menatap tajam/
Tama :/berdiri dari kursi/“Hahaha..mau kepentingan ayah atau
kepentinganku, apa pedulimu?”/senyum lebar/“Ya sudah kalau begitu, aku pamit pulang dulu. Sampai jumpa dipertemuan berikutnya, kakakku tersayang.”/keluar ruangan dan menutup pintu/
Rina :“.....benar-benar, aku harus bergerak lebih cepat lagi.”/sedikit cemas//mengangkat telepon/ “halo? Bisa sampaikan pesanku ke Tristan segera?”
Di waktu yang sama....
Rrrrr..rrrr..rrrr..
Kina :“Tristan, handphone-mu berdering tuh. Coba di angkat.”
Tristan :“Ah, iya. Sebentar ya nona.”/melihat HP/”Ohh...ada pesan singkat dari nona Rina.”
Kina :“Ha? Dari kak Rina? Apa isi pesan singkatnya Tristan?”/penasaran/
Tristan :“.....saya harus kembali ke perusahaan sekarang. Sepertinya
ada yang ingin dibicarakan dengan saya.”
Kina :“Oh begitu. Ya sudah kau pulang ke perusahaan. Sampaikan salam sayangku untuk kak Rina.”/senyum/
__ADS_1
Tristan :“Nona bagaimana? Tidak apa-apa sendirian kembali ke
sekolah?”/sedikit cemas/
Kina :“Aku tidak akan apa-apa kok. Segeralah pergi. Kau tahukan kak Rina paling tidak suka menunggu. Dan lagi masih ada yang aku urus di sekolah dan masih ada pelajaran juga.”/senyum/
Tristan :“Hmm.... baiklah kalau begitu. Nona harus hati-hati. Nanti akan saya hubungi kak Joe untuk tidak membuatmu menangis lagi.”
Kina :“Sudah, aku tidak apa-apa Tristan. Terima kasih sudah menemaniku.”/senyum/
Tristan :“Ya, sama-sama nona Na-Cha. Saya permisi dulu.”/pergi/
Kina :“Ya, Tristan. Hati-hati ya.”/melambaikan tangan/
Hmm.. jadi penasaran, apa yang akan mereka bicarakan ya? Biasanya kalau mereka seperti itu, bakal ada kejadian atau tindakan yang tak terduga dari mereka.
Duhh... kenapa aku tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan kakakku? Padahal kami kembar! Agh!
Di lain tempat, Joe sedang berjalan menuju kelasnya.
Setibanya di depan kelas, Bayu sudah menunggu di depan kelas.
Bayu :“Joe, kemana saja kau? 2 jam pelajaran kau tidak balik ke kelas. Untung saja sekarang lagi jam istirahat. Jadi kau bakalan tidak terlambat masuk pelajaran berikutnya.”
Joe :“Bayu, kau lihat Na-Cha? Apa Na-Cha sudah masuk kelas tadi?”
Bayu :“Belum Joe. Bukannya dia tadi bersamamu, bukan? Memang kemana dia?”
Joe :“Ah, berarti dia masih marah padaku.”/sedikit panik/
Bayu :“Ah, itu Na-Cha. Na-Cha!! Na-Cha!! Kemari!!”/melambai tangan/
Joe :/balik badan/“Na-Cha! Kemana saja kamu? Aku dari tadi mencarimu. Kau tidak apa-apa kan?”/memeriksa badan kina/
Kina :“Joe, aku tidak apa-apa kok.”
__ADS_1
Joe : “Benar tidak apa-apa?”/hp joe berdering/ “Sebentar, cek
handphone.”/melihat isi pesan hp/”Na-Cha..”
Kina :“Ya Joe?”
Joe :“Kau tadi bersama Tristan? Dimana dia sekarang?”
Kina :“Hmm.. dia sudah balik lagi ke tempat yang seharusnya. Apa itu dari dia?”
Joe :“Ya. Baru saja dia mengabarkannya. Tumben dia berada di tempat seperti ini.”/bingung dan tersadar ada yang mendengarnya dari tadi/
Bayu :“Tristan? Siapa itu Joe?”/kebingungan/
Joe :“Ah... itu..bukan siapa-siapa kok Bayu. Sudah, kita masuk kelas
saja.”/sedikit gugup/ Kami pun kembali ke kelas. Dan diwaktu yang sama di ruang guru..
Mika :“Hmm..”/menoleh kanan kiri/
Guru1:“Ada apa Pak guru Michael? Ada yang dicari?”
Mika :“Iya, pak. Saya sedang mencari Pak Adrian. Apa beliau sudah
kembali ke ruang guru tadi?”
Guru1 :“Ah, ya tadi sempat Pak Adrian kembali ke sini, tapi langsung keluar ruangan lagi. Dan beliau tampak sedikit murung. Apa karena ke 2 anak cerdas itu?”
Mika :“Ha? Secepat itukah beritanya?”/sedikit kaget/
Guru1 :“Ohh..Pak Michael juga tahu beritanya? Kalau Pak Adrian di
permalukan di depan semua anak Walinya di kelas?”
Mika :“Ya.. saya baru tahu tadi. Makanya saya mencari beliau. Kalau begitu terima kasih ya pak.”/bergegas keluar ruangan/
__ADS_1