
Larilah aku dari pandangan Joe yang sedang mencariku.Begitu semangataku
berlari. Sampai setibanya aku dilampu merah, dan aku menyebrangi ZebraCross
tanpa melihat ada mobil Box yang hampir menabrakku. Ketika aku menyadari ada
mobil Box yang mau menabrakku, ketika itu juga ada seseorang yang
menghampiriku dan menjatuhkan badanku dan dirinya kesamping trotoar tempat
aku awal menyebrang. Rasanya kepalaku terkena sedikit benturan.Rasanya pusing
sekali. Sampai badanku tak terasa sedang diangkat oleh seseorang. Sepertinya
orang yang tadi menyelamatkanku.
Pusing.
Kepalaku berkunang-kunang.
Sepertinya ada seseorang yang memanggilku.
Menepuk-nepuk pipiku. Ketika mataku tersadar, dihadapanku ada seorang pria.
Pria ini menunjukan muka cemas kepadaku. Matanya biru langit. Indahsekali.
Pria :/tepuk-tepukpipi/“Hei, Hei..nona? Nona bangun. Kau tidak apa-apa?
Halo? Nona?
Kina :“Ugh... aku... aku dimana ini?, tanyaku lemas.
Pria :“Ini didekat lampu merah jalan Merdeka. Tadi kau nyaris ditabrak
mobil. Kau tidak apa-apa? Ada yang sakit?, cemasnya.
Kina :“Aku tidak apa-apa kok.
Wanita 1:“Benar mbak tidak apa-apa? Kalau ada yang sakit bisa diantar ke
rumah sakit.
__ADS_1
Pria 1:“Iya mbak benar. Masuk rumah sakit aja. Diperiksa, ditakutkan ada apa
-apa.
Pria :“Tidak apa-apa mas. Sepertinya nona ini tidak apa-apa. Biar saya
saja yang urus. Semuanya bubarkan diri saja. Biar saya yang temani nona
ini.
Wanita 1:“Begitu ya? Ya sudah kami permisi dulu.Semoga sembuh ya mbak.
Hati-hati lain kali.
Kina :“Iya mbak.Terima kasih.”/mencoba membangunkan diri/
Pria :“Kau sudah tidak apa-apa kan? Sudah bisa berdiri?”
/pegang tangan/
Kina :“Iya sudah tidak apa-apa kok. Terimaka..”
/memalingkan badan dan pergi/
Kina :“Eh? Kok?”/bingung/
Ini cowok kenapa? Belum beres aku ucap terima kasih, malah memalingkan muka.
Ditambah sikapnya jadi beda gini. Tadi baik,kok sekarang jadi jutek begini? Gak
bisa begini nih. Aku kejar ini cowok.
Kina :“Hei!! Tunggu!! Cowok yang disana!! Yang pakai mantel warna
coklat!! Tunggu!!, teriakku dan lari menghampirinya.
Pria itu semakin aku kejar, semakin kencang larinya. Aku cari disetiap belokan.
Cepat sekali menghilangnya pria tersebut.
Kina :“Heeeeiiii!!! Tunggu!!!”/terengah-engah/
__ADS_1
Ketika aku berbelok dipersimpangan jalan, aku menabrak sesuatu.Sesuatu
tersebut adalah hal yang tinggi. Sangat menghalangi jalanku.
Kina :“Aduh..duh hidungku sakit..”/mengusap-usap hidung/
Pria besar 1 :“Hmm...? Ada nona kecil datang kemari. Apa yang
membawamu kemari nona?
Pria sedang 1:“Wah, wah. Nona cantik mau kemana? Ini bukan daerah nona
lewati kan?
Kina :“Ah..hmm..tadi..ada laki-laki yang lewat ke sini. Dia pakai mantel
warna coklat. Kalian melihatnyakan?, tanyaku.
Pria sedang 1: /menatap teman pria besarnya/“Oh, yang kau maksud bos
kami?”/tangannya membelai kepalaku/“Dia sedang sibuk. Sudah, nona
bermain-main dengan kami saja.Kami tidak kalah menyenangkannya dari
boss kami., rayunya.
Kina :“Apa? Hei, lepaskan tangan kalian. Kalian sentuh apa?”/teriakku
agak cemas//menolak disentuh/
Pria sedang 1 : “Sudahlah, jangan berontak. Mari kita bermain
bersama.”/hampir mau mencium ku/ Kau mulus sekali no...AW!!”/terjatuh/
WOI!!! Lagi asik jug.. ga..ah maaf boss../sedikit panik/
Pria :“Hei..apa yang kalian lakukan?”
Ya Tuhan... Pria yang tadi menolongku. Akhirnya ketemu juga! Kenapa dia berada di
tempat seperti ini ya?
__ADS_1