Love Contract

Love Contract
Contract.12 - Tamu Yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

Di waktu yang bersamaan di kantor REIN GROUP, Rina Reinata, sedang menunggu seseorang yang sangat penting dan sangat mengganggu kehidupannya.


Sekretaris :/buka pintu/“Maaf, Presdir. Tamu yang anda tunggu sudah berada diLobby.”


Rina :/meneguk winenya/“Suruh dia masuk.”/menatap keluar jendela/


Sekretaris :“Baik Presdir.” /menutup pintu/ Direktur Shima, anda


diperbolehkan masuk.”/membukakan pintu/


Tama :“Baik, baik nona sekretaris yang cantik.”/mengelus dagu sekretaris itu/


Pria dengan mantel abu-abu kecoklatan dengan kerah bergaya flamboyan. Rambut agak kecoklatan yang mengkilat karena gel rambut dan dibelah ke kanan. Membawa seikat bunga mawar ditangannya. Penampilan yang buruk menurut Rina.


Tama :“Hallo kakakku yang berbeda ibu! Semakin hari semakin cantik saja dirimu.”/agak menunduk dan menyodorkan bunga/


Rina :“Masih kurang cukup kau menggoda semua wanita di gedung ini?


Lebay sekali kau ini.”


Tama :“Wah, wah. Sedih sekali sambutanku dicampakkan olehmu. Padahal dirimulah Ratu dari semua putri-putri di gedung ini. Tentu saja yang paling cantik dan menawan.”/duduk dikursi tamu/


Rina :/menghampiri meja minuman/“Kau mau minum apa? Wine? Teh? Atau kopi?”

__ADS_1


Tama :“Teh saja. Aku paling suka teh mawar. Aromanya sangat kuat.


Mengingatkanku akan aroma kecantikanmu seperti mawar.”/merayu/


Rina :“Direktur Rutama Shima.”/menatap tama/


Tama :“Ya, Presiden Direktur Kairina Putri Reinata?”/senyum lebar/


Rina : /mendekat dan menyodorkan secangkir teh/”Sekali lagi kau berbicara gombal seperti itu terhadapku, cangkir ini akan membasahi dari atas kepalamu sampai ujung kakimu. Dan aku tambah lagi dengan Creamer plus mocca. Biar aromanya tidak hilang dan terus melekat pada tubuhmu dan baju kesayanganmu ini. Kau mengerti?”/menatap tajam tama/


Tama :/sedikit gemetar/“Ok, Ok, Ok! Aku tidak akan berbicara seperti itu lagi padamu.”


Rina :/senyum lebar/“Good. Terima kasih atas pengertiannya dan silahkan diminum tehnya.”/duduk kembali/


Rina :“Hah? Mirip ayah? Ayah siapa ya?”/pura-pura tidak tahu/


Tama :“Ya ayahmu. Sikap angkuh dan kejammu mirip sekali dengan ayah.”


Rina :“Maaf saja ya Tama, aku tidak pernah merasa punya ayah yang kau maksud tadi. Dan jangan samakan aku dengannya. Kau mengerti? Melihat mukanya saja bikin aku muak. Apa lagi menyebut namanya.”/meminum cangkirnya/


Tama :“Sebegitukah kau membenci ayahmu sendiri? Sampai-sampai kau menggunakan kekuasaan ibumu ini untuk menaklukan ayahmu? Ayahmu sendiri kau lawan. Apa yang kau incar darinya? Kekuasaan,hah?”


Rina :“Sudah kukatakan tadi. Jangan samakan aku dengannya. Danaku tidak pernah merasa dia adalah ayahku.”/meminum cangkirnya/

__ADS_1


Tama :“Tapi tetap saja dia ayah.....”


Rina :/meletakkan cangkir ke meja/“Kau sendiri, apa yang kau incar, Tama?”/menatap tajam/


Tama :“Apa!?”/sedikit kaget/


Rina :“Tidak perlu pura-pura tidak tahu. Kau sudah periksa seluruh rumahku kan? Maksudku rumah besar ibuku. Kau berdalil ingin menjenguk ibuku. Tetapi kau mengincar sesuatu dirumahku kan? Apa yang sebenarnya kau cari?”/semakin tajam menatap/


Tama :/bangkit dari kursi/“Hahaha... hebat! Hebat! Secepat itukah kau mendapat berita nya? Memang beda ya kalau sudah menjadi Presiden Direktur. Mudah sekali bagimu mendapat informasi yang kau


inginkan.”/tepuk tangan/ Apa karena orang terpercayamu itu? Siapa ya lupa namanya? Tran? Tista?


Rina :“Tristan.”


Tama :“Ah ya, benar. Namanya Tristan. Aku ingin sekali orang seperti itu di


sampingku. Tapi aneh. Kenapa hari ini dia tidak bersamamu?”/melihat-lihat


seisi ruangan/“Apa ada yang harus dia lakukan sampai meninggalkan


majikannya sendirian? Ohhh... aku tahu.”/berada di belakang kursi


Rina//mendekatkan diri dan berbisik/ Pasti dia sedang menjaga seseorang. Seperti menjaga.. saudara kandungmu?”

__ADS_1


__ADS_2