
Joe :“Tristan? Ada apa ini? Kenapa koper-koperku dan koper milik Na-
Cha ada diluar semua?”/kebingungan/
Tristan : Hai kak Joe! Selamat sore juga untuk nona Na-
Cha”/menundukkan kepala/ Tidak ada apa-apa kok. Hanya saja selama kak
Joe dan nona Na-Cha bersekolah di SMA JOHAN, kalian tidak akan
tinggal disini untuk sementara waktu.”/dengan senyum lebar/
Joe & Kina :“Apa!?”/kaget sekali/
Kina :“Jadi maksudnya itu aku dan Joe hidup sendiri diluar?”/tanyaku
agak cemas/
Pintu gerbang utama terbuka. Muncul sosok yang sangat aku kenal. Dan sangat
mirip dengan wajahku. Kak Rina.
Rina :“Benar sekali Kina.”/senyum lebar/
Kina :“Kak Rina? Sejak kapan kakak dirumah? Sudah beres urusan di
kantor?”/senang melihat kakaknya pulang kerumah/
Rina :“Yah begitulah. Lagi sedikit refreshing.Karena ada sedikit waktu
luang, jadinya aku mau melakukan sedikit keperluan untuk sekolah
barumu.”/melepas kacamata hitam dan memberikannya ke Tristan/
Kina :“Wah..kakak memang sibuk.. /sedikit kagum/
Rina :“Kalau begitu, kita bicarakan hal ini diruanganku.Kina, Jonathan,
kalian masuk. Dan kau Tristan, urus semua barang-barang yang diperlukan
untuk mereka dan masukkan ke bagasi mobil.”/balik badan/
Tristan :“Baik, nona Rina. Akan saya laksanakan.”
Kami pun masuk rumah kami. Berjalan melewati tanaman yang dipenuhi tanaman
__ADS_1
bunga Lily dan berbagai warna bunga mawar. Bunga yang sangat ibu kami sukai.
Umur semua jenis bunga dirumah ini berumur sama dengan umur rumah ini. Sudah
puluhan tahun. Aku suka bunga. Hanya ada satu bunga yang tidak aku sukai, mawar.
Harum bunga mawarnya membuatku teringat kejadian yang sangat ingin
aku lupakan. Masa-masa menyedihkanku. Aku sangat benci mawar.
Setelah melewati taman bunga, kami memasuki lorong yang lumayan panjang.
Lorong tersebut dikelilingi kaca yang sangat tebal. Dari lorong tersebut,kami dapat
melihat pohon beringin yang sangat tua. Kata ibu, umur pohon ini sudah
ratusan tahun. Sudah puluhan generasi pohon ini menemani keluargaku. Sampai
detik ini, yang kulihat pohon ini semakin besar dan menutupi seluruh lahan rumah
besar ini. Dan memang, banyak kenangan yang kudapat dari pohon besar ini. Dari
hal sedih, senang, gembira, perpisahan, dan.. cinta pertamaku. Ya, cinta pertamaku
pada seorang pria. Itu sudah lama sekali terjadi.
aku tidak bisa mengingat wajahnya. Tapi aku bisa merasakan bahwa dialah cinta
pertamaku. Kapan ya aku bisa bertemu dengannya lagi?
Kami pun tiba di depan pintu yang sangat besar, kuat, kokoh walau sudah
puluhan tahun. Saat dibuka pintu pun suaranya masih terasa bersih. Tidak
termakan oleh rayap.aku dan Joe langsung duduk disofa yang menurutku ini pun
sudah puluhan tahun umurnya. Ketika kami mendudukinya,sofa ini seperti yang
masih baru. Sangat empuk dan nyaman. Seluruh ruangan ini dipenuhi pahatan dari
seniman terkenal di Bandung. Sangat terasa artistik sekali ruangan ini. Dan semua
ini ibuku yang menatanya.
Memang sebelumnya ruangan ini ruang kerja milik ibuku.
__ADS_1
Karena ibu lagi sakit dan kakakku yang menggantikan posisi sementara ibuku, jadi
sekarang milik kakakku Rina. Aku suka ruangan ini. Memang paling enak untuk
dijadikan ruangan menyendiri.
Rina :“Nah, Bagaimana rekreasi singkat kalian keliling kota Bandung?
Sangat menyenangkan?” /menatap baju Kina yang robek-robek/ Dan sepertinya sudah terjadi hal yang menarik ya diluar sana, Kina?”/menatap
Kina sedikit curiga/
Kina :“Ah..itu..tidak apa-apa kok kak.Aku hanya sempat terjatuh didekat
lampu merah dan setelah itu..”/berusaha mencari alasan yang lebih masuk
akal/
Rina :“Setelah itu??”/semakin penasaran/
Kina :“Ya.. setelah itu..ada kucing liar yang menghampiriku! Ya kucing liar.
Dan menerkam bajuku. Jadinya seperti ini. Hahaha..aneh kan? Hahaha.. /Rasanya makin tidak masuk akal penjelasanku. Payah/
Rina :“Ya ya..bisa dimengerti.”/senyum dengan lebarnya/
Joe :“Maaf sebelumnya nona Rina. Tadi nona bilang pada kami, bahwa
ada yang ingin dibicarakan. Apa soal kami akan masuk sekolah JOHAN?
Atau soal kami akan dipindahkan ke suatu tempat?”
Rina :“Ah..ya benar. Lebih tepatnya kedua-duanya.”/berdiri dari sofa dan
menghampiri meja pembuat kopi/“Kalian mau apa? Teh? Atau kopi?”
Kina :“Aku kopi aja kak. Aku tidak suka teh mawar. Terlalu kuat aroma
nya.
Joe :“Maaf nona, biar saya saja yang buat.”/agak panik/
Rina :“Ah, tidak apa-apa kok. Sekali-sekali aku yang buatkan kalian
minuman. Jarang juga kan aku seperti ini?”/senyum lebar/
__ADS_1
Joe :“Oh. Ya sudah kalau begitu saya sama saja dengan nona Kina.”/kembali duduk//Berbisik ke Kina/“Na-Cha,senyum nona Rina agak mencurigakan.”
Kina :“Ya aku tau. Sudah aku rasakan dari tadi”/berbalas bisik/