Love Contract

Love Contract
Contract.05 - Mawar


__ADS_3

Joe :“Tristan? Ada apa ini? Kenapa koper-koperku dan koper milik Na-


Cha ada diluar semua?”/kebingungan/


Tristan : Hai kak Joe! Selamat sore juga untuk nona Na-


Cha”/menundukkan kepala/ Tidak ada apa-apa kok. Hanya saja selama kak


Joe dan nona Na-Cha bersekolah di SMA JOHAN, kalian tidak akan


tinggal disini untuk sementara waktu.”/dengan senyum lebar/


Joe & Kina :“Apa!?”/kaget sekali/


Kina :“Jadi maksudnya itu aku dan Joe hidup sendiri diluar?”/tanyaku


agak cemas/


Pintu gerbang utama terbuka. Muncul sosok yang sangat aku kenal. Dan sangat


mirip dengan wajahku. Kak Rina.


Rina :“Benar sekali Kina.”/senyum lebar/


Kina :“Kak Rina? Sejak kapan kakak dirumah? Sudah beres urusan di


kantor?”/senang melihat kakaknya pulang kerumah/


Rina :“Yah begitulah. Lagi sedikit refreshing.Karena ada sedikit waktu


luang, jadinya aku mau melakukan sedikit keperluan untuk sekolah


barumu.”/melepas kacamata hitam dan memberikannya ke Tristan/


Kina :“Wah..kakak memang sibuk.. /sedikit kagum/


Rina :“Kalau begitu, kita bicarakan hal ini diruanganku.Kina, Jonathan,


kalian masuk. Dan kau Tristan, urus semua barang-barang yang diperlukan


untuk mereka dan masukkan ke bagasi mobil.”/balik badan/


Tristan :“Baik, nona Rina. Akan saya laksanakan.”


Kami pun masuk rumah kami. Berjalan melewati tanaman yang dipenuhi tanaman

__ADS_1


bunga Lily dan berbagai warna bunga mawar. Bunga yang sangat ibu kami sukai.


Umur semua jenis bunga dirumah ini berumur sama dengan umur rumah ini. Sudah


puluhan tahun. Aku suka bunga. Hanya ada satu bunga yang tidak aku sukai, mawar.


Harum bunga mawarnya membuatku teringat kejadian yang sangat ingin


aku lupakan. Masa-masa menyedihkanku. Aku sangat benci mawar.


Setelah melewati taman bunga, kami memasuki lorong yang lumayan panjang.


Lorong tersebut dikelilingi kaca yang sangat tebal. Dari lorong tersebut,kami dapat


melihat pohon beringin yang sangat tua. Kata ibu, umur pohon ini sudah


ratusan tahun. Sudah puluhan generasi pohon ini menemani keluargaku. Sampai


detik ini, yang kulihat pohon ini semakin besar dan menutupi seluruh lahan rumah


besar ini. Dan memang, banyak kenangan yang kudapat dari pohon besar ini. Dari


hal sedih, senang, gembira, perpisahan, dan.. cinta pertamaku. Ya, cinta pertamaku


pada seorang pria. Itu sudah lama sekali terjadi.


aku tidak bisa mengingat wajahnya. Tapi aku bisa merasakan bahwa dialah cinta


pertamaku. Kapan ya aku bisa bertemu dengannya lagi?


Kami pun tiba di depan pintu yang sangat besar, kuat, kokoh walau sudah


puluhan tahun. Saat dibuka pintu pun suaranya masih terasa bersih. Tidak


termakan oleh rayap.aku dan Joe langsung duduk disofa yang menurutku ini pun


sudah puluhan tahun umurnya. Ketika kami mendudukinya,sofa ini seperti yang


masih baru. Sangat empuk dan nyaman. Seluruh ruangan ini dipenuhi pahatan dari


seniman terkenal di Bandung. Sangat terasa artistik sekali ruangan ini. Dan semua


ini ibuku yang menatanya.


Memang sebelumnya ruangan ini ruang kerja milik ibuku.

__ADS_1


Karena ibu lagi sakit dan kakakku yang menggantikan posisi sementara ibuku, jadi


sekarang milik kakakku Rina. Aku suka ruangan ini. Memang paling enak untuk


dijadikan ruangan menyendiri.


Rina :“Nah, Bagaimana rekreasi singkat kalian keliling kota Bandung?


Sangat menyenangkan?” /menatap baju Kina yang robek-robek/ Dan sepertinya sudah terjadi hal yang menarik ya diluar sana, Kina?”/menatap


Kina sedikit curiga/


Kina :“Ah..itu..tidak apa-apa kok kak.Aku hanya sempat terjatuh didekat


lampu merah dan setelah itu..”/berusaha mencari alasan yang lebih masuk


akal/


Rina :“Setelah itu??”/semakin penasaran/


Kina :“Ya.. setelah itu..ada kucing liar yang menghampiriku! Ya kucing liar.


Dan menerkam bajuku. Jadinya seperti ini. Hahaha..aneh kan? Hahaha.. /Rasanya makin tidak masuk akal penjelasanku. Payah/


Rina :“Ya ya..bisa dimengerti.”/senyum dengan lebarnya/


Joe :“Maaf sebelumnya nona Rina. Tadi nona bilang pada kami, bahwa


ada yang ingin dibicarakan. Apa soal kami akan masuk sekolah JOHAN?


Atau soal kami akan dipindahkan ke suatu tempat?”


Rina :“Ah..ya benar. Lebih tepatnya kedua-duanya.”/berdiri dari sofa dan


menghampiri meja pembuat kopi/“Kalian mau apa? Teh? Atau kopi?”


Kina :“Aku kopi aja kak. Aku tidak suka teh mawar. Terlalu kuat aroma


nya.


Joe :“Maaf nona, biar saya saja yang buat.”/agak panik/


Rina :“Ah, tidak apa-apa kok. Sekali-sekali aku yang buatkan kalian


minuman. Jarang juga kan aku seperti ini?”/senyum lebar/

__ADS_1


Joe :“Oh. Ya sudah kalau begitu saya sama saja dengan nona Kina.”/kembali duduk//Berbisik ke Kina/“Na-Cha,senyum nona Rina agak mencurigakan.”


Kina :“Ya aku tau. Sudah aku rasakan dari tadi”/berbalas bisik/


__ADS_2