
Saling pandang dan sama-sama terkejut. Aku benar-benar jadi patung. Orang yang aku cari dari kemarin untuk bilang terima kasih, sampai aku memutuskan bahwa orang itu akan menjadi suamiku. Sekarang dia berada tepat dihapadanku. Di sekolah SMA JOHAN. Yang ku tahu dia seorang boss dari para preman dekat rumahku. Tapi disini, dia sebagai guru. Guru yang mengajar pelajaran Matematika dan sebagai Wali Kelasku. WHAT!!??
Ryan :“Tunggu. Kalian tunggu dikelas ya. Jangan keluar kelas. Tunggu sampai saya datang kembali”/bicara gugup//kembali keluar kelas dan lari/
Semua murid dikelas memandang Wali Kelas mereka dengan tatapan bengong, bingung, dan kaget.
Siswa Cewek1 :“Hei! Tadi yang masuk kelas namanya Pak Adrian kan? Seriusan nih?”
Siswa Cewek2:“Bener!! Itu Pak Adrian! Kyaaaa...! Gak nyangka guru paling beken dan paling ganteng disekolah ini menjadi Wali Kelas kita!”/teriak histeris/
Siswa Cewek1:“Beruntungnya kita berada dikelas 10-A. Pasti kakak-kakak kelas dan kelas yang lain pada iri ke kita. Karena guru tampan itu jadi Wali Kelas 10-A.”
Siswa Cowok2:“Guru itu kan paling beken dikalangan murid cewek dan guru cewek disekolah ini. Gak nyangka jadi Wali Kelas kita.”
Apa? Apa kata mereka? Kenapa mereka tahu semua tentang Ryan? Padahal mereka murid tahun pertama masuk. Tapi namanya Adrian? Bukannya namanya Ryan ya? Masa orang lain sih. Mukanya gak ada yang salah. Yang tadi itu Ryan! Benar Ryan!
Joe :“Na-Cha. Padahal sebelum aku tidur tadi malam,aku berdoa supaya kau tidak akan bertemu dengan yang namanya Ryan. Si brengsek itu. Tapi kenapa dia muncul disekolah ini sebagai guru, HAH?? Jadi Wali Kelas lagi!?”/tampak marah/
Kina :“Joe, aku juga gak mangerti kenapa aku bisa ketemu dia lagi sebagai profesi yang berbeda. Hmm... Joe?”
Joe :“Ya, Na-Cha?”
Kina :“Apa ini yang disebut...Takdir?”/menatap joe/
Joe :“.......Tak akan terjadi, Na-Cha. Tidak akan!”/menatap dengan serius/
Ditempat lain, Ryan berlari kencang di sepanjang koridor dan berhenti di depan pintu ruang guru. Pintu itu dibuka dengan kencangnya membuat seisi ruang guru kaget melihatnya.
Mika :“Waw waw, ada apa pak guru tampan? Tampak tergesah-gesah hari ini?”/bingung/
Ryan :“Mika, kau tahu kan dimana aku mengajar jam pertama hari ini?”/terengah-engah/
__ADS_1
Mika :“Ya, tentu saja tahu. Tapi kan sebelumnya sudah ku beri tahu tadi. Kenapa ta......
Ryan : “SUDAH! JAWAB SAJA PERTANYAANKU, MIKA!!”
/sedikit membentak/
Mika :“Ya ya.. Jam pertamamu di Kelas 10-A. Dan kau sebagai Wali murid di kelas 10-A. Kan kau selalu pegang kelas paling tinggi peringkatnya di sekolah. Masa kau lupa?”
Ryan :“Benarkah itu?”/masih bingung/
Mika :“Tentu saja benar. Kau ini kan guru terbaik disini. Tentu saja punya wewenang memegang kelas paling tinggi peringkatnya. Ditambah tahun ini, ada 2 murid baru yang memiliki nilai paling sempurna UN-nya se-Indonesia. Kau tahu itu?”
Ryan :“Hah? Siapa namanya?”/kaget bertanya/
Mika :/menyodorkan kertas/“Nih, ada di daftar nama murid Kelas 10-A. Sudah aku garis bawahi namanya. Ingat, jaga murid emas ini. Kalau kita kehilangan anak emas ini, sangat merugikan sekolah. Kau tahu itu kan?”
Ryan :/mengambil kertasnya/“Seriusan ini?”
Joe :“Mana tuh orang? Lama sekali keluarnya. Bukannya dia itu Wali Kelas ya? Tapi membiarkan anak didiknya tak terkendali seperti ini.”/sedikit marah dan tidak sabaran/
Bayu :“Ya sabar lah. Mungkin ada yang kelupaan di ruang guru. Makanya dia balik lagi ke ruang guru. Memangnya kenapa sih? Sepertinya kalian dan Pak Adrian saling kenal. Kenal dimana?”
Joe :“Ah itu... bukan urusanmu Bayu.”/buang muka/
Bayu :“Yah.. kok gitu.. Nah, tuh gurunya sudah balik lagi.
Kami semua kembali ke bangku masing-masing. Setibanya Ryan di depan pintu, dia menghela nafas dan memantapkan jalan untuk masuk ruang kelas.
Ryan :“Selamat pagi anak-anak.”/menuju meja guru/
Semua :“Selamat pagi pak guru!”
__ADS_1
Ryan :“Maaf sebelumnya, saya tadi kembali lagi ke ruang guru. Karena saya lupa membawa kertas daftar nama kalian dan saya harus tahu siapa saja yang ada di kelas 10-A ini.”/membereskan kertas-kertas dimeja/
Joe :/berdiri/“Maaf pak guru. Saya sepertinya tidak bisa mengikuti pelajaran bapak.”/bicara sinis//hendak meninggalkan ruang kelas/
Kina :/berbisik/“Joe.. duduk Joe!”/nada panik/
Ryan :“Tunggu. Kau yang hendak meninggalkan ruangan ini. Maaf, bisa kau ulangi lagi yang kau katakan tadi?”
/menatap tajam/
Joe :/membalik badan/“Baik. Akan saya ulangi ucapan saya. /mendekati Ryan/“Pak guru yang saya hormati, saya tidak bisa mengikuti pelajaran bapak.”/menatap tajam/
Ryan :/menatap makin tajam/”Sebutkan namamu siapa?”
Joe :“Saya Jonathan Rahaidan, Pak Guru.”
Ryan :“Kenapa kau tidak ingin mengikuti pelajaran saya?”
Joe :/semakin mendekat/“Bapak mau tahu alasannya?”
/menatap makin tajam/“Saya bosan dengan pelajaran bapak.”/tatapan makin menantang/
Kina :“Joe! Sudahlah kau duduk saja....
Tampaknya omonganku tidak didengar olehnya.
Ryan :“Ok, kau bisa tidak mengikuti pelajaran saya,tapi dengan syarat, kau harus menjawab soal dari saya.”
Joe :“Ok, saya terima.”/dengan senyum yakin/
Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini sih? Ini lagi, Joe kenapa bersikap seakan tidak mau kalah sama Ryan? Seperti anak kecil saja.
__ADS_1