LOVE IN ……

LOVE IN ……
Episod 15


__ADS_3

“bos kita harus memberikan mereka pelajaran” kan gong padan tee il “iya aku tau, sampai saat itu tiba kamu harus pastikan kalo seren berada di tempat yang jauh dari sekolah, aku tidak mau dia terluka” tee il mengingatkan gong “baik bos aku dan yang lain akan mengingat semua nya bos tenang saja akan hal itu” kata gong yakin pada tee il.


“kenapa aku tidak melihat seren yah” katanya lagi pada gong “mungkin seren sudah pulang bos ini kan sudah sore” memang hari sudah sore dan tee il mencoba percaya dengan kata-kata gong walaw di hatinya masih ada yang mengganjal, dan khawatir dengan seren yang tiba-tiba tidak menjawab telpn dan chat darinya.apa kah gadis itu marah dengan nya fikir tee il dalam hati.


Setelah selesai dengan ursanya di sekolah seren tee il bersama rombonganya langsung meninggalakan sekolah itu dan pulang ke rumah mereka masing-masing untuk beristirhat, karna memang dari semalam mereka belum istirahat dan pulang ke rumah masing-masing karna ada masalah yang harus mereka bereskan, membuat mereka semua terutama tee il harus berangakat sekolah tanpa pulang dahulu untung saja ia membawa baju sekolahnya yang memang ia persiapkan untuk jaga-jaga kalo ia tidak bisa pulang dulu.


*****


Saat sudah sampai di rumah di anatarkan oleh leksis tentunya seren memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar sang nenek yang melihat cucu nya tidak ceria seperti biasanya pun menjadi heran, “leks ada apa dengan seren ia Nampak tak seoerti biasanya?” tanya sang nenek pada leksis “oh itu nyonya besar di sekolah tadi ada pelajaran menghitung dan nona pusing melihat nya” jawab leksis berbohong “ah anak itu selalu saja, terimaksih yah”.


“sama-sama nyonya besar” jawab leksis. “panggil nenek saja leks kamu sudah nenek anggap cucu juga seperti seren”. “ah baik nek, aku pamit mulang dulu karna hari sudah semakin sore, takut amma mencari ku”. Dan nenek mempersilakan leksis pulang dengan di antarkan supir yang di sediakan nenek.

__ADS_1


Sampai dengan jam makan malam seren baru lah Nampak keluar dari kamar nya dan menemui sang nenek “seren jangan terlalu kamu fikirkan, kalo kamu tak pandai belajar kan masih ada hal lain yang kamu kuasai kamu tenang saja yah nak” kata sang nenek mencoba memberi semangat pada sang cucu, seren yang awal nya bingung pun seketikan langusng mengerti dengan ucapan sang nenek.


Ia sadar itu adalah alasan yang dibuat oleh leksis untuk nya pada sang nenek agar sang nenek tidak khawatir pada dirinya, “ah baik nek” kata seren kikuk “yah sudah sekarang kamu makan lalu kamu istriahat lagi yah. Ini tas mu, sepertinya hp mu terus berbunyi sedari tadi”. “terimakasih nek, nanti sehabis makan akan ku cek hp ku” dan sang nenek hanya menggukan kepala sambil menatap sayang pada sang cucu perempuanya itu.


Selesai dengan makan malam nya seren Nampak berjalan menuju ruang santai untuk menonton drama ke sukaan yang sedang tayang ia lupa dengan hp nya sedari tadi terus berbunyi bahkan saat gadis itu makan, sakin asik nya gadis itu menoton drama ke sukaannya itu gadis itu sampai lupa waktu dan saat iya sadar hari sudah larust malam dan jam menunjukan pukul hampi 12 malam.


Karna merasa sudah terlalu larut dan takut besok ia takut kesiangan gadis itu langsung Kembali ke kamarnya untuk tidur, saat ia mau memejamkan matanya hp nya berbunyi Kembali dan alangkah terkejutnya ia karna ia mendpatkan spam chat dan telpn dari tee il, karna merasa tak enak dengan tee il seren langsung menelepon tee il, belum juga dering ke dua teel sudah menggakat tlpn nya.


Melihat tee il berdiri di sana seren langsung berjalan dan mememluk laki-laki itu, mendapat respon seperti itu dari seren tee il langsung kaku dan jangan tanyakan kondisi jantungnya yang saat ini berdebar hebat karna ulah seren itu. “kenapa tak membalas pesan ku”kata serensetelah melepas pelukan nya dari tee il dengan wajah cemberut nya. Dan hal itu sukses membuat tee il tersenyum


“kenapa apa kamu mengkhawatirkan ku” kata nya sambil menatap wajah cantik seren mala mini “tentu aku khawatir dengan mu, bagaimana kalo kamu terluka?” seren Nampak sangat khawatir “sudah lah akua da di hadapan mu saat ini jadi kamu tenang saja” tee il mencoba menujukan kalo diri nya baik-baik saja. “terimakasih sudah menghawatirkan ku yah, dan kenapa kamu tak merepon telpn dan chat ku eemm” teel il duduk di samping seren namun tetep menatap lembut seren di sebelahnya.

__ADS_1


“tentu aku akan selalu mengkhawatirkan mu tau, jadi jangan ulangi lagi oke” kata seren sambil menatap garang tee il namun bagi laki-laki itu seren sangat lah imut dengan wajah garangnya. “aku kan ngambek jadi aku tak mau membalas dan merespon telpn dan chat mu” mendengar itu tee il langsung tertawa tak bisa menahan diri nya lagi untuk tertawa “hahaha kenapa kamu sangat menggemaskan, baik lah aku janji aku tidak akan membuat mu khawatir lagi oke” katanya sambil menautkan jari kelingkinya dengan seren.


“Ah tadi aku ke sekolah mu mendaftar untuk ikut perlombaan” tee il bercerita “wah benar kah itu, itu artinya nanti kita akan bertemu saat perlombaan”. “tentu saja” kata tee il sambil mengelus kepala seren dan merapihkan rambut gadis itu ke belakang kupinya “aku senang sekali mendengarnya, aku tak sabar melihat kamu di perlombaan nanti” kata seren bersemangat “ah aku juga” tee il berucap.


“apa kah hari mu menyenangkan di hari pertamu sekolah?” tee il bertanya “ah menyenangkan kok, di sekolah ku banyak laki-laki tampan tee” kata seren lupa dengan tragedy hari ini “apa ada yang lebih dari ku” tee il mulai tak suka “eeeemm mukin bukan lebih tapi hampir tapi tentu kamu lebih baik dari nya” tee il puas dengan jawaban seren namun tetap saja di hatinya ada rasa yang mengganjal dan tak suka.


Karna malam makin larut tee il pun memutuskan untuk Kembali ke rumahnya setelah puas mengobrol dengan seren yang ia khawatir kan dan ia tunggu kabar nya sedari sore tadi, saat Kembali ke rumah nya tee il merasa ada yang mengganjal dalam hati nya terutama ucapan seren tentang laki-laki di sekolahnya ia seperti takut seren akan mempunyai kekasih.


“ah sial kenapa aku begini, aku baru kenal dengan nya namun rasanya nyaman dan kalo dia tak ada kabar aku bisa gila” ucapa tee il sambil berbaring di atas kasur nya menatap langit-langit kamarnya itu. ia mengingat kebodohanya tadi di mana sebenarnya laki-laki itu setelah pulang langsung memantau seren dari kamar nya dan saat hari mulai malam seren tak kunjung ada kabar ia sudah berada di balik tembok pagar rumahnya hendak nekat menghapiri langsung seren.


Ia menunggu dalam waktu yang lama akan gadis itu. dan sial nya lagi saat bertemu jantungnya serasa bergetar hebat melihat sosok seren yang selalu cantik dalam keadaan apa pun itu namun ia berusaha tetap santai.

__ADS_1


Bersambung ……..


__ADS_2