
Namun malang sekali nasip laki-laki itu rencana nya ingin tidur sepanjang perjalanan namun hal itu sirna sudah karna di dalam mini bus yang di sewa oleh kim terdapat mesin karoke sehinggga sepanjang jalan teman-temanya nya bernyanyi di di dominasi oleh alex dan boom yang mana sura kedua nya tidak begitu enak untuk di dengar jadilah chan melek sepanjang jalan.
Setelah hampir setengah perjalanan tepat pukul 9 pagi mereka memutuskan untuk mencari supermarket untuk membeli bahan-bahan yang mereka butuhkan, namun sebelum itu mereka berdiskusi terlebih dahulu bahan-bahan apa saja yang harus mereka beli, agar tidak terlebat satu pun, setelah yakin dan di catata oleh leksis ia menyerahkan catatan itu pada kim “kim ini catatan nya dan ini kartu untuk membayar semuanya” kim menerima catatan itu namun tidak dengan kartu yang di berikan leksis.
“ah simpan saja kartu mu, aku sudah bilang bukan akan mentraktir” ucap nya santai “jangan begitu, ini acara ku tapi aku tidak menyumbang apa pun aku tak enak” kata leksis merasa tak enak “sudah lah terima saja hyung” kata alex, akhirnya alex menerima kartu leksis dan menyuruh seren yang memegang karut itu “apa aku boleh jajan juga leks?” kata seren mengibah “kamu akan jajan dengan kartu ku saja yah” kata kim ingat janji nya “baik lah” ucap seren senang
******
“aku juga bisa membayar jajan an mu seren jangan mintak pada kim” ucap chan tak suka dengan kedekatan kim dan seren “ah aku tidak mau aku mau kim kan kemarin sudah deal” ucap seren menatap chan “begini saja jajanan snack dan es krim akan di belikan kim sedangkan makan pengganjal perut untuk di jalan akan di belikan oleh kak chan” usul leksis yang memang peka dngan keadaan. “nah iya begitu saja aku suka” kata seren menatap chan “ah baik lah” ucapa chan pasra.
Akhirnya yang turun untuk berbalanja adalah seren,kim,chan, dan alex. Sedangkan yang lainya akan mencari makan pengganjal perut untuk di jalan. Karna mereka akan menempuh perjalan kurang lebih 3 sampai 4 jam lagi untuk sampai ke lokasi villa milik chan, dan juga makanan yang di sedikan di supermarket rets area ini banyak pilihan dan tentu mengugah selera.
__ADS_1
“leksis aku titip odeng dan roti ikan isi kacang yah” kata seren pada leksis setelah mereka hendak berpisah di depan mini bus “oke baik lah, ada lagi yang kamu mau?” tanya leksis memastikan “tidak itu saja cukup terimaksih” kata seren lalu berpisah. Kim yang memang seorang artis harus menggunkan masker saat keluar. “heheheh aku berasa punya pacar misterisu” ucap seren melihat kim
Seren, kim,chan dan alex pun masuk kedalam supermarket sebelum itu mereka mengabil troli untuk belanjaan. Seren yang memang senang belanja pun sangat senang, ia dengan cekatan memilih bahan-bahan yang sudah di tulis oleh leksis di catatan namun ada beberpa bahan yang ia tidak tau begitu pula dengan alex dan kim, “sini berikan pada ku” ucap chan “ah begini saja kalian tak tau” ucap chan setelah membaca catatan leksis
Akhirnya chan lah yang memilih bahan-bahan yang di perlukan dan yang lain mengikuti laki-laki itu di belakang nya. “kak chan aku mau dagingnya lebih banyak” ucap seren melihat daging yang di pesan chan “ apa kamu yakin itu sudah lebih dari cukup untuk kita” kata chan merasa aneh “tidak itu masih kurang ayo tambah lagi” seren kekeh “iya kak itu kurang seren noona sangat suka daging” ucap alex.
Mendengar itu chan Nampak ragu namun tetap memesan lagi daging-daging itu “ah inin baru cukup” kata seren girang “aku liat badan mu kecil dan ramping apa kamuy akin makan banyak?” ucap chan pada seren “tentu saja” ucap seren “yah sudah kalo pun tak habis bis akita gunakan untuk sarapan kan” kata kim .
Mereka berdua pun bergegas menuju Lorong yang menyediakan berbagai macam snak dan mereka pun memasukan banyak macam-macam snack yang mereka tau sampai mereka tidak tau yang menurut mereka menarik semuanya mereka masukan ke dalam troli, dan tak lupa mereka menuju kulkas untuk mengambil es krim berbagai macam rasa. Setelah puas mereka berdua langsung menghampiri kim dan chan.
Chan yang melihat troli yang di dorong alex hampir penuh pun hanya bisa menggelengkan kepala namun sedangkan kim hanya tersenyum saja. “kalian berdua ini kalo sampai sakit perut atau sakit gigi jangan mengeluh yah” ucap chan pada kedua nya “ini bukan untuk kami saja tapi untuk kita semua” bela seren “sudah lah kak biarkan saja” ucap kim membela seren dan alex “huft kamu ini sama saja dengan mereka, awas yah kalo sampai sakit dan jangan makan berlebihan ini tidak sehat” ucap chan lagi sambil melihat snak yang di ambil oleh alex dan seren.
__ADS_1
“iya-iya kami kan juga akan berbagi” kata seren yang malas di ceramai oleh chan, setelah selesai berbelanja mereka pun Kembali masuk ke dalam mobil dan hendak melanjutkan perjalanan, setelah membagikan makan pengganjal perut mereka yang di beli oleh leksis dan yang lainya mereka pun duduk di kurish masing-amsing dan makan dengan tenang, namun tak lama hp seren berdering. Seren yang sadar akan hal itu pun langsung mengambil hp nya yang ada di dalam tas setelah meletakkan makannya dahulu.
Ia liat ternyata yang menelfonnya adalah tee il gadis itu seketika tersenyum dan senyum itu di liat oleh chan, melihat seren yang tersenyum pun membuat chan menjadi penasaarn siapa yang menelfon gadis itu, seren pun menganggkat tlpnnya “yah ada pa” kata seren “kamu sudah berangkat?, kenapa tak memberi tahu ku?” kata tee il di ujung telpon sana “aku berngakat pagi-pagi sekali dan juga bibi fifian yang mengatarkan aku ke tempat kami janjian” kata seren jujur dan dapat dengan jelas chan dengar .
“ah baik lah kamu hati-hati yah, kalo sudah sampai nanti kabari aku” kata tee il lagi “oke baik lah” ucap seren dan lalu telpon nya terputus. Melihat itu chan tidak bisa lagi menahan diri untuk bertanya “siap yang menelfon mu pagi-pagi begini”. “ah itu teman ku yang ada di sebelah rumah ku” ucap seren “oh begitu” ucapa chan. Namun entah mengapa chan merasa ada yang janggal dari si penelefon tersebut.
Lalu seren melanjutkan makan nya, dan tak lama mereka semua tertidur karna perjalanan yang memakan waktu itu, namun saat semua nya tidur chan tinggal hanya chan yang belum tertidur, ia yang memang duduk di bangku sebrang seren pun menarik selit untuk di berikan pada seren, lalu ia memakaikan selimut itu pada seren “kenapa saat tidur pun kamu Nampak sangat cantik” kata nya dapa seren, namu lalu ia Kembali lagi ke bangku nya sendiri.
Namun tapa ia sadari leksis melihat semua nya, dan leksis hanya dapat tersenyum “sepertinya kak chan sudah menyukai seren” ucap leksis yang Kembali pura-pura tidur agar tidak ketauan oleh chan
Bersambung
__ADS_1