
Episode 28
“ah tak apa yang penting kamu baik-baik saja” ucapa tee il dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan tak terasa mereka sudah mengibrol lebih dari 30 menit lalu seren pun mematikan telfonnya itu. di lain tempat tee il yang semalaman suntuk menunggu kabar seren pun akhir nya merasa lega “ah gadis itu selalu saja membuat ku khawatir” ucap tee il, laki-laki itu semalaman marah-marah tak jelas dengan anggota genk nya.
Dan anggota genk nya hanya dapat pasra saja, “uh untuk seren sudah bisa di kabarin kalo tidak kita akan begini samapai besok” ucap gong yang merasa lega akhirnya mereka terselamatkan dari sosok tee il yang seperti orang kesurupan menunggu kabar seren . “bagaimana kalo bos dan gadis itu nanti pacaran, mereka dekat saja sudah begini” ucap salah-satu anggota genk nya pada gong “entahlah menungkin kita akan di jadikan santapan buaya” ucap goong sambil menerka-nerka sikap tee il yang terkenal tak dapat di baca dan mengerikan itu.
***
Saat keluar dari kamar nya seren langsung menuju dapur untuk mengambil minum, ia membuka kulas dan menumukan air dalam botol langsung ia minum air itu sampai habis. “aaahhh lega nya” setelah minum gadis itu melihat sekitar rumah namun sepertinya belum ada satu pun dari teman-temannya yang bangun pagi ini, bagaimana mereka mau bangun pagi sedangkan mereka baru tidur jam 4 pagi karna terlalu asik bermain semalaman suntuk.
Merasa bosan seren pun akhir nya berjalan menuju ke luar rumah dan ia berjalan kaki sendirian sambil menghirup udara segar “tempat ini memang bagus untuk hiling” ia berjalan lagi makin jauh menju kea rah danau, melihat sekitar danau yang begitu menyejukan hati dan fikiran di pagi hari membuat seren sangat senang saat hendak melangkahkan kaki menuju jembatan yang ada di danau tiba-tiba sang penjaga villa pun menghapiri seren .
__ADS_1
“nona maaf, tadi ada yang datang ke mari mengantarkan sarapan untuk nona seren dan juga teman-tema’ ucap sang penjaga villa yang tadi sudah ke villa namun kondisi di dalam villa tersebut sangat sepi, namun Ketika ia hendak Kembali ia tak sengaja melihat seren sehingga ia memutuskan untuk menghapiri seren “ah seren itu saja pak, itu sepertinya orang suruhan nenek saja, tolong di terima saja dan siapkan di area kolam renang pak, terimakasih” mendengar itu sang penjaga villa menggukan kepala tanda ia mengerti.
“ah yah pak apakah aman kalo saja menaiki perahu itu?” ucap seren sebelum sang penjaga villa pergi “tentu aman nona pelampung ada di ruangan tersebut bersama dengan dayung nya juga” ucap sang penjaga villa sopan “terimaksih pak” lalu sepeninggalan penjaga villa seren mencari pelampung dan dagung yang akan ia gunakan.
Setelah di rasa siap untuk menaiki perahu seren pun meju ke perahu dan menaiki nya semua nya berjalan baik-baik saja sampa ia sadar kalo ia tidak bisa melepaskan tali pengaman antara kapal dan jembatan, saking sibuknya berfikir ia sampai tidak sadar kalo tali itu sudah terlepas dan ada yang meniki perahu tersebut sambil menarik dayung yang ia bawa “sudah siap” ucap suara itu “aaaahhh aku kaget tau” ucap seren dengan suara beretriak nya “bisa tidak jangan bereteriak pagi-pagi begini” ucap chan, yah laki-laki yang menaiki perahu itu adalah chan “kamu setan yah” tanya seren
“iya aku setan dan aku akan menenggelamkan kamu di tengah-tengah danau nanti”, “uuuuhhhhh kamu bukan sehat kamu kak chan liat lah kamu selalu ketus pada ku” ucapa seren menujuk kearah muka chan namun chan memilih tidak menjawab dan medayungkan perahu yang mereka naiki secara perlahan dan stabil dengan kecepatanya.
“tapi tak apa karna kamu tampan aku maaf kan” ucap seren “apa aku tampan menurut mu?” kata chan sambil mendayung perahu “tentu kalo kamu tak tampan mana mungkin aku suka” balas seren “apa kalo aku tidak tampan kamu tak akan suka?” chan penasaran “heeeiii aku tidak munafik yah, cinta itu dari mata turun ke hati jadi kalo wajah mu tampan setidak nya aku tak akan bosan meilihat wajah mu?” seren jujur
“ah kalo ia tidak menyukai ku akan aku buat ia menyukai ku sampai tak bisa lepas dari ku, aku kan berusaha” kata seren “hei apa kamu tak malu, kamu itu perempuan kalo kamu yang menjar laki-laki itu”. “kenapa aku harus malu ini sudah abad berapa hei, kalo pun nanti nya setelah berjuang ia masih tidak menyukai ku akan aku guna-guna saja” ucap seren lagi sambil tertawa
__ADS_1
“apa itu guna-guna?” chan tak mengerti “aaahh itu serti memberikan mantra cinta pada orang yang kita suka dan membuat orang itu menjadi berbalik mengejar cinta nya” terang seren “tanpa di guna-guna kurasa aku sudah mulai menyukai kamu” ucap chan dalam hati. “apa kamu akan menguna-guna ku?” tanya chan “hahahahahahah hei kak, ku beri tau yah walaw kakak sangat tampan dan merupakan tipe ideal ku, namun kalo hendak menggunakan guna-guna aku akan memilih-milih lagi. Lagian sepertinya aku kemarin aku hanya labil saja tentang mu dan maafkan aku tentang itu yah”.
Chan yang mendengarkan jawaban seren seketika menjadi tidak suka dengan jawaban gadis itu, chan yang mulai tertarik dan menaruh hati pada gadis itu merasa marah “kenapa, kenapa kamu berkata begitu apa alasan mu” ucap chan dengan terang-terangan menujukan rasa tak Sukanya dan berhenti mendayung. “entah lah, mungkin aku baru sadar aku seperti memaksa mu dan terkesan menjebak mu dengan taruhan itu. aku mau kalo aku punya hubungan itu murni karna menyukainya” ucap seren “bukan kah aku tipe idel mu” ucap chan dengan tatap dinginya
“kamu memang tipe idel ku, namun apa aku tipe mu juga, tentu tidak bukan, aku memang gadis pemaksa namun aku tidak mau kalo dalam hubungan nanti hanya karna taruhan saja” kata seren yang belum sadar dengan tatapan tajam chan yeng melihat nya “siapa bilang aku tak tertarik pada mu?” ucap chan “uuuuwwwwaaaaaaahhhh so swwwweeeettt sekali” ucap seren yang menanggapi kata-kata chan sambil bercanda “hei aku tidak sedang bercanda” kata chan dengan nada ketus nya. Namun tiba-tiba ada sura yang memanggil kedua nya.
“seren kamu kah itu, hayo ke mari kita sarapan” sura leksis terdengar dari jembatan seren hanya menjawab dengan mengancungkan jempolnya “kak ayo kita Kembali, aku juga sudah lapar” ucap seren sambil mengelus perut nya itu . “aaaahh baik lah, dan perlu kamu ingat, sekali kamu memilih ku kamu tak bisa memilih yang lain” ucap chan sambil mentap tajam seren namun seren hanya menanggapi dengan senyum manis nya, entah gadis itu mengerti atau tidak .
Sesampainya mereka di dekat jembatan leksis membatu seren untuk naik ke jembatan sedangkan chan mengurus parahu dan mengembalikan nya pada tempat sebelumnya, “kamu ini kenapa tidak membangunkan ku seren, bagaimana kalo terjadi apa-apa pada mu” ucahan leksis yang memang selalu menghawarit kan seren “aku tak apa aku bersama kak chan kami kencan pagi ini” ucapa seren senang pada leksis.
“kami seperti pasangan yang sangat romantic bukan” ucapa seren bercerita pada leksis “eeeeeemm kamu ini kasian kak chan kamu repotkan” belum selesai berbicara chan sudah menjawab terlebuh dahulu “tidak aku tidak merasa repot” ucap nya sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan kedua gadis itu setelah naik ke jembatan. Melihat chan berjalan di depan nya kedua gadis itu memilih dia dan mengikutin di belakangnya.
__ADS_1
Bersambung …….
Catatan : semoga kalian semua suka dnegan cerita ku, jangan lupa like, komen dan vote nya Makasi semua nya