LOVE IN ……

LOVE IN ……
Episod 16


__ADS_3

Karna malam makin larut tee il pun memutuskan untuk Kembali ke rumahnya setelah puas mengobrol dengan seren yang ia khawatir kan dan ia tunggu kabar nya sedari sore tadi, saat Kembali ke rumah nya tee il merasa ada yang mengganjal dalam hati nya terutama ucapan seren tentang laki-laki di sekolahnya ia seperti takut seren akan mempunyai kekasih.


“ah sial kenapa aku begini, aku baru kenal dengan nya namun rasanya nyaman dan kalo dia tak ada kabar aku bisa gila” ucapa tee il sambil berbaring di atas kasur nya menatap langit-langit kamarnya itu. ia mengingat kebodohanya tadi di mana sebenarnya laki-laki itu setelah pulang langsung memantau seren dari kamar nya dan saat hari mulai malam seren tak kunjung ada kabar ia sudah berada di balik tembok pagar rumahnya hendak nekat menghapiri langsung seren.


Ia menunggu dalam waktu yang lama akan gadis itu. dan sial nya lagi saat bertemu jantungnya serasa bergetar hebat melihat sosok seren yang selalu cantik dalam keadaan apa pun itu namun ia berusaha tetap santai.


*****


Keesoakan harinya saat ingin berangkat sekolah seren Nampak terburuh-buru untuk bersiap berangkat ke sekolah bagaimana itu gadis itu pagi ini baru kesiangan tidak seperti biasanya, saat pukul 7 ia baru bangun pagi ini, sedangkan sekolahnya masuk jam 7:40 tentu gadis itu sangat panik di buat nya belum lagi jarang rumah ke sekolahnya memakan waktu 30 menit kalo dalam keadaan jalan lancar.


Seren telah rapi dan hendak menuju mobil yang akan mengatarkan nya ke sekolah namun karna tee il menyapanya pagi itu memebuat gadis itu gagal focus “pagi seren” sapa nya dengan senyum terbaiknya untuk seren pagi ini “tee jangan tersenyum begitu aku jadi meletoy” seren lebay “meloy itu apa ren” tee il tak mengerti “ah itu Bahasa Indonesia itu artinya seperti hati ku meleleh meilhat mu begitu” jelas seren pada tee il.


“Nona sepertinya ada sudah terlamabat ayo berangkat sekolah”, sang supir mengingatkan seren “ah tee aku berangkat sekarang sampai jumpa lagi, dan hati-hati di jalan yah” seren masih sempat-sempatnya menghawatir kan tee il pada hal diri nya sendiri sudah terlabat sekolah sekarang, namun tee il seolah selalu di buat terpanah akan sosok seren hanya tersenyum pada dia tak tau saja kalo hari ini seren tidak mandi dan hanya mencucui muka dan menggosok giginya saja karna bagun kesiangan .

__ADS_1


Dan benar saja begitu sampai di sekolah pintu gerbang sekolah seren sudah di tutup sehingga gadis itu tidak bisa masuk ke dalam sekolah nya itu, melihat beberapa murid lainya yang ikut terlabat tentu seren memilih mendekat pada murid lainnya yang ternyata ada salah satu teman kelas seren di sana di antara mereka.


“seren ke mari, kalo terlambat kita harus menunggu di sini” kata teman sekelas seren itu “ap akita tidak bisa masuk dan akan di sini seharian” tanya seren yang belum mengerti “ah tentu tidak nanti ada anggota osis yang akan ke mari namun kita akan di data dan mungkin akan mendapat hukum baru lah kitab isa masuk ke dalam kelas setelahnya” ucap temanny itu.


Seren yang sudah mengerti hanya mengagukan kepala “uuuuhh pada hal kita pelajaran matematika pagi ini kemana si anggota osis nya lama sekali” kata teman sekelas seren yang takut tertinggal pelajaran itu, namun berbeda dengan seren mengegar kata matematika gadis itu langsung berdoa semoga anggota osisi tidak akan pernah datang.


Namun harapan tinggal harapan Ketika ia melihat beberapa anggota osis datang dan membuka untuk murid yang datang terlambat dan di anatranya ada chan dan gong yang merupakan ketua osis dan juga wakil, tentu mereka bertanggung jawab pada siswa yang melanggar aturan sekolah ini, “chan ada gadis itu” boom memberi tau “ah aku melihat nya” chan sambil menajamkan penglihatanya melihat sosok seren di sana.


Sampai lah giliran seren, “siapa nama mu?” kata boom “seren”. “nama lengkap” boom mulai emosi dengan wajah tampa dosa seren “oh ngomong dong nama lengkap gitu” seren cemberut. Chaan yang berdiri di samping boom hanya melirik gadis itu entah kenapa menurutnya seren imut. “ini nama ku” tunjuk seren pak nempek nama nya di baju sekolahnya “sebutkan” kali ini chan yang berusara.


“PARK SERENDIPITY HUGOS” kata seren lantang di depan kedua laki-laki itu dan membuat kedua nya kaget bukan main “hei kami tidak tuli” kata boom yang kaget barusan “heheh maaf kan aku” kata seren cengengesan “kamu kelas berapa” kata boom lagi, pada hal iya sudah tau kelas seren “aku kelas 11 A sepertinya “ seren mencoba mengingat nya.


“kenapa kamu seperti tidak yakin” chan mulai pusing di buat nya “ah aku memang susa nginta hehehe” seren tersenyum dan sukses membuat chan yang tadi kesal menjadi dek dekan melihat seren yang tersenyum sangat cantik “kamu ini yah sudah masuk sana, karna ini pelanggaran pertama mu kami beri keringana. sebelum aku menghukum mu” kata boom . namun seren Nampak sedih

__ADS_1


“kak bisa kah aku di hukum saja hari ini” kata seren memohon pada chan, tentu kedua laki-laki bingung dibuatnya “seren ayo masuk ke kelas kita ada pelajaran matematika sekarang” kata teman satu kelasnya yang sudah di sata oleh anggota osis lainya “ah aku tidak bisa masuk, aku di hukum oleh mereka” tunjuk seren pada chan dan boom. Temannya yang mendengar alasan seren hanya percaya-percaya saja.


“hei kami tidak menghukum mu masuk lah ke dalam kelas” kata chan bingung. “aku tidak mau” seren kekeh. “kenapa?, kenapa kamu mau di hukum dasar aneh” kata boom bingung “kak kamu dengarkan kata teman ku tadi hari ini pelajaran matematika, otak ku ini tak mampu menampung pelajaran itu” seren curhat di dapan kedua nya “lagian kakak kan calon pacar ku jadi harus menolong ku” kata seren menujuk chan “siapa yang calon pacarmu” chan menatap tajam seren


“tentu saja kakak, kak chan yeol” kata seren setelah membaca nemteg chan “masuk ke kelas mu sekarang juga sebelum aku hukum keliling lapangan” chan mengacam seren “ah yah sudah kalo begitu aku akan ke uks saja pura-pura sakit sambil menunggu jam pelajaran selesai” kata seren masih di dengar kedua nya “wah otak mu ini penuh dengan rencana yah” boom mengomtari seren “biarin aja weekkk” kata seren sambil menjulurkan lidahnya pada boom


Karna pusing melihat seren yang selalu saja melawan akhirnya hanya geleng-geleng kepala apa lagi gaids itu dengan terang-terangan menetang dan melawan dirinya dan boom yang terkenal dengan sifat tak mau di tentang nya mengingat kedua nya adalah pentolan sekolah dan diri nya seorang ketua osis tentu dia harus memiliki martabat dan harga diri yang tinggi tak bisa di tentang di sekolah nya itu.


“kamu ikut dengan ku boom mendata murid yang terlambat saja dan jangan berisik” kata chan mencegah seren k euks “wah benar kah itu, asik aku bisa di samping kakak dong” kata seren girang “kamu di samping ku tidak boleh dekat-dekat dengan chan” boom mengeser tubah seren ke seblah diri nya “iiihhh padaan si kakak ini, aku harus dekat dengan pacar ku nanti dia di ambil orang” seren kekeh dan pidandah lagi ke samping chan.


Karna Lelah melihat perdebatan kedua nya chan memilih pergi dari keduanya “eh pacar nya seren mau kemana aku ikut” kata seren sambil mengejar Langkah kaki chan yang cepat dan Panjang itu dengan kaki nya kecil itu “akum au berkeliling sekolah mngecek siswa yang bolos dan melanggar pelaturan” ucap chan “aku ikut, jangan tinggalin aku sama kakak ini” kata seren terus mengejar Langkah kaki chan, namun entah kenapa laki-laki itu tidak menolak atau rishi dengan semua yang di lakukan seren dia cenderung dia dan membiarkan gadis itu berbuat sesuka hati nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2