
“ah yah lu benar” ucap tee il sambil berjalan menuju Kasur milik nya, laki-laki itu niat nya ingin mengajak seren jalan-jalan besok namun seren tak kunjung menjawab telponnya. Sampai jam pukul 7 malam tee il mencoba menelepon seren lagi namun tak juga dijawab. Merasa di abaikan laki-laki itu pun memberanikan diri nya untuk datang ke ruamh seren. “bos mau kemana” tanya gong “akum au ke ruamh seren dulu, gadis itu tidak menggangkat tlpn ku sampai sekarang”. “apa gua boleh ikut bos” tanya gong “yah ayo”.
Akhirnya dengan tekat yang kuat tee il pun di temani dengan gong memberanikan diri untuk ke ruamh seren, kedua nya menekan bel yang ada di pintu rumah gadis itu, tak lama dari layar yang terhungung dengan gerbang itu mapak fifian yang merima “selamat malam anda mencari siapa” tanya fifian, “aku temanya seren yang tinggal di sebelah, aku mencari seren” ucap tee il, ingat dengan cerita seren tentang sosok tee il yang beberpa lalu di ceritan nonanya itu fifian membukan pintu untuk laki-laki itu.
***
“silakan masuk tuan” ucap fifian sopan karna merasa tee il teman seren, setelah pintu gerbang terbuka kedua nya pun masuk ke dalam perkarangan rumah tersebut, sepanjang jalan menuju pintu utama rumah seren pun mereka di manjakan dengan taman-taman hias yang kalo di nilai tentu harga nya tidak lah murah untuk harga satu tanaman bongsai milik keluarga seren itu, dan bukan hanya itu saja juga banyak tanaman lain juga yang harga nya sangat fantastis.
Namun tee il biasa saja karna sang ibu juga memiliki tanaman serupa sehingga membuat ia tau berapa harga taman itu walaw tak sebanyak yang di miliki seren, sesampainya mereka di depan pintu sudah di sambut oleh fifian “selamat malam tuan silakan menunggu di sana, saya akan memanggil nona seren dulu” ucap fifan sopan sambil menunjukan ruang tamu .
saat fifian sudah membangun kan seren dan berkata ada tee il yang datang kerumah nya gadis itu langsung merapikan diri , namun saat keluar darikmar nona nya sang nyonaya besar memanggilnya dan bertanya siapa yang datang fifian pun menjawab kalo yang datang adalah tee il teman seren. Sang nenek yang merasa senang teman sang cucu dating ke rumahpun langsung menghampiri tee il.
__ADS_1
“ah apa kamu tee il teman seren” ucap sang nenek yang sudah ada di ruang tamu “perkenalkan nyonya saya tee il dan ini teman saya gong” ucap tee il sopan “tidak perlu sungakn begitu panggil saja nenek sama seperti seren yah” kata nenek ramah “nenek itu apa yah” kata gong “nenek itu artinya harabeoji, namun dalam Bahasa Indonesia” mereka berdua pun kaget mereka berdua kita sosok yang ada didepan mereka adalah amma nya seren .
Karna kalo dari fitur wajah mereka memang lah mirip walaw sang nenek memang seperti bule namun mereka tak menyangka Wanita cantik didepan mereka adalah nanek seren “ah begitu, kami kira nenek adalah ibu nya seren” kata tee il “kamu ini bisa saja yah bikin nenek senang” kata sang nenek tersenyum. “kenapa di panggil nenek buakn granma?” ucap gong yang penasaran “mami nya seren itu orang Indonesia jadi saya di panggil nenek”.”oh begitu” pantas saja seren sangat cantik ia memiliki banyak capuran dalam diri nya. Melihat sosok sang nenek yang masih cantik dan Nampak awet mudah pun mereka dapat memahami dari mana asal kencantikan gadis itu .
Tak lama seren pun datang setelah nenek sedikit mengobrol dengan kedua laki-laki itu, sang nenek yang tau tee il tinggal di samping rumah nya pun merasa senang, dan menitipkan seren pada tee il dan gong untuk menjadi teman yang baik, “eh kalian sudah lama kah” tanya seren, “belum kok, kami senang ada nenek yang mengobrol dengan kami” ucap tee il “kalian mau ngapain ke sini” ucap seren sambil duduk dan fifian , meberikan minuma pada tamun mereka “kamu gak bisa di telpon kami berencana mengajak kamu makan toppoki” kata tee il .
“ah akum ah yao kalo begitu” ucap seren “kalian tidak mau makan di sini?” tanya sang nenek menawarkan “nenek aku mau makan toppoki yah” ucap seren memelas pada sang nenek “ah baik lah tapi nanti kalian main ke sini lagi dan harus makan di sini yah nanti nenek siapakan makan khas indonesi” ucap sang nenek “baik nek” ucap tee il dan gong yang merasa senang dengan sosok nenek seren itu.
“memang apa rahasianya” ucap gong penasaran “kalo aku beritahu itu bukan rahasia dong” ucap seren sambil tertawa gong pun ikut tertawa, namun akhirnya pesana mereka datang juga dan mereka mulai makan “aku dari sore menelepon mu tapi kamu tak angkat” kata tee il akhirnya “ah aku ketiduran, tadi aku pelajaran olahrag di sekolah sampai rumah aku sangat capek setelah bersih-berish aku langsung tidur” ucap seren menjelaskan pada tee il, dan laki-laki itu menggukan kepala tanda mengerti.
“apa besok kamu punya waktu, akum au mengajak mu jalan-jalan dan melihat sungai han” ucap tee il mengutarakan niat nya “ah besok aku tak bisa teman ku ia menang lomba cerdas cerman jadi kami berencana membuat acara bbq dan akan menginap” jawab seren jujur “apa ada laki-kali nya juga?” tee il mulai cemas “ah tentu ada” kata seren jujur “sepertinya kamu tidak usa ikut saja” ucap tee il tak suka ada laki-laki yang ikut mengipa
__ADS_1
“kenapa ?” tanya seren pada tee il “iya karna bisa saja kan mereka berniat jahat pada mu” ucap tee il mencari alasan “ah kamu tetang saja aku akan alex dan leksis, mereka itu keluarga jauh ku yang satu sekolah dengan ku dan mereka juga ikut kok” jawab seren sambil makan odeng nya “ah baik lah tapi kamu harus mengabari aku yah hanya untuk jaga-jaga saja takut terjadi apa-apa” kata tee il.
Gong yang melihat gelagat sang bos yang sedang cemburu pun hanya dapat tersenyum simpul “kalo cemburu bilang bos” ucap gong akhirnya “cemburu kenapa” kata seren “aaahh aw kasit bos” uca[ gong yang merasa sakit saat kaki nya di tentang oleh tee il di bawah meja dnegan keras “ada apa gong” seren khawatir “tidak apa-apa mungkin gong hanya menginjak kakinya sediri” ucap tee il sambil melotot pada gong, dan gong hanya menggukan kepala tanda ia pasra saja.
“ingat yah kamu harus mengabari ku dan membalas pesan ku oke” ucap tee il posesif “oke baik kapten” ucap seren menurut saja, karna memang seren adalah gadis yang penurut sebenarnya namun memang kadang jail dan seikit beringkah, tee il yang senang karna mendpatakan respon seperti itu dari seren pun langusng menglus sayang kepala gadis itu “bagus, habiskan makan mu lalu kita akan pulang” ucapa tee il sennag karna seren menurut pada nya.
Setelah selesai makan mereka pun pulang dan mengantarkan seren pulang terlebuh dahulu sampai ke dalam rumah, sang nenek yang memang belum tidur senang dengan tee il dan gong yang di rasa sopan pada sang nenek, “kalian cepat sekali pulangnya” tanya sang nenek yang tidak membatasi jam pulang sang cucu namun tetap menjaga sang cucu dari kejauhan “kami hanya makan nek” ucap te it. “ah kami pamit pulang yah nek” ucap keduanya berpamitan pada sang nenek dan sambil sebagaiman nama seren mengajarkan mereka berdua.
“Sepertinya tee il dan gong memang anak-nak yang sopan yah”, kata sang nenek setelah kedua laki-laki itu pamit pulang “iya nek mereka juga baik” ucap seren senang “iya kamu berteman lah dengan baik yah nak” ucap san nenek dengan sayang “baik nek, aku tidur yah nek sudah malam besok aku harus bangun pagi, fifian besok bangunkan aku jam 3 yah aku tidak mau terlabat besok” ucap nya pada sang nenek dan fifian “baik nona” ucap fifian
Lalu seren pun masuk ke kamarnya, mengganti baju nya dengan baju tidur lalu gadis itu pun lelap dalam mimpinya.
__ADS_1