Love In Park

Love In Park
23. HUKUMAN DILA


__ADS_3

dua minggu setelah acara liburan keluarga kini mahesha dan dila telah kembali dengan kegiatan mereaka. seperti pagi ini dila telah bergelut dengan alat dapur untuk membuat sarapan pagi ini dengan menu sederhana. karena di rumah mereka ada 6 org termasuk satpam dan tukang kebun jadi dila harus membuatkan mereka sarapan walau di rumah ada istri dan anak mang danang yg memang sengaja mahesha bawa karena melihat istrinya yg selalu kesepian saat ia tinggal bekerja. semoga denga ini dila tak merasakan kesepian lagi.


" eh ada raya , kok tumben udah bangun sayang " tanya dila satelihat raya berada di bawah kakinya


" iya tadi laya kebangun kalena bau sedap teh" jawab raya dengan bahasa cedalnya yg imut itu


" ohhh kamu laper yaa sayang" dengan semangat raya menggangguk


" bentar ya sayang, iya ibu kamu mana sayang kok gk kelihatan " tanya dila karena dari tadi tak melihat keberadaan ibu dari anak ini


" hm. tadi kata ayah ibu pelgi ke pasal beli sayul teh " dila hanya beroh ria


" selamat pagi semuanya " sapa mahesha saat memeasuki dapur dan ia kaget melihat raya dengan manja ia bergelayut di kaki dila


" ehh kok rraya udah bangun, sini cium aa' dulu " pinta mahesha yg sudah menyejajarkan tubuhnya dengan raya


" tak mau, aa' bau beyum mandi " tolak raya

__ADS_1


" aa: loo udah mandi, udaj wangi. kalau gk percaya tanya sama teteh kalau aa' udah wangi "


" teteh aa' udah mandi beyum, ? " tanya raya


" hmm udah belum yaa, kayak belum deh " saut dila sambil menggendong raya menuju tempat makan


" huu aa' bohong teteh aja biyang aa' beyum mandi " dengan cedalnya yg menggemaskan ini membuat suasana pagi ini semakin ramai dan mahesha dg kesal pun langsung memeluk dila dari belakang sbil berbisik di telinga dila


" awas kamu yaa, tunggu hukumanan buat kamu nanti, awas aja kalau kamu lari, aku jamin kamu gak bakalan bisa jalan seminggu" dengan semeriknya yg vulgar dan dila yg kaget dengan omongan mahesha tadi


∆∆∆


malam harinya setelah selesai makan malam raya meminta dila untuk menemani ia tdr dan membacakan dongeng, dan itu membuat mahesha bete, setengah jam dila membaca dongeng untuk raya ia melihat raya telah tdr pun langsung memakaikan selimut dan mencium pipi gembul itu dan pamitan ke bibi yg dari tadi di sampingnya


" bi raya udah tdr saya pamit ke kamar dulu yaa kasian mas amhesha udah nungguin" pamit dila


" iya teh, maaf yaa jadi ngeropitin teteh " mohon bibi karena tak enak hat

__ADS_1


" gapapa kok bisa, dila seneng aja liat anak kecil kayak raya, jadi rame deh di rumah . " tawa dila


" yaudah bi saya pergi dulu, bibi istirahat aja udah malem soalnya "


" masih ya tehh " dila pun mengangguk dan pergi dari kamar bibinya itu


" lama banget sih kamu sayang " keluh mahesha saat melihat dila memasuki kamar mereka ." tadi tuu raya agak susah buat tdr, jadi alu bavaain ia dongeng baru ia mau tdr " jawab dila sambil mengganti baju dengan piayama tdrnya. belum selesai ia mengenakan piyamanya mahesha langsung memeluk dirinya sambil mengendus leher dila


" mass, " " terima hukuman kamu sayang dan nikmati saja" ucap mahesha di sela sela ia meraba tubuh istrinya itu. dial pun hanya pasrah saat digendong mahesha dan di baraingkan di tempat tdrnya karena ia percuma melawan yg ada mahesha semakin semngat membuat dirinya tak bisa bergerak.


" massh " keluh dila saat mahesha sudah menyusu di sperti bayi dan baiknya tanganya itu ikut bergerak kesana kemari mencari tempat ternyaman buat di jatuhkan...


" siap yaa sayang, nikmati saja yaa " ucap mahesha saat akan menikamti indahnya tunuh istrinya itu


hmmm, massshhhh pelan pelan sakit " keluh dila saat mahesha telah menanamkan p**** di d dalam rahim dila.. ia melakukan itu Hinga pagi dan ia benar benar membuat dils tak bisa berdaya saat dirinya selalu memintanya Lagi lagi lagi dan lagi.....


°°maaf yaaa kalau ceritanya ada sekdiit mengandung kata kata vulgar, bukan sengaja yaa kaean.. jangan lupa like comen and vote yaaa, silah tinggalkan kritik dan saran jika masih ada yg slah °°°°

__ADS_1


__ADS_2