
keesokan paginya dila bangun terlebih dahulu sperti biasa ia menyiapkan sarapan untuk orang di rumah dan saat memasak dila biasanya di temenin oleh raya anak pembantunya itu, yaa seperti saat ini raya telah membuat suasana dapur semakin rame karena cerita dari raya yap raya telah didudukan di meja pantri agar mudah untuk mengawasi.
" emang raya kalau besar mau jadi apa" tanya dila sambil memberikan ia camilan biskuit yg sengaja ia beli untuk raya
" emm kalau udah besal laya mau jadi kayak aa' bisa dapat uang banyak buat beli lumah sama jalan jalan keliling dunia kayak si unyil " jawab raya polos dan membuat semua org yg ada di dapur melongo
" oog gitu, tp kalau mau seperti aa' jadi raya harus sekolah dulu yang pintar terus belajar jangan malas kayak aa'." seru dila sambil memberikan bubur bayi ke raya.
∆∆∆∆∆
siang harinya saat dila menemani raya bermain ia melihat makanan yg menggiurkan yap rujak buah dan langsung saja ia menelpon sang suami untuk memebelikan saat pulang nanti
" hallo mas, masih sibuk gak" tanya dila saat telponnya sudah di angkat
" hmmm gk terlalu sih, kenapa kamu mau apa" tanya balik sang suami
" nanti pas pulang beliin dila rujak buah mangga mudanya yg banyak trs sambelnya dipisah, beliin dua yaa mas daa assalamualaikum" perintah dila tanpa jeda dan langsung mematikan sambungan sedangkan mahesha yg baru selesai meeting dan tengah santai di ruangannya tiba tiba jasnya bergetar dan ia mencari penyebab jasnya bergetar yap hpnya ternyata bunyi dan ada panggilan masuk dari istrinya itu, dlam pikiran ia berkata tumben nelpon biasanya gk pernah telpon, setelah dia mengakat telponnya belum sampai ia mengcupkan salam istrinya telah menyerobot bicara
__ADS_1
"…
"hmm gk terlalu sih kenpa, mau kamu apa ?" tanya saat dila selesai bicara
' what rujak buah, mangga muda jangan jangan dila hamil lagi, bawa ke dokter ajalah besok ' hatinya ' dimana jam segini asa yg jualan rujak setauku jam segini belum ada yg buka ' pikirnya lagi
belum sempat ia bicara lagi dengan kilat sang istri telah mematikan sambungan telepon nya
" ke ruangan saya sekarang " perintah mahesha ke sekerrarisnya itu
" iya, pak ada apa ya " tanya sekertarisnya
" hmm sebentar, jadwal bapak nanti ada meeting dengan graha group jam setengah tiga pak " seru sekretarisnya itu
" atur ulang jadwalnya aku mau pulang, istriku ngidam " ujar mahesha sambil memberikan berkas di depannya
" hmm yaudah pak say permisi dulu "
__ADS_1
" ehh tunggu jam segini juak rujak buah dimana yaa " tanya mahesha sesaat sekertarisnya itu akan melangkah
" kalau jam segini sih biasanya di dekat taman kota pak, tapi saya juga gk tau udah ada yg jualan belum kalau jam segini " jelas sekertarisnya itu
" ya sudah kalau gitu saya pulang dulu "
pak ruja buahnya dua yaa sambalnya do sendiri kan, yg satu mangga mudanya di banyakin ya pak ujar mahesha pada penjual rujak buah
tunggu bentar ya mas ucap bapak penjual rujak buah
tak lama rujak buah pesanan mahesha sudah jadi
" ini mas rujak buahnya , tadi yang mangga mudanya banyak bungkusnya saya beri tanda ya mas, jadi semuanya sepuluh ribu mas " ucap bapak penjual rujak buah
" ini pak, makasih pak," ujar Mahesh sambil memberikan uang satu lembar lima puluh ribuan " iya itu kembaliannya buat bapak aja " sambungnya lagi dan pergi dari tempat itu
empat puluh menit kemudian mahesha telah tina di rumahnya yg pertama kali ia lihat bukanlah sambutan dari penghuni nya melainkan suara kartun dan suara ketawa
__ADS_1
" suami datang bukannya disambut eh malah asik sendiri sampek suaminya di anggurin " ujar mahesha saat ia sudah duduk di samping istrinya itu, dan ucapan tersebut membuat kaget sang empu yg dari tadi fokus dengan kartunnya kesukaananya dan raya.smereka bedua hanya senyum tak bersalah. hehehe tawa mereka...
jangan lupa like comen and vote nya yaaa kawan