Love In Park

Love In Park
arsi agnesia


__ADS_3

dua bulan setelah pulang dari liburannya kini mahesha dan dila berada di jakarta, tepatnya rumah nenek buyut mahesha, karena akan diadakan pengajian 7 bulanan kemahimilan dila.


" sayang kamu dimana?" teriak mahesha sambil mencari sang istri di penjuru rumah


" berisik mas, ini rumah bukan hutan" serkah adik sepupunya mahesha


" tau istri mas gk kamu" tanya mahesha dengan nada sinis


" nihh liat aja di kantongku, ntar ketemu. "


" udah tau dari tadi gue diem disini, sukurin mbk dila pergi, sekalian mbk gk usah kembali mangkanya jadi cowok itu romantis, di tinggal oergi kan kasian dehh loo" sindir arga sepupu mahesha


" omong apa luu tadi, gue sleding juga lama lama loo" ancam mahesha, bukanya takut arga malah sengaja menjahili kakak sepupunya itu yg terbilang cuek


" kaburrrrrr" teriak arga sambil lari ke arah ibunya


" bunda mahes nakal, masak aku mau di di buang ke samudra " adu arga ke bundanya


" fitnah tante, si arga ngarang cerita tante" bela mahesha saat arga memutar balikkan fakta.


" udah kalian ini ya bukannya kangen kangenan malah berantem, kamu juga mahes udah tau adikmu ini jahil masih aja kau respon" lerai tante ayu bundanya arga.

__ADS_1


" tante tau istriku gk, aku cari dari tadi gk ketemu ketemu" tanya mahesha


" oh nyari iatrimu too, tuhh taman belakang ama buyut " tunjuk tante ayu dengan dagunya, mahesha pun mungut mungut


******


setelah perdebatan antara dirinya dan arga, disinilah mahesha berada yaitu kamar kesayangan yang ia dekor sendiri waktu kecil dulu. setelah membersihkan diri, mahesha berniat rebahan di kasurnya yang telah ia rindukan itu tapi pupus sudah harapan mahesha untuk bermalas ria karena ulah adik sepupunya itu, siapa lagi kalai bukan arga dan adiknya


" ngapain lu ke kamar gue" tanya mahesha to the point


" nihh adik kesayangan luu nyariin, cape gue, dari tadi nangis mulu nyariin luu" sewot arga tak kalah sinis


" bang esha main yuk cama alsi" ajak arsi dengan nada cedalnya


" hmm main macak macak, " ucap arsi antusias


" emang arsi mau masak apa hmm?" tanya mahesha kembali, arsi yang nampak kebinganpun langsung mengetuk ngetukan jarinya di dagu seolah olah ia sedang berfikir, mahesha yang gemas dengan bayi dua tahun itupun langsung mengujani dengan ciuman di wajahnya


" hahahhaa " tawa arsi yang ringan tanoa beban pun mendomisi kamar mahesha, sedangkan arga yg melihat itupun langsung membuka mulutnya, bagaimana bisa arsi tertawa tanpa beban saat bersam abang sepupunya, sedangkan saat bwrsama dirinya ia akan menangis' batin arga


" wihh ada apa nihh seru banget" suara seorang perempuan muda yang tiba tiba datang

__ADS_1


" teh dila ain yuk" ajak arsi sambil menarik tangan dila untuk mendekat ke arah mahesha


" emang arsi mau main apa?" tanya dila gemas


" ain macak macak, tapi teh dila yang macak"


" hmm, emang arsi mau masak apa?" aesi yang sudah di tanya seperti itupun langsung cemberit, pasalnya ia bingung mau masak apa


"alsi bingung mau macak apa teh"


" gimana kalau kita buat donat aja, " seru dila dengan semangat


" mau mau teh" arsi yang antusias pun menjawab sambil lompat lompat, bum sampai melompat lagi mahesha sudah menggendongnya menuju kasur


" bang akal, alssi mau main ihh abang minggil" berontak mahesha


" udah main sini aja, kamu gk kasian sama teteh, dan adiknya hmm"


" asian, yaudah teh cini alsi mau di bacain celita ama abang " seru arsi yang berubah pikiran


" yuk cerita apa hari ini "

__ADS_1


" celita kisah nabi bang"


__ADS_2