
pagi hari di kediaman keluarga hendra yg biasanya ceria kini berubah karena perdebatan antara dira dan deva yg tk kunjung usai. dan membuat semuanya geleng geleng kepala bagaimans tdk deva yg emang dasarnya pelupa dan membuat dira marah pada dirinya
" yaudah dira mau ikut kakak gk ke taman kota" seru dila berniat mengembalikan mood dira
" mau tapi jangan ajak kak deva," ucapnya keras membuat deva mendengar itu pun langsung sedih
" iya kaka gk bakalan ajak kak deva ok, tp gk boleh marah trs yaaa" dira pun mengangguk permintaan dila
" bentar kakaliat dulu abang kamu udah siap belum yyy, jangan kemana mana looo yyaaa" dira pun menganggukkan kepala tanda setuju
" yuk sayang berangkat, ntar ngambek lagi Princess kesayanganku kalau kelamaan" dira langsung cemberut kala abangnya meledeknya
." udah yuk berangkat nanti kemalaman pulangnya klu lama.
" yuk masuk, ke sayang aku " receh mahesha
" dih sok sokan manis, tp nyatanya mah pahit" celetuk dira. gk lama mobil mahesha pergi dari perkarangan rumah dila dan menuju taman kota, selama di perjalanan di dominasi suara dira dan dila yg sedang bercerita dan sekali kali membylly abangnya
" pinter yaa kamu sekarang kata siapa abang tukang ngompol hee ?" saut mahesha yg jengah dira selalu sja menjelekkan dirinya
" kata mama abang waktu SD masih suka ngompol " ucap dira sambil tertawa mahesha pun hanya cemberut, dan gk terasa mereka telah sampai tujuan dan mahesha yg sibuk mencari parkir sedangkan dira dengan girang memonopoli dila
" kak nanti kita buru kuliner yaa, kita habisin uang abang " dila hanya mengiyakan ajakan dira
__ADS_1
" yuk turun, jangan lari dira nanti jatuh " teriak mahesha saat melihat dira lari menuju tepi jalan
" heheh maaf bang, soalnya dira seneng bisa kesini lagi" cengir dira
" yaudah sana main abang tunggu sini, to hati hati jalannya, "peringat mahesha
" sayang kamu ingat gk tempat ini, tempat dimana kita menebar kenangan indah "
" iya dimana kamu melamar aku di tengah taman sana " ujar dila sambil menunjuk tempat yg ia maksud
" heheh ingat aja kamu sayang, aku aja hampir lupa kalau duku melamar kamu di tengah taman sana " ujar mahesha dg tak berdosa nya
" ihh kamu mah, semua serba lupa, " kesal dila sambil memukul lengan suaminya
saat asik melihat lihat suasana taman dila di kegtkan sosok laki laki ug telah tega menyakiti harinya
" syang itu bukanya sahabat kamu" tanya dila ke sang suami, mahesha pun kaget langsung mencari sosok yg dimaksud istrinya itu
" mana sih sayang" bingung mahesha
" itu yang deket perosotan pakai baju abu abu muda " tunjuk dila ke sebuah tempat bermain
"iya kayaknya gk kelihatan soalnya wajahnya " ujar mahesha
__ADS_1
kita kesana yuk sekalian liat dira main, bosen disini terus " ajak dila yg mulai bosan dg situasi di tepi taman
" yuk. yang itu bukannya samuel ya " tunjuk dila
" mana "
"itu yg lagi gandeng anak kecil ""
" iya kayaknya. coba kita samperin yuk
"hmmm " dehem mahesha
" eoi brooo apa kabar " teriak mahesha saat dekat dengan samuel
" hei sha dil, baik, kalain gimana lama gk ketemu "
" baik kita mah," singkat mahesha
" kemana aja kok gk pernah keliahatan, kemarin juga waktu reuni akbar angkatan kits kemana " tanya samuel
" ohh kita gk bisa pulang sibuk gua " ketus mahesha
" ohhh, yaudah duluan ya, anakku dari tadi rewel soalnha"
__ADS_1
" iya " ketusnya