Love Is Deep

Love Is Deep
BAB 38


__ADS_3

HAPPY READING


Vika yang merasa bosan karena harus seharian didalam ruangan menemani Iksan akhirnya meminta Kaysa untuk datang menemaninya.


Saat Kaysa datang Iksan pura-pura memejamkan matanya hingga kedua gadis itu mengira jika Iksan tertidur karena habis minum obat.


Kaysa yang pamit keluar sebentar untuk membeli cemilan dan juga minum membuat diruangan itu hanya ada Iksan dan Vika saja


"Kayanya gw harus ngerjain si Vika nih biar dia selalu merhatiin gw" batin Iksan, lalu beberapa saat kemudian ia pun memulai aktingnya.


"Aduhhhh ssssss" Iksan pura-pura meringis seperti orang yang kesakitan.


Vika yang tadinya asik dengan ponselnya langsung berdiri dan menghampiri Iksan yang masih memejamkan matanya pura-pura tertidur.


"San, Iksan mana yang sakit?" tanya Vika dengan suara yang lembut.


Iksan hanya diam saja sambil sesekali mengeluh.


Vika yang terlihat bingung berhasil membuat Iksan tertawa walau pun dalam hati.


"Bisa mati gw kalo dia tau gw cuma ngerjain dia" batin Iksan sambil sedikit membuka matanya untuk melihat reaksi Vika.


Dalam hatinya Iksan begitu bahagia saat Vika begitu peduli kepadanya.


"Gw rela deh nahan sakit kaya gini asal loe Vika yang ngurus gw" batin Iksan


Saat Ikan sedang menikmati saat berdua dengan Vika, Kaysa pun datang dengan membawa banyak cemilan untuk mereka berdua.


Iksan pura-pura terbangun saat mendengar suara sedikit berisik karena mereka tertawa.


Emmmmm


Kedua gadis itu pun langsung melihat kearah Iksan.


"Eh loe udah bangun, gimana kondisi loe,mana yang sakit?" tanya Kaysa bertubi-tubi.


"Semuanya sakit Kay" jawab Iksan dengan suara yang ia buat lemah.


"Ya udah loe istirahat aja, ada gw sama Vika yang jagain, tenang aja" ucap Kaysa sambil tersenyum.


Siang hari mama Iren dan mamanya Iksan datang kerumah sakit dengan membawa makanan untuk Vika.


Mereka tersenyum saat melihat Vika yang sedang menyuapi Iksan.


"Wah romantis banget sih liatnya" ucap mamanya Iksan saat masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


Iksan hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya sedangkan Vika wajahnya langsung bersemu merah karena malu.


"Udah ah, ni makan sendiri aja" ucap Vika sambil meletakkan piring yang berisi makanan di dekat Iksan.


"Tuh kan, mama sih di ledekin jadi gak mau lagi kan dia nyuapin Iksan"


"Maaf deh kalo ganggu" ucap mamanya Iksan sambil tersenyum.


Iksan pura-pura acuh, ia pun kembali memejamkan matanya.


"Enak juga diperhatiin sama nih dia cewe, kalau sama Rany mana pernah dia perhatian" batin Iksan.


Vika hanya menjaga Iksan jika pagi hingga Pian datang saja sedangkan jika malam ia akan dirumah dan beristirahat.


Karena terlalu sibuk ia pun lupa untuk menghubungi Ujang.


Sementara di sana setiap hari Ujang selalu menunggu kabar dari Vika, pernah ia coba menghubungi Vika namun tidak ada yang angkat, karena takut mengganggu Ujang hanya bisa menunggu saja kabar dari Vika.


Terkadang ia bertanya kepada Nene Dilla ternyata sama Vika pun tidak memberikan kabar kepada neneknya.


Namun yang nenek Dilla tau setiap hari Vika selalu menjaga Iksan dirumah sakit, hal itu nenek Dilla ketahui dari mama Iren.


Ada sedikit rasa khawatir dalam diri Ujang, ia takut jika Vika akan berpaling darinya.


Setelah beberapa hari dirumah sakit akhirnya Iksn pun diperbolehkan pulang, karena ia masih belum berjalan untuk sementara ia masih harus duduk di kursi roda.


Setelah selesai mengurus administrasi mereka pun pulang dengan Pian yang untuk sementara menjadi supir.


Setelah kecelakaan itu ada banyak hal yang harus mamanya Iksan urus dan ditemani oleh Mama Iren dan juga Pian, hingga dirumah pun Vika yang menemani dan menjaga Iksan.


Sore itu saat Vika sedang menemani Iksan duduk diteras depan ada sebuah mobil berhenti didepan rumah Iksan.


"Ada tamu San, mobil siapa itu?"tanya Vika


"Jangan dibukain pintu pagarnya Vika, gw gak mau liat dia" pinta Iksan


"Siapa sih?" tanya Vika yang penasaran


"Bawa gw masuk Vika" pinta Iksan tanpa menjawab pertanyaan Vika.


Baru saja Vika hendak mendorong kursi roda Iksan tiba-tiba saja ia mendengar suara yang tidak asing buatnya.


"Pantesan gw telp gak diangkat, ternyata loe lagi asik sama ni cewe kampung" teriak Rany dari luar pintu pagar.


"Bisa gak dijaga omongan loe, gw emang cewe kampung tapi gw punya etika saat bertamu kerumah orang" jawab Vika yang kini tidak mau lagi direndahkan oleh Rany.

__ADS_1


"Mending loe pulang aja Ran" usir Iksan sambil menjalankan kursi rodanya dengan tangan.


Rany nampak terkejut saat melihat Iksan yang duduk di kursi roda.


"San loe kok duduk di kursi roda sih, loe kenapa" tanya Rany sambil berusaha membuka gembok pagar rumah Iksan.


Ada untungnya juga tadi Vika sempat mengegembok pagar rumah Iksan.


"Cewe kampung buka pintunya" teriak Rany lagi


Beberapa orang yang lewat sempat melihat kearah mereka, namun Vika cuek saja ia tidak perduli dengan tatapan tentang.


"Mbak bisa gak jangan berisik, ini kan bukan di hutan lagi juga cantik-cantik kok gak punya sopan santun"tegur ibu-ibu tetangga Iksan yang juga tetanggaku.


Dengan wajah kesal Rany pun pergi meninggalkan rumah Iksan.


"Terimakasih ya Bu udah bantu ngusir cewe tadi" ucap Vika pada tetangganya.


"Sama-sama Vika, mamanya Iksan juga suka cerita gak suka sama dia,kenapa gak sama kamu aja sih Vika si Iksan" ucap tetangga mereka dan berhasil membuat wajah Iksan bahagia namun tidak dengan Vika yang wajahnya merah merona karena malu.


Beruntung mama Iren dan mama Iksan pun tiba, mereka sedikit heran saat melihat banyak orang berada diluar.


"Ada apa ya kok tumben rame?" tanya mamanya Iksan begitu ia turun dari mobil.


"Alhamdulillah tante pulang juga" ucap Vika sambil membuka pintu pagar.


"Memangnya ada apa sayang kok kamu mukanya kaya kesal gitu" tanya mama Iren.


Mamanya Iksan nampak sedang berbicara dengan beberapa tetangga yang tadi ikut mengusir Rany.


"Gak ada apa-apa kok mah, pulang yuk, Iksan udah ada mamanya juga" ajak Vika pada mamanya.


"Ya ampun Vika maafin ya pasti gara-gara itu perempuan kamu jadi kesel ya" ucap Mamanya Iksan sambil memeluk Vika.


Mama Iren hanya diam masih tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh mamanya Iksan.


"Gak apa-apa tante, Vika udah biasa tapi tadi untungnya juga banyak tetangga yang nyuruh dia pergi" tutur Vika.


"San, emang kamu belum putusin dia ya, inget mama tuh gak akan restuin kamu sama dia sampai kapanpun" ucap Mama Iksan sambil masuk kedalam rumah.


Setelah pamit pada Mamanya Iksan Vika dan mamanya pun pamit pulang.


Dirumahnya Vika pun menceritakan kejadian yang kurang mengenakkan yang ia alami tadi.


"Mama seneng kamu sekarang udah berubah sayang" ucap Mama Iren sambil mengelus kepala putrinya

__ADS_1


__ADS_2