Love Is Deep

Love Is Deep
BAB 42


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Semakin hari hubungan Vika dan Ujang semakin terlihat romantis.


Sikap Ujang yang selalu mengalah dan selalu ada buat Vika membuat Vika semakin sayang.


Sementara itu Iksan yang hampir setiap hari mengirimkan Vika pesan singkat namun jarang sekali Vika balas membuat Iksan semakin ingin berbuat nekad.


"Ish ni cewe bener-benar nguji banget sih" ucap Iksan kesal.


"Kayanya gw harus ke Bandung nih,dia gak boleh makin lengket sama tuh cowok kampung" ucap Iksan sambil menatap kamar yang biasa Vika tempati.


"Jang pulang dari nganterin telur asin kita mampir kepasar ya"


"Mau beli apa neng?" tanya Ujang


"Mau beliin nenek daster Jang,abis nenek kalau dikasih uang gak pernah mau,jadi mau Vika beliin daster aja" ucap Vika.


"Ya udah,hayu atuh aa anterin"


Setelah semua pesanan diantar mereka pun segera menuju pasar yang berada tidak jauh dari rumah mereka.


Setelah membeli beberapa buah pakaian daster untuk sang nenek mereka pun pulang.


Nenek Dilla begitu terharu saat menerima daster yang Vika beli.


"Kenapa kalian gak segera nikah aja,udah cocok juga kan"ucap nenek Dilla saat mereka makan bersama.

__ADS_1


"Nanti dulu atuh ni,Ujang lagi ngumpulin uang dulu biar banyak,pasti neng Vika pengen acara resepsinya yang meriah kan.


"Gak juga Jang,buat Vika sih sederhana aja yang penting saudara dan tetangga tau kalau kita udah sah biar gak ada fitnah" jawab Vika dan membuat Ujang tersenyum.


Seperti biasanya setiap hari minggu sore Vika menemani Ujang latihan bola voly.


Ia bersorak kegirangan saat tim Ujang berhasil mendapatkan poin.


Setelah selesai Ujang pun langsung menghampiri Vika yang ada disisi lapangan.


Vika pun langsung memberikan satu botol air mineral kepada Ujang.


"Cieeee romantis banget dah" ucap beberapa teman Ujang menggoda mereka.


Vika tersenyum malu,saat Ujang ikut-ikutan menggodanya.


"Aa Ujang, neng mau ngomong empat mata aja bisa kan" ucap wanita itu yang Vika tidak tahu siapa namanya.


"Maaf aa gak bisa, mending kamu pulang aja ,pasti keluarga kamu nyariin"


"Aa gak mau disangka bujuk kamu lagi biar mau sama aa" ucap Ujang.


"Jang,kalau ada masalah lebih baik dibicarakan dirumah aja, jangan dijalanan kaya gini" bisik Vika yang saat beberapa orang yang melintas melihat kearah mereka bertiga.


"Gak ada lagi yang harus di omongin,aa pulang dulu ya"ucap Ujang yang langsung mengayuh kembali sepedanya.


"Aaaa neng masih mau bicara" teriak wanita itu saat Ujang sudah mulai menjbilangg

__ADS_1


Ada banyak pertanyaan dalam hati Vika,ingin rasanya ia bertanya,namun jika dilihat dari raut wajah Ujang yang seperti sedang marah sepertinya ini bukan saat yang pas untuk bertanya.


Tidak seperti biasanya setelah mengantar Vika Ujang pun langsung pamit pulang.


Nenek Dilla pun bertanya ada masalah apa sepertinya mereka sedang ribut.


"Ga ada apa-apa nek, cuma tadi pas dijalan ada cewe yang berhentiin kita, terus bilang mau bicara berdua aja sama Ujang" ucap Vika


"Terusss, Vika gak tau itu cewe siapa tapi dari situ Ujang mukanya kaya gitu tadi" lanjut Vika.


"Bisa jadi itu Risa"


"Risa itu siapa nek?"tanya Vika penasaran.


"Risa itu mantan pacarnya Ujang, mereka pisah gara-gara gak direstuin sama keluarga Risa terus Risanya dijodohkan" ucap nenek Dilla menjelaskan.


"Oh jadi itu namanya Risa,Ujang juga pernah cerita sih"jawab Vika


Malam harinya Vika mencoba menghubungi Ujang namun setelah beberapa kali mencoba Ujang tidak mengakat VC dari Vika, begitu juga dengan pesan yang Vika kirim belum ada satu pun yang dibalas oleh Ujang.


Vika nampak begitu gelisah ingin rasanya ia kerumah Ujang namun hari sudah larut malam dan juga pasti nenek Dilla tidak mengijinkannya.


Vika pun harus bersabar menunggu pagi untuk kerumahnya Ujang.


Setelah semalam berpikir Vika pun mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Ujang.


Ia takut jika nantinya Ujang berpikir Vika ikut campur urusan pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2