
SELAMAT MEMBACA
Setelah berpikir semalaman Vika pun memutuskan untuk tidak jadi menyambangi rumah Ujang, ia memilih menunggu saja sampai Ujang sendiri yang cerita.
Setelah beberapa hari Ujang tidak datang menemui Vika.
Beberapa pesan yang Vika kirim pun tidak dibalas oleh Ujang.
Vika yang awalnya sabar akhirnya kesal juga, setelah selesai membantu neneknya Vika pun langsung menuju kerumah Ujang.
Saat Vika tiba dirumah Ujang, kebetulan Ujang sedang keluar dan ibunya Ujang yang kebetulan menggenal Vika memintanya untuk menunggu.
Ibunya Ujang yang memang sudah mengenal Vika tanpa sungkan langsung bercerita.
Vika pun dengan senang hati mendengarkan apa yang diceritakan oleh ibunya Ujang, mereka pun terkadang tertawa bersama.
Lumayan lama Vika menunggu akhirnya Ujang pun datang, betapa terkejutnya Vika saat melihat Ujang yang datang tidak sendirian, bahkan wanita itu bergelayut manja di tangan Ujang.
"Bukannya ni cewe udah nikah ya, kok malah gelayutan sama cowo lain sih, Ujang juga udah tau dia udah nikah mau aja" batin Vika sambil menatap keduanya.
Hati Vika terasa begitu sakit melihat pemandangan didepannya, hingga ia pun ingin buru-buru pamit .
Kini ia tau apa yang membuat Ujang tidak membalas semua pesannya bahkan tidak juga menjawab telponnya.
"Eh ada Vika, udah lama" tanya Ujang seakan tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Lumayan, oh iya Jang, aku kesini cuma mau bilang mulai besok gak usah kerumah lagi soalnya semua bebeknya udah aku jual" ucap Vika berbohong.
Setelah mengatakan itu Vika pun pamit pulang.
Biasanya Ujang tidak akan tega membiarkan Vika berjalan sendirian, namun kini ia hanya diam saja saat melihat Vika berjalan kaki menuju kerumahnya.
Begitu tiba dirumah ia langsung masuk kedalam kamar dan menangis.
Nenek Dilla yang melihat cucunya mengurung diri dikamar merasa heran.
Ia tau jika tadi Vika datang ke rumah Ujang,ia yakin jika Vika melihat Ujang sedang bersama mantan kekasihnya.
Ingin rasanya nenek Dilla masuk kedalam kamar Vika dan bertanya ada apa namun ia merasa ini bukan saat yang tepat.
Ia melihat begitu banyak chat yang Vika kirim,baru saja hendak membalas tiba-tiba saja Risa datang kerumahnya.
"Kamu tuh mau apa lagi sih Ris, pasti nanti keluarga kamu mikirnya aku yang bujuk kamu buat balik lagi sama aku" ucap Ujang yang mulai kesal.
"Aa tenang aja sekarang keluarga neng udah setuju kalau kita balikan" ucap Risa.
"Tapi maaf Ris udah ada wanita lain di hati aa"jawab Ujang jujur.
"Gak boleh ada, aa cuma buat neng,lebih baik neng mati daripada liat aa sama yang lain"ancam Risa.
Risa yang terus mengancam akan bunuh diri membuat Ujang tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Setelah beberapa kali Vika melihat Ujang yang selalu bersama dengan mantan pacarnya membuat Vika berpikir jika saat ini memang Ujang sudah melupakannya.
Awalnya Vika merasa kuat dan yakin mampu melupakan Ujang, namun semakin sering ia melihat Ujang bersama mantannya semakin ia merasa begitu sakit.
Di kediaman Iksan, pria itu sudah bersiap-siap untuk menuju kota Bandung bersama teman-temannya, kali ini Kaysa akan ikut.
Ia begitu senang karena akanbertemu dengan pujaan hatinya.
Sementara itu di kediaman nenek Dilla, Vika sedang menghitung bebek miliknya dan akan ia jual, kebetulan juga ia sudah dapat orang yang akan membeli semua bebek miliknya.
Setelah menerima uang dari hasil penjualan semua bebeknya ia pun menyisihkan sebagian untuk diberikan kepada Ujang, namun kali ini bukan ia sendiri yang akan memberikannya melainkan nenek Dilla.
"Jang ayo temenin aku jalan-jalan" ajak Risa sambil tersenyum manis.
"Kamu apa gak mikir apa yang akan orang omongin tentang aku Ris, mereka pasti mikirnya aku tukang rebut istri orang"ucap Ujang yang sudah tidak dapat lagi menahan emosinya.
"Terus apa kamu juga gak mikirin gimana perasaan aku, sekarang aku udah gak ada rasa sama kamu Ris,kamu itu cuma masa lalu yang sudah aku lupakan" ucap Ujang lagi dan membuat Risa menangis.
"Maafin aku Jang, tapi aku gak bisa lupain kamu,aku masih sayang"teriak Risa
"Kenapa dulu sebelum kamu nikah sama pria lain kamu gak bilang begitu Ris,aku bukan tempat sampah yang siap menampung sisa orang"
"Ok aku memang salah Jang,tapi tolong beri aku kesempatan sekali lagi,kalau kamu memang sudah tidak mau lebih baik aku mati saja Jang" lagi-lagi Risa mengancam Ujang akan bunuh diri jika Ujang tidak mau menuruti kemauannya.
Nenek Dilla yang kebetulan baru saja tiba untuk memberikan titipan dari Vika mendengar semua apa yang di ucapkan oleh Ujang.
__ADS_1