
Sambil Memejamkan Mata.
Dia Tiba-Tiba Menariku Ke Dekatnya.
Aku Mengoles Aroma Ke Tubuhnya.
"Sudah Selesai, Sekarang Kau Pergilah Aku Akan Memejamkan Mataku". Ujarku.
"Masih Ada Lagi".
"Apa". Dia Lalu Memeluku, Namun Di Kejutkan.
"Kau Masih Memakai, Pakaian Dalam? ". Bertanya Nada Marah.
"Ekk Iyha".
"Bodoh, Pejamkan Mata Mu, Aku Mau Keluar" . Aku Memejamkan Mataku, Sampai Lee Shohan Keluar Dari Ruangan Itu.
"Pelayan, Pelayan". Aku Memanggil, Pelayan Tidak Ada Yang Datang, Handuk Ku Sudak Basah, Dan Aku Tidak Membawa Baju , Tidak Mungkin Aku Berjalan Menuju Istana Selatan, Sedangkan Aku Di Utara Sangat Jauh.
"Terpaksa Aku Harus Berdiam Diri Di Sini Sampai Ada Orang Yang Datang Kemari".
Setelah Berjam-Jam Aku Kedinginan Di Sana Tidak Ada Orang Yang Datang.
"Pelayan, Pelayan". Aku Sudah Tidak Kuat Lagi, Karena Kedinginan.
"Tiba-Tiba Ada Seseorang Yang Datang". Sebelum Aku Pingsan Dia Mengatakan.
"Dasar Wanita Bodoh, Dari Tadi Disini Apakah Kau Gila , Hey Apa Kau Pingsan".
Malam Hari.
Aku Baru Sadar, Saat Aku Tersadar Aku Baru Sadar Kalau Aku Sudah Memakai Pakaian Ganti, Di Sampingku Ada Lee Shohan
"Apakah Dia Menungguku".
Dia Tiba-tiba Terbangun.
"Kau Sudah Sadar? Pelayan Pelayan Bawakan Makanan Untuk Putri". Lee Shohan Memanggil Pelayan.
"Aku Kenapa Ada Si Sini? ".
"Tadi Kau Pingsan, Di Kamar Mandi, Apa Kau Bodoh Tidak Memanggil Orang Untuk Membawakan Pakaianmu?".
__ADS_1
"Hey Apa Kau Yang Menolongku? ".
"Tentu Saja, Siapa Lagi Di Sana Hanya Ada Aku".
"Apa Kau Melihatnya". Ujarku Sambil Menutup Badan Ku.
"Sudahlah Tidak Usah Di Tutupi, Yang Seharusnya Tidak Aku Lihat Sudah Ku Lihat Tadi".
"Apa? Dasar Mata Keranjang".
"Makanan Sudah Siap ". Pelayan Datang Dengan Membawa Makanan Dan Buah-Buah An.
"Kau Boleh Pergi".
Pelayan Pun Pergi.
"Ayo Biar Ku Suapi, Cepat Makan Aku Tahy Kau Tidak Makan Sejak Tadi Siangkan? Kau Laparkan Ayo Makan? ".
"Tidak Aku Tidak Lapar".
(KRUUUUUUUK) Suara Perut Yang Tidak Bisa Di Ajak Kompromi.
Dia Menyuapiku Dengan Hati-Hati
Ternyata Dia Baik, Dan Sangat Lembut, Tetapi Aku Tetap Saja Jengkel Ke Padanya.
"Sudah Ayo Tidur Kau Pasti Lelah".
Seperti Biasa Tidur Di Batasi Oleh Benteng.
Dia Menghancurkan Benteng Ku.
"Hey Hey Apa Yang Kau Lakukan".
"Sudah Diam ".
Dia Mendekat Dan Memeluku.
"Kau Sudah Menjadi Istriku Sekarang , Kau Harus Patuh".
Keesokan Harinya .
__ADS_1
Aku Selesai Mandi Dan Siap Untuk Berang Kat Sekolah ,
Di Meja Makan
"Mau Kemana Kau? ". Tanya Nya , Dia Juga Memakai Seragam Sekolah.
"Ke Sekolah".
"Tidak Boleh ".
"Kenapa? Kau Boleh Sekolah, Sedangkan Aku Tidak , Aku Juga Ingin Sekolah . ".
"Kau Wanita Tugas Mu Melayani Suami".
"Tetapi Aku Ingin Mengejar Cita-Cita Ku".
"Kalau Aku Bilang Tidak Ya Tidak".
"Mengapa ".
Brakkk!!! (Suara Gebrakan Meja)
"Terserah Kau Saja". Dia Marah Lalu Pergi.
Aku Tetap Diam Di Tempat , Menangis. Lalu Aku Mendorong Nya Dan Lari Menuju Kamar.
Dia Mengikutiku Sampai Kamar, Aku Tetap Menangis Dan Terisak.
"Hey, Jangan Menangis Maafkan Aku".
"Sudah Pergi Sana, Jangan Pedulikan Aku". Sambil Menutupi Wajahku Dengan Bantal.
Dia Lalu Menarik Tangan Ku Lalu Memeluku.
Aku Sempat Memberontak, Namun Pelukannya Sangat Kuat.
"Mungkin Aku Tidak Menyukaimu, Namun Aku Tidak Suka Melihat Wanita Menangis, Ayo Usapi Air Matamu, Baiklah Ayo Sekolah Bersamaku, Tetapi Jaga Jarang Denganku". Sambil Mengusap Air Mata Ku
__ADS_1
MAAF JARANG UPDATE, TAPI KALO UPDATE SAYA LUNASIN KOK TENANG AJA