Love Matchmaking,

Love Matchmaking,
Part 7


__ADS_3

"Masuklah". Kata Nenek


"Permisi Yang Mulia". Kata Bunda Ratu Sunshine .


"Hamba Ingin Menemui Menantu Hamba".


"Baiklah Kalian Bicaralah Aku Tidak Akan Mengganggu, Pembicaraan Antara Menantu Dan Mertua". Kata Nenek Sambil Pergi Meninggalkan Kami.


Selang Beberapa Saat....


"Chaca Shine, Ini Untuk Mu Hadiah Dari Ku Terimalah". Sambil Menyerahkan Bungkusan Yang Berat.


"Tidak Usah Ibu Aku Sudah Menerima Hadiah Dari Yang Mulia Nenek".


"Tidak Papa Terimalah, Dan Ingat Aku Akan Menyukaimu Jika Kau Bisa Berkelakuan Seperti Putri Yang Baik".


"Hmm Baiklah".


"Baiklah Kau Boleh Pulang ".



Tanpa Basa Basi Lagi Aku Keluar Dari Kamar Itu.


"Yang Mulia Saya Mau Pulang Sudah Malam".


"Baiklah Nak, Aku Akan Menyuruh Mentri Untuk Mengantarkan Mu".


"Tidak Usah Nenek Aku Akan Mengantar Putri ". Kata Lee Shohan Yang Baru Datang.


"Baiklah Nenek Kami Pamit".


"Iyha Kalian Hati Hati Di Jalan".



Tengah Perjalanan Tiba-Tiba Lee Shohan Berhenti Di Tempat Gelap Dan Sepi.


"Ada Apa? ".


"Turun ".


"Apa? ".

__ADS_1


"Apa Kau Tidak Dengar? ".


"Baiklah Aku Turun".



Tanpa Berpikir Panjang Shohan Lalu Meninggalkan Ku , Maklumi Saja Dia Tidak Menyukaiku.



"Aihhh Apakah Aku Harus Menunggu Bis? Tidak Mungkin Ini Sudah Malam Sekali, Aku Akan Berjalan Kaki Saja, Tega Sekali Dia Meninggalkan Ku".


Aku Berjalan Menuju Rumah , Meski Kaki Ku Terasa Sakit.


Tiin, Suara Bel Mobil Yang Datang Mendekat, Lampu Nya Menyilaukan Mata Ku.


"Naiklah Nona".



Suara Seseorang Dari Dalam Mobil, Aku Merasa Takut Dan Terus Berjalan, Namun Mobil Itu Masih Mengikutiku.




"Benarkah Kau Bukan Orang Jahat?". Tanya Ku.


"Iyha Sudah Naiklah, Jika Tidak Mau Tidak Papa, Biar Kau Di Ganggu Oleh Orang Jahat, Dan Tidak Ada Yang Menolongmu".


"Iyha Iyha Aku Naik". Aku Langsung Naik Ke Mobil Nya , Dia Mengantarku Pulang, Namun Di Perjalanan Aku Tahu Mobil Lee Shohan Berhenti Di Pinggir Jalan , Aku Tidak Menghiraukannya Mungkin Dia Memang Berhenti.



Tiiiin, Mobil Lee Shohan Menyelip Mobil Kami.


Mobil Kami Berhenti.


"Stendly Turunkan Calon Istriku".



Aku Pun Turun Dari Mobil Pria Muda Yang Memberikan Tumpangan Padaku.

__ADS_1



"Baiklah Kakak Shohan Bawalah Calon Istrimu Untung Saja Aku Yang Menemukannya , Dan Obati Kaki Nya Yang Sakit Aku Pamit".



"Eh Kalian Saling Mengenal? ". Ujar Ku Kepo.


Shohan Hanya Diam Dan Menariku Menuju Mobil.


Stendly Hanya Diam Dan Dada Kepadaku, Aku Balik Tersenyum.


Kami Melanjutkan Perjalanan.


"Hey Apa Kau Senang? ".


"Senang Apa? ".


"Kau Habis Menggoda Stendly".


"Apa Maksudmu Menggoda? ".


"Bukan Kah Kau Tadi Menggoda Stendly, Hingga Dia Berbelas Kasih Kepadamu? ".


"Hey Pangeran Gila, Bukanya Kau Yang Tidak Punya Hati? Meninggalkan Seorang Wanita Di Tengah Jalanan Yang Sepi? Masih Untung Aku Di Beri Tumpangan Oleh Teman Mu Yang Baik Dan Tampan Itu".



Tiba-Tiba Shohan Rem Mendadak Mobilnya.


Aku Tahu Mungkin Dia Akan Menurunkan Ku, Di Saat Aku Mau Turun Dia Menahan Dengan Memegang Tangan Ku.


"Kau Mau Kemana? ".


"Bukan Kah Kau Mau Menurunkan Ku? ".


"Kaki Mu Sedang Sakit, Aku Akan Turun Dan Membelikan Mu Obat Antiseptik".


Dia Langsung Turun Dari Mobilnya Mengelus Rambut Ku Sambil Tersenyum



__ADS_1


__ADS_2